Currently set to Index
Currently set to Follow

Kerugian Jack Ma US$7 M Berimbas ke Ekonomi China

Jika China 2020 diibaratkan sebagai individu, maka ia adalah Jack Ma.

Perekonomian terbesar di Asia ini memulai tahun dengan ambisi besar untuk menopang pengaruh teknologinya. Adapun, Penawaran Umum Terbatas (IPO) perusahaan Ant Group milik Ma sempat diharapkan menjadi pusat dari segala kampanye pemasarannya.

IPO tersebut rencananya akan dilakukan tahun lalu dan digadang-gadang akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah. Hanya saja, penjualan saham perusahaan teknologi finansial ke publik itu urung dilakukan.

Itu hanyalah salah satu titik awal dari tergulingnya kerajaan bisnis Ma dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pendapat mengatakan, kerugian Ma bisa menyebabkan efek domino yang buruk bagi ekonomi China.

Baca juga: Miliarder Jack Ma Dikabarkan Menghilang Usai Kritik Pemerintah

Batalnya IPO Ant milik Jack Ma yang dijadwalkan pada pemilu AS

Pelepasan saham Ant Group ke publik dijadwalkan pada 3 November, bertepatan dengan hari pemilihan umum di Amerika Serikat. Pemilihan tanggal itu seolah-olah menjadi ejekan bagi Donald Trump yang kehilangan kursi kepresidenan AS dari Joe Biden hari itu.

Pemilihan tanggal ini tentu bukan tanpa alasan. Jack Ma dan Trump, bagaimanapun, memiliki sejarah yang tidak pendek terkait perang dagang antara China-AS selama ini.

Pada Januari 2017, 10 hari sebelum Trump pindah ke Gedung Putih, Ma melakukan kunjungan publik ke Trump Tower di New York. Ia menyampaikan rencana “kerajaan”-nya untuk menciptakan 1 juta pekerjaan di AS, hal yang tentu menyenangkan bagi Trump.

Namun, relasi baik di awal ini rupanya tidak bertahan lama. Perang dagang dan gangguan pada rantai pasokan membuat Jack Ma menjauhkan diri dari Trump selama 20 bulan setelahnya.

“Janji tersebut,” ungkap Ma pada September 2018, “dibuat berdasarkan dasar kemitraan persahabatan AS-China dan hubungan perdagangan yang rasional. Premis itu sudah tidak ada lagi saat ini, jadi janji kami tidak dapat dipenuhi.”

Alhasil, Ma mengalihkan fokus bisnisnya ke dalam negeri. Ia berharap Ant akan mengembangkan sayap dari sekadar perusahaan tekfin sistem pembayaran menjadi perusahaan investasi dan asuransi.

Banner Blog Pluang

Namun, ambisi Ma terurai dalam waktu. Kekesalannya ia tumpahkan pada sebuah pidato tanggal 24 Oktober di Shanghai. Di sana, ia menuduh regulator keuangan China telah menahan inovasi.

Pemerintah China diduga naik pitam. Mereka kemudian membalas serangan Ma dan memaksanya untuk menunda IPO Ant. Imbasnya, Ma kehilangan kekayaan bersih sekitar US$7 miliar menurut Forbes Real-Time Billionaires List dalam dua bulan setelah pidatonya.

Tetapi, pemerintah China seolah belum puas. Mereka kembali melancarkan serangan lain yang menghancurkan bisnis Ma tak lama setelahnya.

Komisi Persaingan Usaha China pada Desember lalu mengatakan telah memulai investigasi atas dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh perusahaan belanja daring besutan Ma, Alibaba. China menuduh Alibaba telah memaksa penjual yang berada di situsnya hanya untuk menjual barangnya secara eksklusif di platform belanja daring tersebut.

Belajar dari kasus di atas, perusahaan teknologi China lainnya seperti Tencent dan Baidu kini paham bahwa mereka tidak perlu mencari gara-gara dengan bank milik pemerintah China untuk bertahan hidup. Apalagi, dengan menyebut mereka sebagai “pegadaian”, seperti yang disampaikan Ma pada 24 Oktober lalu.

Namun, dugaan pembungkaman China terhadap bisnis Ma bisa dipahami. Perusahaan teknologi finansial seperti Ant kini tengah menjamur di negara tirai bambu tersebut. Hal itu tentu mengancam pangsa pasar produk jasa keuangan yang selama ini dikuasai perusahaan jasa keuangan konvensional.

Baca juga: 40% Investor Pasar Modal adalah Perempuan, Ini 7 Profil di Antaranya!

Dampak buruk jatuhnya bisnis Jack Ma terhadap ekonomi China

Felix Salmon dari kantor berita Axios mengatakan bahwa tekanan China atas Ma mungkin bisa dibenarkan. Saat ini, produk Ant buatan Ma menjelma menjadi salah satu institusi keuangan terpenting di dunia. Hanya saja, belum ada satu pun regulasi yang mengatur sisi operasional bisnis tersebut.

Tapi di sisi lain, batalnya IPO Ant Group menjadi berita buruk bagi bursa saham Shanghai, yang saat ini tengah naik daun di kancah industri keuangan internasional. Apalagi, banyak investor yang sudah bermimpi memiliki kepemilikan perusahaan tersebut meski hanya secuil.

Tak hanya itu, jatuhnya “kekaisaran bisnis” Ma yang seolah-olah disengaja menimbulkan banyak pertanyaan tentang sistem kapitalisme yang beroperasi di China.

Keraguan publik tersebut hanya akan meredam kepercayaan investor China untuk menanamkan modalnya di bursa saham Shanghai. Padahal, IPO Ant senilai US$35 miliar bisa menjadi pemikat jitu bagi perusahaan teknologi raksasa dunia lainnya untuk melepas sahamnya di sana.

Kerugian Ma sebesar US$7 miliar mungkin telah menjadi kisah paling heboh sepanjang 2020. Namun, peristiwa itu menggarisbawahi ketidaksiapan China dalam menunjukkan taringnya di kancah pasar keuangan global.

Baca juga: Investor Perempuan yang Sukses Raup Cuan di Tengah Sulitnya 2020

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes

Simak juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img