Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Jelang Kepastian The Fed, IHSG Balik ke Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar aset kripto terlihat semringah pada hari ini. Tak heran, sebab keduanya terlihat nongkrong di zona hijau pada hari ini. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di kedua pasar tersebut? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

IHSG Tetap Melangkah Meski Tapering di Depan Mata

IHSG menutup sesi perdagangan hari ini dengan bertengger di level 6.552,13 poin, alias melompat lincah 0,91% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Performa manis iHSG ini cukup bikin terkejut lantaran pelaku pasar tidak mengantisipasi bahwa sang indeks domestik bisa melaju hari ini.

Ya, pelaku pasar tadinya khawatir bahwa nilai IHSG kembali terjerembab ke zona merah lantaran aksi tapering bank sentral Amerika Serikat The Fed kian dekat. Mereka meyakini, otoritas moneter tersebut akan mengumumkan pengetatan kebijakan moneter tersebut usai rapat yang dihelat 4 November mendatang.

Beberapa pandangan yang beredar di pasar mengatakan bahwa bos The Fed Jerome Powell sejatinya menganggap inflasi hanya berdampak sementara. Sehingga, The Fed mungkin tidak akan terburu-buru dalam mengetatkan kebijakan moneternya.

Nah, jika The Fed mengambil langkah tersebut, maka bisa jadi pasar saham akan kembali bergairah. Namun, jika sosok yang dikenal cukup dovish seperti Powell sampai menyetujui tapering, bukan tidak mungkin pasar modal akan terlihat volatil.

Sinyal tapering memang selalu bikin investor ketar-ketir. Mereka khawatir kejadian pada 2013 lalu kembali terulang, di mana dana investor asing “pulang kampung” gara-gara The Fed mengetok palu tapering.

Selain itu, meski IHSG berhasil rebound pada hari ini, namun bukan berarti pelaku pasar sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, beberapa bursa saham regional justru terkoreksi menjelang pengumuman tapering. Tengok saja nilai indeks FTSE London yang tertekan 0,15% diikuti oleh indeks DAX di Jerman yang terkoreksi 0,10%. Di kawasan Asia, indeks saham Hong Kong dan Nikkei 225 juga masing-masing amblas 0,30% dan 0,43%.

Kendati demikian, bursa saham Wall Street justru tengah gegoleran di zona hijau. Pada sesi perdagangan Selasa (2/11), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) justru terapresiasi 0,39% sementara indeks S&P 500 menguat 0,37%.

Abaikan Tapering, Investor Asing Tetap Koleksi Saham

Di tengah gonjang-ganjing kebijakan The Fed, investor asing nampaknya terlihat getol memburu saham-saham domestik. Buktinya, mereka mencatat nilai beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp158,23 miliar pada hari ini.

Investor asing terlihat memborong saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan net buy mencapai Rp119,1 miliar. Mereka juga terlihat rebutan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) dengan nilai beli bersih masing-masing Rp105 miliar dan Rp57 miliar.

Investor asing nampaknya lagi kecanduan saham KLBF dalam beberapa hari terakhir. Ya, mereka nampaknya sedang pede dengan kinerja sektor kesehatan. Apalagi, KLBF baru saja merevisi target penjualan dan keuntungannya 13% lebih tinggi dari proyeksi awal.

Selain itu, pemegang saham Klikdokter itu juga tengah membuka diri terhadap bentuk kerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan membentuk perusahaan patungan, akuisisi ataupun bentuk kolaborasi lainnya. Rencananya, langkah strategis tersebut akan dijalankan melalui salah satu entitas usahanya, PT Kalbe Genexine Biologics.

Di sisi lain, investor asing terlihat doyan melepas dua saham big caps PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractor Tbk (UNTR) dengan nilai net sell Rp178,3 miliar dan Rp15,2 miliar.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Manufaktur China Goyah, IHSG Jadi “Kurang Darah”

ETH Masih Berjaya, SOL Kembali Ceria

Nasib mujur pasar modal juga terpantau di pasar aset kripto. Pada hari ini, dua koin yang menjadi sorotan adalah Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

Pada hari ini, ETH menarik fokus komunitas kripto setelah berhasil menembus rekor tertingginya menembus US$4.600 per keping pada pagi ini. Nilai koin besutan Vitalik Buterin tersebut berhasil meroket setelah jumlah token yang terkunci di kontrak staking Eth2 melebihi 8 juta token untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Harga ETH kini bertengger di US$4.598,06 per keping pada Rabu pukul 17.32 WIB, alias melandai sedikit dari titik tertingginya. Namun, reli ini nampaknya tidak akan menjadi yang terakhir bagi ETH lantaran beberapa analis yakin bahwa harga ETH bisa menembus US$10.000 di akhir 2021.

Sementara itu, nilai SOL di waktu yang sama terlihat di level US$234,56 alias melesat 13,44%. Nilai SOL terus melaju setelah berembus kabar bahwa investor institusi lagi getol melepas ETH demi SOL. Data terakhir menunjukkan bahwa dana sebesar US$14,7 miliar mengalir ke pasar SOL pekan lalu, sedikit di bawah ETH yakni US$16,6 juta.

Baca juga: Rangkuman Pasar: SAND & Koin Gaming Meroket, IHSG Malah Kepeleset

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img