Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Terus Berlari, Raut Kripto Mulai Berseri

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tersenyum manis pada sesi perdagangan hari ini. Di sisi lain, pergerakan pasar kripto terlihat “mencar-mencar” di waktu yang sama. Simak ulasannya di Rangkuman Pasar berikut!

Sempat Galau, IHSG Finish di Zona Hijau

IHSG pamit dari sesi perdagangan Kamis (9/12) di level 6.643,93 poin, menguat 0,61% dibanding sesi perdagangan sehari sebelumnya. IHSG nampak masih betah nongkrong di zona hijau meski terlihat melipir ke zona merah hampir sepanjang sesi perdagangan.

Investor nampaknya masih pede bermain-main di pasar modal domestik seiring meredanya kekhawatiran soal COVID-19 varian Omicron. Apalagi, penelitian dari Amerika Serikat menyebut bahwa tingkat keparahan varian satu ini lebih rendah dibanding varian Delta. Selain itu, perusahaan farmasi Pfizer menyebut bahwa vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech ternyata ampuh menangkal virus tersebut.

Kemudian, negara yang menjadi lokasi pertama ditemukannya virus Omicron, yakni Afrika Selatan, juga tidak menunjukkan lonjakan kasus baru. Bahkan, tingkat keterisian rumah Sakit di negara tersebut juga tidak naik signifikan. Hal itu membuat pelaku pasar semakin percaya bahwa dampak yang muncul dari Omicron hanyalah bersifat ringan, sehingga gairah pelaku pasar kembali bergejolak.

Tidak hanya pasar domestik saja yang bersorak. Hampir seluruh bursa saham di Asia kompak menghijau pada perdagangan hari ini. Sebagai contoh, indeks Nikkei225 Jepang sukses naik 1,42%. Selain itu, terdapat pula indeks Shang Hai Composite Index yang terkerek ke 1,18%.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Indeks Konsumen Gacor, Volume Perdagangan AS Rekor

IHSG Naik Daun, Asing Borong Rp2,56 Triliun

Nah, optimisme pelaku pasar pada hari ini pun tercermin dari nilai perdagangan di pasar saham. Pada hari ini, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp2,56 triliun.

Mereka terlihat memborong saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp73,7 miliar. Tak hanya itu, mereka juga membeli saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp61,8 miliar.

Uniknya, tren pasar kali ini agak berbeda. Sebab, saham yang diketahui selalu dikoleksi asing tahu-tahu malah ramai-ramai dilego berjemaah.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, pada hari ini dilepas investor asing senilai Rp131,1 miliar dan sukses bikin nilai saham BBCA melorot 1,01% ke Rp7.350 per saham.

Kemudian, pelaku pasar asing juga “membuang” saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) sebanyak Rp97,5 miliar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp69,7 miliar. Peristiwa tersebut sontak bikin nilai BSIM dan BBRI masing-masing ambruk 2,14% dan 0,48%.

Pulihnya kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi tanah air juga ikut mengangkat saham-saham sektor konsumer. Salah satunya adalah saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang naik 2,75% ke level Rp6.550 per saham dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terapresiasi 2,34% ke level Rp4.370.

Lalu, ada juga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang nilainya nanjak 2,16% ke level Rp5.925 per lembar. Tak ketinggalan, nilai saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hari ini bernasib sesuai namanya, yakni “sukses” naik 1,99% ke level Rp8.950 per saham.

Kripto Perlahan Bangkit

Ketika IHSG terus melaju kencang, pasar aset kripto justru nampak bergerak pelan-pelan tapi pasti. Melansir Coinmarketcap pukul 17.37 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar jumbo masih berada di zona hijau.

Sore hari ini, XRP membukukan performa mumpuni dengan naik 10,97% ke level US$0,89 per keping. Nilai XRP meluncur semakin kencang setelah XRP melawan balik gugatan yang diajukan oleh regulator pasar modal AS The Securities and Exchange Commission (SEC).

Sebelumnya, SEC menuduh Ripple, pengembang XRP, telah melakukan perdagangan ilegal dengan menawarkan XRP sejak 2013. Hal ini dilakukan karena regulator tersebut menganggap XRP adalah instrumen sekuritas dan bukanlah token yang memiliki aspek utiltas.

Kini, drama tersebut kini memasuki babak baru. Ripple dikabarkan telah mengajukan informasi tambahan ke Deliberative Process Privilege (DPP) AS untuk menangkal gugatan SEC tersebut.

Tak hanya XRP, nilai Terra (LUNA) juga berhasil manjat 9,64% dalam sehari terakhir. Bahkan, karena hal tersebut, LUNA kini berhasil bertengger di posisi ke-10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar.

Moncernya kinerja LUNA terjadi setelah lembaga pendanaan ventura asal Hong Kong, Chiron VC, menggelontorkan US$50 juta bagi pengembangan ekosistem Terra.

Sementara itu, aset kripto lainnya mencatat performa moderat, di mana Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Cardano (ADA) masing-masing naik 1,87%, 1,38%, dan 0,46%.

Baca juga: Udah Kaya Makin Kaya! Harta Orang Kaya Sejagat Nambah US$1,3 T di 2020

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img