Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Market Kebakaran, IHSG dan Kripto Masih Tiarap

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus pasrah melihat dirinya kembali ke zona merah pada sesi perdagangan hari ini. Begitu pun dengan pasar aset kripto yang hari ini seolah-olah masih belum padam dari kebakaran.

Simak ulasan kedua pasar tersebut di Rangkuman Pasar berikut!

Inflasi Bikin Ketar-Ketir, IHSG Harus Rela Terpelintir

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.636,47 poin pada penutupan sesi perdagangan Rabu (18/11), melempem 0,59% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Usut punya usut, ambruknya IHSG hari ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang menjauhi pasar modal lantaran ngeri dengan ancaman inflasi global.

Seperti diketahui, Amerika Serikat mencatat inflasi tahunan 6,2% pada Oktober dan menjadi level tertingginya dalam 31 tahun terakhir. Namun, demam inflasi tak hanya menyerang AS semata. Kawasan Eropa, Meksiko, hingga Korea Selatan pun menderita gejala inflasi setelah data indeks harga produsen di ketiga yurisdiksi itu melonjak pada bulan lalu.

Memang, inflasi bikin investor malas menginjakkan kaki di pasar saham lantaran bisa menggerus nilai cuan yang mereka peroleh secara riil. Tetapi, pelaku pasar ternyata lebih takut dengan efek turunan dari inflasi tersebut.

Sekadar informasi, inflasi yang kian kronis akan memaksa bank sentral seluruh dunia untuk menyembuhkanya dengan menaikkan suku bunga acuan. Hanya saja, langkah tersebut akan berimbas ke kenaikan suku bunga simpanan. Sehingga, pelaku pasar akan lebih memilih menyimpan uangnya di perbankan ketimbang membenamkannya di pasar modal.

Indeks harga produsen Indoensia pun sebenarnya ikut menanjak. Hanya saja, angkanya tidak setinggi negara lain. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci, kenaikan harga di tingkat produsen Indonesia hanya 7,3% secara tahunan, masih lebih kerdil ketimbang Eropa sebesar 16,3%, China 13,5%, Amerika Serikat 8,6%, dan Korea Selatan 7,5%.

Oleh karenanya, makanya tak heran jika Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 3,5%.

Selain itu, tak cuma IHSG saja yang kena tulah inflasi. Tengok saja bursa saham Wall Street yang merah padam. Selain itu, indeks FTSE London juga bergerak negatif 0,21%, sementara indeks Hong Kong, Nikkei 225, dan Kospi masing-masing keok 1,29%, 0,30%, dan 0,51%.

Baca juga: Rangkuman Pasar : Aset Kripto Terkonsolidasi, GDP Indonesia 3,55% YoY

Saham Bank Jumbo Kebakaran, IHSG Kelimpungan

Ketakutan investor akan kenaikan suku bunga acuan biasanya menjadi angin segar bagi kinerja emiten perbankan. Sebab, mereka bisa berharap untuk mendapat pendapatan bunga yang mumpuni kala suku bunga makin tinggi.

Sayangnya, kondisi itu tak terlihat di pasar domestik. Saham perbankan ternyata malah hancur berkeping-keping pada perdagangan hari ini.

Dari total net foreign sell yang mencapai Rp446,75 miliar pada hari ini, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terlihat paling banyak dilego asing dengan nilai Rp251,2 miliar. Tak heran, jika nilai saham BBCA hari ini turun 2,31% ke level Rp7.400 per saham.

Investor asing kemudian ikut melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp26,9 miliar. Alhasil, BBRI pun ikutan parkir di zona merah setelah terkoreksi 0,48% ke level Rp4.180 per saham.

Apakah hanya saham dua bank saja yang kedodoran hari ini? Tentu tidak. Masih ada saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang nilaina luntur 2% ke level Rp2.450 per saham. Nilai saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga bernasib apes setelah turun 1,07% ke Rp6.925 per saham.

Kemudian, nilai saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga turun 0,69% ke level Rp7.175 per saham. Terakhir, ada nilai saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang terjun 0,48% ke Rp1.030 per saham.

Apakah saham emiten perbankan bisa kembali bangkit esok hari? Tunggu tanggal mainnya ya, Sobat Cuan!

Kripto Masih Ogah Nanjak 

Hal yang sama juga dialami oleh aset kripto. Koin dan token kripto yang selama ini kerap dielu-elukan pelaku pasar malah terkoreksi.

Berdasarkan Coinmarketcap pada pukul 16.30 WIB, nilai Bitcoin (BTC) tertekan 9,50% ke level US$59.295,20. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) terjun lebih dalam 11,06% ke level US$4.205,85.

Binance Coin (BNB) juga mengalami hal yang sama. Nilainya luntur 10,26% ke level US$567,76. Kemudian, Solana (SOL) menyelam lebih dalam hingga 14,02% ke level US$208,14.

Koin lainnya, seperti Cardano (ADA) sampai-sampai melorot 15,02% ke level US$1,83 sedangkan nilai Polkadot (DOT) ambbruk 17,44% ke US$40,32.

Beberapa analis mengatakan, jika BTC gagal mempertahankan harganya di kisaran US$58.000, maka harga koin kripto tertua itu diprediksi bisa terseret ke level US$52.900.

Namun sebaliknya, level US$58.000 merupakan pijakan untuk BTC bisa melanjutkan tren bullish-nya ke level yang lebih tinggi lagi.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Mundur 0,82% Dibayangi Hantu Tapering

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img