Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Saham Batu Bara Pimpin IHSG di Awal Pekan

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup manis di level 6.342,68 poin alias naik 1,83% sejak perdagangan pagi tadi. Kondisi tersebut bikin IHSG kembali pulih setelah dihantam aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi di akhir pekan lalu.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada pasar saham domestik hari ini?

IHSG Tokcer Berkat Berkah Harga Batu Bara

Beberapa analis menduga, moncernya kinerja indeks saham sejak akhir pekan lalu ditopang oleh naiknya harga batu bara, yang pada pekan lalu menembus rekor terbarunya.

Derasnya permintaan batu bara dari China, Inggris, dan juga India membuat harga batu bara terus meroket. Berdasarkan data Newcastle Coal, harga batu bara per 1 Oktober lalu terus merangkak naik dan sekarang mantap di level US$228 per ton.

Peristiwa itu menjadi berkah tersendiri bagi emiten batu bara, di mana kinerja keuangannya, tentu saja, sangat bergantung dari fluktuasi harga barang tambang tersebut.

Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), misalnya, sejak lima hari ke belakang sudah berhasil naik 15,53% dan kini bertengger di level Rp1.860 per saham. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pun tak mau kalah. Harga sahamnya dalam periode yang sama sukses melesat 15,14% ke level Rp2.890 per saham.

Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) malahan berhasi mencatatkan kenaikan harga hingga 36,94% ke level Rp2.150 per saham di rentang waktu yang sama. Tidak ketinggalan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya bangkit dari tidur dan ikut beranjak 23,53% ke level Rp84 per saham pada perdagangan hari ini.

Meski terus mencatatkan kenaikan harga, beberapa analis masih percaya diri bahwa saham batu bara masih akan melanjutkan reli seiring dengan derasnya permintaan dari luar negeri.

Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), salah satu entitas usaha BUMI, PT Kaltim Prima Coal (KPC) masih menjadi perusahaan dengan produksi batu bara terbesar di Indonesia sepanjang triwulan pertama tahun ini. Bahkan, karena hal itu pula, laju IHSG dalam jangka pendek diprediksi bisa mencapai kisaran 6.400.

Meski harga batu bara sedang cantik-cantiknya, ternyata tidak semua perusahaan yang meraup cuan dari batu bara ikut mendapat embusan angin positif. Saham perusahaan penyedia jasa tambang, PT ABM Investama Tbk (ABMM) contohnya, malahan banyak dilego asing sejak kemarin dan hari ini.

Namun, pelaku pasar juga harus terus waspada. Pasalnya, pihak China dan juga Eropa sudah pernah punya komitmen untuk mengurangi konsumsi batu bara dan akan mengalihkannya ke sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal itu ditakutkan akan membuat kinerja keuangan emiten batu bara domestik ikut tergerus.

Baca juga: Dari Investasi Batu hingga Lebah, Ini 5 Jenis Investasi Nyentrik Milik Umat Manusia!

Asing Masih Doyan Borong Saham

Meskipun tidak seramai akhir pekan lalu, investor asing terlihat masih doyan mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi jumbo.

Pada hari ini nilai beli bersih (net foreign buy) asing mencapai Rp1,9 triliun, di mana saham yang paling banyak dikoleksi adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak Rp583 miliar dan diikuti oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp218 miliar.

Imbasnya, dalam perdagangan hari ini, saham BBRI berhasil melesat 1,79% ke level Rp3.970 per saham. Di sisi lain, saham BBCA ditutup menguat 2,96% ke level Rp34.800 per saham.

Boy Thohir Akuisisi TRIM?

Dari dalam negeri, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, yang juga merupakan Komisaris Independen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), Garibaldi Thohir baru saja menggumumkan rencana akuisisi saham salah satu perusahaan sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dari Advance Wealth Finance Ltd.

Tidak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Boy Thohir itu akan mengambil alih 3,5 miliar lembar saham milik Advance, atau sekitar 49,23% saham yang ada di TRIM. Jika rencana itu berjalan lancar, bukan tidak mungkin Boy Thohir akan langsung menjadi pemegang saham pengendali di TRIM.

Hingga saat ini, kedua pihak baru menandatangani term sheet yang belum mengikat. Sampai dengan penutupan perdagangan, saham TRIM mendapat sentimen positif dari kabar tersebut dan berhasil melesat 15,09% ke level Rp366 per saham.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Moncer, Emas Enggan Tokcer di Akhir Pekan

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img