Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Makin Gacor, Market Cap Kripto OTW Rekor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat semringah di awal pekan dengan nangkring di teritori hijau. Nasib mujur juga menggelayut di atas langit aset kripto. Bahkan, terdapat ekspektasi bahwa nilai kapitalisasi kripto sejagat akan menembus US$3 triliun untuk pertama kalinya!

Yuk, simak ulasannya di rangkuman pasar berikut!

IHSG Makin “Licin” Berkat Moncernya Harga Minyak

IHSG menutup sesi perdagangan Senin (8/11) di 6.632 poin, melesat 0,77% dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Peristiwa ini menandai kembalinya IHSG ke kisaran 6.600 setelah beberapa hari. Adapun sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.599 hingga 6.637 poin.

Kuat dugaan, menguatnya indeks saham didorong oleh manisnya harga energi yang akhirnya membuat saham sektor tersebut bergairah.

Salah satunya adalah harga minyak dunia jenis Brent yang pada perdagangan pagi tadi naik 0,31% ke level US$83 per barel. Hal itu terjadi setelah stok minyak dunia kian terkikis di tengah kenaikan permintaan.

Ya, setelah hancur dihajar pandemi COVID-19 lebih dari dua tahun, beberapa negara melaporkan pemulihan ekonomi yang cemerlang. Implikasinya, mereka pun meningkatkan permintaan komoditas energi demi memacu produktivitasnya.

Namun sayangnya, organisasi yang terdiri dari negara-negara eksportir minyak bumi, OPEC+ tetap bersikukuh hanya menaikkan produksi minyak 400.000 barel per hari sampai akhir tahun ini.

Selain itu, harga batu bara dan juga gas alam juga dilaporkan bangkit dari keterpurukan. Harga kontrak batu bara termal acuan Newcastle Australia naik 10,5% ke level US$153,6 per ton kemarin.

Meskipun China sudah berupaya mengintervensi harga batu bara dunia, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan batu bara akan melonjak jelang akhir tahun ini seiring masuknya musim dingin di beberapa negara.

Baca juga: Rangkuman Pasar : Aset Kripto Terkonsolidasi, GDP Indonesia 3,55% YoY

Saham Energi dan Bank Mini Terbang

Peristiwa itu langsung berdampak pada kinerja saham emiten komoditas energi. Tengok saja saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang pada perdagangan hari ini bergerak lincah dengan loncat 3,04% ke level Rp1.695 per saham.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga tak mau ketinggalan dengan ikutan naik 1,13% ke level Rp2.680 per saham. Ia kemudian saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) juga ikut manggung dengan naik 3,61% ke level Rp7.900 per saham.

Tidak mau kalah, saham-saham bank mini juga ikut beterbangan. Pelaku pasar optimistis bahwa naiknya harga komoditas akan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi tanah air, yang pada akhirnya mendorong kinerja sektor perbankan lebih mentereng.

Beberapa saham bank mini melesat jauh dari harga pembukaan pagi tadi. Seperti saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang pada hari ini sukses naik 10,14% ke level Rp7.600 per saham dan saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) yang terbang 21,03% ke level Rp236 per saham. Seakan ini sebuah pertandingan, saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) juga lompat 25% ke level Rp2.600 per saham.

Kemudian, saham PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (BCIC) hari ini kembali mencatatkan pertumbuhan agresif sebesar 11,72% ke level Rp286 per saham. Pelopor bank digital tanah air, PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga ikut mendaki 5,60% ke level Rp16.025 per saham.

IHSG Hijau, Investor Asing Pantang Galau

Investor asing pun masih getol mengoleksi saham-saham incarannya dengan membukukan net foreign buy sebesar Rp625 miliar.

Mereka terlihat doyan memburu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih asing Rp328 miliar. Mereka kemudian membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp185 miliar.

Namun sayangnya, nasib keduanya terlihat berbeda. Nilai saham BBCA ditutup menguat 1,68% ke level Rp7.575 per saham, sementara saham KLBF pasrah ditutup melemah 0,61% ke level Rp1.620 per saham.

Di sisi lain, investor asing terlihat melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan juga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing sebanyak Rp56 miliar dan Rp52 miliar.

Keduanya langsung merosot cukup dalam. Saham BMRI ditutup anjlok 1,41% ke level Rp7.000 per saham dan saham BBRI melemah tipis 0,24% ke level Rp4.230 per saham.

Kapitalisasi Pasar Kripto OTW Tembus US$3 Triliun

Raut pasar modal Indonesia yang semringah pun ikut terpancar di pasar kripto. Dua punggawa aset kripto, Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), masing-masing terlihat di posisi US$65.969 per keping dan US$4.732,7 per keping, alias masing-masing tumbuh 5,92% dan 2,77%.

Tim altcoin lainnya pun tak mau kalah. Dogecoin, Litecoin, dan Kusama pun ikut terkerek naik lebih dari 4% dalam sehari terakhir per 17.22 WIB.

Kenaikan aset kripto yang kompak tersebut pun bikin kapitalisasi pasar kripto kini di angka US$2,87 triliun. Namun, CoinGecko mengatakan bahwa kapitalisasi pasar kripto telah menembus US$3 triliun dalam waktu dekat. Data Coingecko dikumpulkan dari 10.418 aset digital di 58 platform exchange kripto.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Tapering Jalan, BTC dan Axie Terus Gas

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img