Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Tersenyum Lebar, Laju MANA Terus Berkibar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampak semringah setelah berhasil menapak di zona hijau pada sesi perdagangan hari ini. Sementara itu, cuaca di pasar kripto juga terlihat cerah. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di kedua pasar tersebut hari ini?

IHSG Bertahan di Zona Hijau di Tengah Tekanan

IHSG berhasil bertengger di level 6.699,35 poin pada penutupan sesi perdagangan Kamis (25/11), menguat 0,24% dibanding sesi perdagangan sebelumnya.

Pergerakan sang indeks domestik awalnya nampak menjanjikan pada hari ini setelah sempat menyentuh level tertingginya 6.751 poin di tengah perdagangan. Peristiwa itu terjadi setelah harga komoditas energi menunjukkan keperkasaannya pada hari ini.

Pagi tadi, harga minyak jenis Brent kembali naik 0,21% ke level US$82,23 per barel. Sementara itu, harga minyak berjenis West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,06% ke level US$78,44 per barel. Uniknya, harga minyak meroket meski AS dan beberapa negara lainnya sepakat untuk melepas cadangan minyaknya ke pasar.

Sayangnya, derasnya tekanan aksi jual di sesi II perdagangan membuat IHSG pasrah gagal bercokol di puncak.

Kuat dugaan, aksi jual kali ini disebabkan oleh kecurigaan pelaku pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan segera mengetatkan kebijakan moneternya. Pelaku pasar kini mengantisipasi hal tersebut setelah data inflasi AS versi pengeluaran masyarakat (Personal Consumption Expenditure/PCE) secara tahunan menyentuh 4,1% pada Oktober. Ternyata, angka tersebut merupakan angka PCE tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Sekadar informasi, The Fed biasanya menggunakan data inflasi PCE untuk menentukan arah kebijakan moneternya ke depan. Oleh karenanya, tak heran jika pelaku pasar juga berpikir bahwa tingginya angka PCE akan bikin otoritas moneter AS itu segera menaikkan suku bunga acuannya.

Sentimen negatif lain muncul dari dalam negeri, di mana Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan uji formil terkait Undang-Undang No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja. Akibatnya, MK meminta pemerintah dan DPR untuk segera merevisi beleid tersebut dalam dua tahun mendatang. Jika tidak, maka UU lama yang direvisi oleh UU Cipta Kerja akan berlaku kembali.

Peristiwa itu pun sontak bikin pelaku pasar enggan menanamkan uang di pasar modal. Sebab, putusan MK tersebut akan membuat ketidakpastian iklim ekonomi dari sisi regulasi.

Baca juga: Rangkuman Pasar: BTC Loyo, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa!

IHSG Menghijau, Asing Borong Rp202 Miliar 

Untungnya, tekanan aksi jual tersebut masih bikin investor asing hepi berkubang di pasar modal dalam negeri. Buktinya, mereka terpantau mencatat net foreign buy sebanyak Rp202 miliar.

Investor asing terlihat mengincar saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp411 miliar. Aksi ini didorong oleh sikap investor yang gembira melihat laba bersih perseroan yang tercatat Rp18,9 triliun di kuartal III 2021, atau naik 13,1% dari periode yang sama tahun lalu.

Di samping itu, pelaku pasar asing juga memborong saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp88 miliar dan sukses menerbangkan harga saham bank jumbo itu sebesar 2,8%.

Di sisi lain, investor asing malah terlihat legawa melepas saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan nilai jual Rp148,4 miliar. Nasib buruk BUKA diikuti oleh saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang hari ini dilego asing sebanyak Rp36,7 miliar.

Pasar Kripto Makin Subur Jelang Akhir Pekan

Nasib mujur IHSG nampaknya juga menular ke pasar aset kripto. Melansir Coinmarketcap pada pukul 17.48 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses nangkring di zona hijau.

Sang dedengkot kripto, Bitcoin (BTC) pada hari ini berhasil naik 1,32% dalam sehari terakhir ke level US$57.564,46. Binance Coin (BNB) pun ikut menyusul dengan mencatat pertumbuhan 3,81% ke level US$612,64 di waktu yang sama. Avalanche (AVAX) juga terpantau parkir di level US$124,29 atau naik 20,26% dalam sepekan.

Lalu ada Decentraland (MANA) yang dalam sehari sukses naik 26,21% ke level US$5,83 atau terapresiasi 61,57% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar MANA juga langsung melesat ke level US$11,30 miliar.

Ya, nilai MANA berhasil menembus level tertingginya sepanjang masa pada hari ini dengan bertengger di US$5,9 per keping setelah masyarakat kian tertarik dengan kehidupan Metaverse.

Seperti diketahui, di dalam Decentraland, pengguna bisa membeli kavling tanah digital yang nantinya bisa dibangun atau disewakan ke pengguna lainnya. Nah, pada Rabu (24/11), nilai penjualan kavling tanah tersebut menyentuh rekor US$2,4 juta. Makanya, tak heran jika nilai MANA ikut moncer hingga saat ini.

Baca juga: Pasar Sepekan: IHSG Cetak Prestasi Baru, Pasar Kripto Menggerutu

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img