Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Profit Taking Bawa IHSG ke Zona Merah

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.228 poin pada perdagangan Jumat (1/10), melorot 0,29% dibanding posisi pembukaan perdagangan. Dengan demikian, IHSG mengakhiri pekan dengan terjebak di zona merah setelah dua hari berturut-turut bertahan di teritori positif.

Apa yang sebenarnya terjadi pada pasar saham domestik hari ini?

IHSG Melemah Dilanda Aksi Profit Taking

Nilai IHSG pada hari ini melempem disebabkan aksi ambil untung (profit taking) investor. Ya, investor melakukan aksi “cuci gudang” di akhir pekan untuk mendulang untung setelah nilai IHSG sempat tumbuh masing-masing 0,8% dan 2,02% pada Kamis dan Rabu.

Di pasar reguler, investor kompak melego saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) senilai Rp54,96 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp49,60 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp27,97 miliar. Meski demikian, investor asing di pasar reguler tetap melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,35 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk pun tak luput dari aksi jual investor. Nilai saham bank berkapitalisasi jumbo ini sempat berhasil naik 6,38% pada Kamis. Namun, tekanan aksi jual pada hari ini sukses bikin harga BBCA amblas 3,34% di hari ini.

Namun, analis mengatakan bahwa koreksi IHSG atas aksi profit taking adalah hal wajar dari hijaunya IHSG dua hari ke belakang. Bahkan, analis memprediksi IHSG masih akan terkoreksi sepanjang Oktober karena aksi window dressing jelang akhir tahun.

Sentimen Positif Ekonomi Gagal Dongkrak IHSG

IHSG harus terjerembab pada hari ini meski terdapat sentimen makroekonomi kuat yang seharusnya bisa menopang kinerja indeks domestik. Pada hari ini, IHS Markit merilis bahwa indeks manufaktur Indonesia (Purchasing Manufacturing Index) September di level 52,2, melonjak tajam dibanding 43,7 pada Agustus.

Data ini menjadi indikator bahwa produksi manufaktur dalam negeri sudah bergeliat. Sehingga, hal itu seharusnya menjadi embusan angin segar bagi kinerja keuangan emiten manufaktur.

Di waktu yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan September naik 1,6%. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa terjadi permintaan barang dan jasa domestik meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Bill Gates & Elon Musk Minggir Dulu! Ini Daftar 6 Triliuner yang Pernah Ada di Bumi!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img