Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Kena Profit Taking, IHSG Tiarap, Kripto Masih Berharap

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus pasrah “balik arah” ke zona merah setelah mencetak rekor dalam dua sesi perdagangan buruk. Sementara itu, nasib 11-12 juga dialami pasar aset kripto yang masih terpuruk.

Apa yang terjadi di kedua pasar tersebut hari ini? Simak ulasan lengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG Terjungkal Setelah Dua Hari ‘Di Atas Awan’

IHSG menutup sesi perdagangan Selasa (23/11) dengan bertengger di posisi 6.677,88 poin, melorot 0,68% dibanding sesi perdagangan sebelumnya.

Kuat dugaan, lunglainya IHSG kali ini disebabkan oleh aksi ambil untung investor. Maklum, dalam dua hari terakhir, sang indeks domestik sempat berada di pucuk sehingga mengundang pelaku pasar untuk merealisasikan labanya.

Selain itu, pelemahan IHSG juga disinyalir terjadi akibat sikap pelaku pasar yang ragu-ragu membenamkan dana di pasar modal. Penyebabnya adalah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menominasikan kembali Jerome Powell sebagai Ketua The Fed untuk periode ke-dua.

Investor menangkap sinyal bahwa kebijakan Powell untuk melakukan tapering dan pengetatan suku bunga acuan masih akan sesuai rencananya. Implikasinya, nilai Dolar AS menguat dan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terdongkrak, sehingga investor agak angin-anginan masuk ke pasar modal.

Ironisnya, pelemahan IHSG terjadi di tengah berbagai sentimen positif dari dalam negeri. Salah satunya datang dari lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings yang masih mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil. Peringkat itu disematkan lantaran Indonesia diprediksi punya prospek pertumbuhan ekonomi mumpuni, sehingga bisa menekan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ke depan.

Data lainnya datang dari Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan bahwa jumlah uang beredar bertumbuh 10,4% dalam setahun. Data tersebut mengindikasikan bahwa ekonomi bergerak dan masyarakat tidak ragu-ragu untuk konsumsi.

Namun, tetap saja, dua kabar baik tersebut tidak mampu menahan aksi jual yang dilakukan investor.

Baca juga: Apa Itu Obligasi?

Saham Bank Tenggelam, Nasib IHSG Jadi Kelam

Pada hari ini, investor asing mencatat nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp142,23 miliar di pasar reguler. Kelihatannya, mereka tengah getol menjual saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar jumbo.

Investor asing terpantau melepas saham PT Bank Rakyat Indonesa Tbk (BBRI) sebesar Rp132 miliar dan membuat harga sahamnya amblas 1,64% ke level Rp4.210 per saham.

Selain BBRI, saham bank jumbo lainnya seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ikut tiarap 2,72% ke level Rp7.150 per saham. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga menyusul dengan anjlok 2,44% ke level Rp7.000 per saham.

Sementara itu, nilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hanya jalan di tempat di level yang sama saat pembukaan, yakni Rp7.475 per saham.

Ternyata, tak hanya saham bank jumbo saja yang babak belur. Saham-saham bank mini ternyata juga ikutan tergusur.

Tengok saja nilai saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang hari ini terjerembab 5,16% ke level Rp14.700 per saham. Kemudian, terdapat pula saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) yang juga ikut luruh 3,64% ke level Rp212 per saham.

PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) juga senasib dengan ambruk 6,14% ke level Rp3.210 per saham. Perseroan tersebut kemudian diikuti PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (BCIC) yang nilai sahamnya susut 6,87% ke level Rp244 per saham.

Nasib baik justru dialami oleh saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang pada hari ini mencatatkan net foreign buy masing-masing sebesar Rp62,6 miliar dan Rp61,8 miliar.

Tak Cuma IHSG, Aset Kripto Pun Betah di Zona Merah

Investor kripto nampaknya masih terpaksa gigit jari sepanjang hari ini. Sebab, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar jumbo sejagat masih terlihat betah nongkrong di zona merah.

Melansir Coinmarketcap, BItcoin (BTC) luntur 0,88% selama sehari ke level US$56.865,23, atau terkoreksi 5,79% selama sepekan terakhir.

Solana (SOL) juga bernasib serupa. Dalam sehari terakhir, harga SOL sudah terkoreksi 1,99% ke level US$212,99. Sementara Cardano (ADA) masih belum mampu untuk bangkit dan tersungkur 1,98% dalam sehari ke level US$1,78.

Pasar kripto sepertinya masih mendung akibat efek dari regulasi anyar AS. Menurut UU Pendanaan Infrastruktur AS, kini perusahaan broker kripto wajib melaporkan transaksi aset digital di atas US$10.000 kepada Internal Revenue Service (IRS).

Baca juga: Diminta Kembali Jadi Bos The Fed, Simak 5 Fakta Unik Jerome Powell!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img