Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Amblas ke Bawah US$1.800 Gara-Gara The Fed

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Jumat (18/6) pukul 09.00 WIB, menanjak 0,47% ke US$1.781,87 per ons. Penguatan tipis juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,53% ke US$1.784,2 per ons.

Dengan demikian, maka harga logam mulia telah tersungkur ke titik terendahnya dalam sebulan terakhir. Bahkan, kembali menembus di bawah US$1.800 per ons.

Secara umum, pelemahan harga emas hari ini disebabkan oleh menguatnya dua musuh sengit emas, yakni nilai dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS.

Di Jumat pagi, yield obligasi AS dengan tenor 10 tahun masih berjaya di angka 1,5%.  Menguatnya yield tersebut membuat investor kembali berpaling dari emas dan kembali menyeruduk pasar obligasi.

Alhasil, permintaan emas melemah, dan ikut mengerek turun harganya. Penjelasan lengkap tentang hubungan harga emas dan yield obligasi pemerintah bisa dibaca di artikel berikut.

Sementara itu, dolar AS pagi ini menyentuh 91,85, atau menguat tajam dibanding kemarin 91,35.

Menguatnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas melorot, dan kemudian menyeret harganya turun ke bawah.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Anjlok Setelah Pengumuman Suku Bunga The Fed

Harga Emas Hari Ini Amblas ke Bawah US$1.800 Gara-Gara The Fed, Pluang

Sentimen Utama Harga Emas Hari ini

Pelemahan harga emas hari ini masih disebabkan oleh reaksi investor setelah bank sentral AS, The Fed, mengumumkan hasil rapat bulanannya pada Rabu (16/6) waktu setempat.

Dalam rapat itu, otoritas moneter itu mengatakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di angka 0%. Namun, pejabat bank sentral AS tersebut mengatakan bahwa suku bunga acuan akan naik paling cepat 2023 mendatang. Bahkan, kenaikan itu diprediksi akan sebanyak dua kali.

Dengan demikian, The Fed mengkoreksi janjinya yang terlontar pada Maret lalu. Pada saat itu, bank sentral AS berjanji tidak akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya hingga 2024 mendatang.

Alhasil, investor mulai menjauhi emas dan memutuskan menggenggam instrumen yang mampu mendulang cuan saat rezim suku bunga acuan meningkat. Yakni, obligasi pemerintah AS.

Sentimen lain yang mempengaruhi harga logam mulia hari ini adalah potensi meredanya tensi geopolitik antara dua kekuatan ekonomi dunia. Yakni, Amerika Serikat dan China.

Dikutip Reuters, salah satu pejabat AS mengatakan bahwa pemerintah AS akan mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping. Keduanya diharapkan akan membahas beberapa isu yang selama ini menjadi perhatian kedua negara, termasuk isu hak asasi manusia.

Baca juga: Sinyal Tapering The Fed Menguat, Harga Emas Kian Tergelincir

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img