Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Melemah di Tengah Maraknya Sentimen Positif

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Senin (19/7) pukul 09.30 WIB, menguat 0,09% ke US$1.813,68 per ons. Sementara itu, harga emas di pasar COMEX justru melemah 0,05% ke US$1.814,1 per ons di waktu yang sama.

Meski pergerakannya bervariasi, sejatinya harga emas kian merosot dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Pelemahan ini terjadi meski dua musuh bebuyutan emas, yakni nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi AS, sama-sama melemah.

Pagi hari ini, nilai indeks dolar AS berada di posisi 92,74 atau melemah dari posisi 95,27 pada akhir pekan lalu. Melemahnya nilai dolar AS seharusnya membuat harga emas relatif lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas pun akan meningkat dan mendorong laju harga emas.

Di sisi lain, yield obligasi AS bertenor 10 tahun berada di level 1,28% atau terjun dari posisi akhir pekan lalu 1,315%. Kondisi ini seharusnya bikin investor berpaling dari obligasi dan mulai kembali menggenggam emas. Sebab, opportunity cost menggenggam obligasi menjadi meningkat di saat yield menguat.

Baca juga: Harga Emas Stagnan Seiring Sikap Hawkish Bos The Fed

Harga Emas Hari Ini Melemah di Tengah Maraknya Sentimen Positif, Pluang

Sentimen Utama Harga Emas Hari Ini

Meski melemah di awal pekan, sejatinya harga emas diprediksi tetap akan berkibar pada hari ini. Salah satu sentimen utamanya adalah reaksi investor atas sikap bank sentral AS yang masih bersikap dovish terhadap kebijakan moneter yang ditempuh ke depan.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres AS pada Rabu (14/7), Powell berujar bahwa tingkat inflasi diperkirakan akan bergerak ke arah yang moderat dalam beberapa bulan mendatang. Meski memang, tingkat inflasi AS dalam jangka pendek masih meledak-ledak, seperti yang terjadi tiga bulan belakangan.

Komentar yang sama juga ia lontarkan sehari kemudian, Kamis (15/7), dengan mengatakan bahwa The Fed sebenarnya cukup “cemas” dengan inflasi yang tinggi. Namun, otoritas moneter itu masih belum mau mengubah arah kebijakan moneternya. Bahkan, ia mengatakan bahwa saat ini adalah periode yang “terlalu cepat” untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Selain itu, investor pun kini mulai menggandrungi emas sebagai aset safe haven. Alasannya, pelaku pasar khawatir bahwa penyebaran COVID-19 varian Delta yang kian merajalela akan bikin ekonomi dunia kembali mengalami “mati lampu”.

Menurut data Reuters per 19 Juli 2021, sebanyak 190,45 juta orang telah terinfeksi varian penyakit berbahaya tersebut, di mana 4,25 juta di antaranya telah meninggal dunia.

Baca juga: Harga Emas Meroket Setelah Bos The Fed Lontarkan Sikap ‘Dovish’

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img