Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Lesu Seiring Antisipasi The Fed & Data Tenaga Kerja

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Rabu (30/6) pukul 08.00 WIB, melemah 0,1% ke US$1.759,46 ons. Pelemahan juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,12% ke US$1.761,5 per ons.

Melemahnya harga logam mulia disebabkan oleh semakin perkasanya nilai dolar AS. Pada pagi hari ini, indeks dolar AS berada di titik 92,07 atau meningkat dibanding 91,90 pada Selasa (29/6).

Menguatnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggenggam emas. Sehingga, permintaan emas akan melemah.

Sementara itu, musuh bebuyutan emas lainnya yakni tingkat imbal hasil obligasi AS justru semakin melemah. Pagi hari ini, yield obligasi AS bertenor 10 tahun berada di level 1,47%, atau menurun tipis dibanding kemarin yakni 1,48%.

Kondisi ini bikin investor berpaling dari obligasi AS dan mulai kembali menggenggam emas. Sebab, opportunity cost menggenggam obligasi menjadi meningkat di saat yield turun.

Baca juga: Harga Emas Stagnan di Tengah Kebijakan The Fed dan Varian Baru COVID-19

Harga Emas Hari Ini Lesu Seiring Antisipasi The Fed & Data Tenaga Kerja, Pluang

Sentimen Utama Harga Emas Hari Ini

Lesunya harga emas hari ini disebabkan oleh antisipasi investor akan dua hal. Yang pertama, investor menanti kelanjutan rencana bank sentral Amerika Serikat The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Sepekan terakhir, investor dibuat bingung dengan langkah The Fed.

Dua pekan lalu, The Fed mengatakan akan menaikkan suku bunga acuan Fed Rate sebanyak dua kali pada 2023 mendatang. Namun, sepekan kemudian, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed masih akan melanjutkan kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan dan pro-penyerapan tenaga kerja.

Seolah-olah tak cukup dibuat puyeng dengan dua pernyataan tersebut, investor kemudian harus dibikin pusing dengan ucapan tiga pejabat The Fed. Mereka semua mengatakan bahwa inflasi akan terjadi dengan cepat sehingga pengetatan kebijakan moneter harus dilakukan.

Pernyataan baru dari The Fed muncul pada Selasa kemarin. Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan bahwa ia sangat optimistis dengan pertumbuhan ekonomi AS. Namun, ia menolak untuk berkomentar apakah The Fed memang harus segera menaikkan suku bunga acuan.

Selain menunggu langkah pasti The Fed, investor pun menanti data Ketenagakerjaan yang sedianya dirilis pada akhir pekan ini. Menurut polling yang dilakukan Reuters, angka tenaga kerja baru pada Juni diperkirakan naik 690.000, atau melesat dibanding Mei yakni 559.000.

Jika memang ekspektasi tersebut jitu, maka harga emas diramal menuju pekan terburuknya sejak November 2016.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Masih Suam-Suam Kuku Akibat Sikap The Fed

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img