Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Tembus US$1.800 Berkat Buruknya Data Sektor Jasa AS

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Rabu (8/7) pukul 09.00 WIB, menguat 0,22% ke US$1.801 per ons. Sementara itu, harga emas di pasar COMEX juga menguat 0,49% ke US$1.803 per ons di waktu yang sama.

Dengan demikian, harga emas telah kembali ke level US$1.800 per ons setelah dua pekan berada di kisaran US$1.700 per ons.

Penguatan harga emas kali ini disebabkan oleh melemahnya tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Pagi hari ini, yield obligasi AS bertenor 10 tahun berada di level 1,35%, atau anjlok dibanding 1,44% pada Selasa.

Kondisi ini bikin investor berpaling dari obligasi dan mulai kembali menggenggam emas. Sebab, opportunity cost menggenggam obligasi menjadi meningkat di saat yield melemah.

Namun di sisi lain, musuh sengit emas lainnya yakni nilai dolar AS justru menguat. Pagi hari ini, indeks dolar AS berada di titik 92,52 atau melemah dibanding Selasa yakni 92,2.

Menguatnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggenggam emas. Sehingga, permintaan emas akan pun akan tertahan dan menahan laju harga emas.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Menanjak Seiring Antisipasi Risalah Rapat The Fed

Harga Emas Tembus US$1.800 Berkat Buruknya Data Sektor Jasa AS, Pluang

Sentimen Utama Harga Emas Hari Ini

Melemahnya tingkat imbal hasil obligasi AS, yang berdampak pada penguatan harga logam mulia, disebabkan oleh reaksi investor atas data terbaru mengenai kondisi ekonomi negara adidaya tersebut.

Sebuah survey yang dilakukan Institute for Supply Management (ISM) menemukan bahwa tingkat optimisme sektor jasa AS menurun dari 64% di Mei menuju 60,1% di Juni. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi analis Dow Jones dan The Wall Street Journal yang berharap indeks tersebut ada di angka 63,3%.

Kondisi tersebut terjadi bukan karena rendahnya permintaan. Namun, justru karena minimnya penyerapan tenaga kerja dan juga kelangkaan bahan baku demi mengakomodasi kenaikan permintaan yang terjadi selama ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi AS ternyata belum sekencang yang diharapkan sebelumnya. Data tersebut juga mengonfirmasi bahwa kenaikan penyerapan tenaga kerja di Juni lalu pun belum diimbangi dengan perbaikan keseimbangan di pasar tenaga kerja.

Alhasil, investor pun mulai kembali melirik emas sebagai antisipasi atas belum pulihnya ekonomi di negara Paman Sam tersebut.

Namun, laju harga emas masih tertahan oleh sikap wait-and-see investor atas rilis risalah rapat FOMC The Fed yang sedianya akan dirilis Rabu (7/7) waktu setempat.

Risalah ini ditunggu investor demi mendapatkan kejelasan dari bank sentral AS tersebut terkait kebijakan moneter ke depan. Utamanya, kepastian terkait kenaikan suku bunga acuan Fed Rate sebanyak dua kali pada 2023 mendatang.

Selama dua pekan terakhir, pelaku pasar diombang-ambing oleh sikap The Fed yang seolah masih bingung dalam menerka arah kebijakan moneternya.

Pada rapat FOMC Rabu (16/6), The Fed mengatakan akan menaikkan suku bunga acuan Fed Rate sebanyak dua kali pada 2023 mendatang. Namun, sepekan kemudian, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed masih akan melanjutkan kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan dan pro-penyerapan tenaga kerja.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img