Currently set to Index
Currently set to Follow

Tiga Alasan Ini Bisa Bikin Harga Ethereum Tembus Rp28 Juta Tahun Ini

Harga ethereum baru-baru ini bikin kaget investor aset kripto. Ethereum mencetak harga rekor tertingginya selama dua pekan berturut-turut, kejadian yang jarang dialami oleh mata uang kripto tersebut.

Pada pekan lalu, harga Ethereum menembus US$1439,33 per keping. Seolah tak puas, harganya mencetak rekor lagi pada Senin kemarin di angka US$1.454 per keping. Kedua titik ini merupakan harga Ethereum tertinggi sejak 13 Januari 2018 lalu.

Namun, keperkasaan Ethereum tak hanya berhenti sampai situ saja. Masih ada harapan bahwa harga aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kedua ini pun menyentuh US$2.000 per keping, atau sekitar Rp28 juta. Kondisi tersebut akan didorong oleh ketiga hal ini:

Baca juga: Ini Penjelasan Dasar-dasar Protokol Ethereum 2.0

1. CME Ethereum Futures akan Pengaruhi Harga Ethereum

Platform derivatif terbesar di dunia, Chicago Mercantile Exchange (CME) secara terbuka mengumumkan pada 16 Desember untuk meluncurkan Ethereum futures pada 8 Februari. Hal tersebut bisa dilakukan jika CME menerima persetujuan peraturan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).

Adapun, produk derivatif pada dasarnya adalah kontrak perdagangan yang memungkinkan investor untuk bertaruh pada harga masa depan dari aset yang mendasarinya tanpa harus benar-benar memilikinya.

Produk keuangan baru ini hadir setelah tiga tahun lalu bursa meluncurkan bursa berjangka Bitcoin. Produk ini sendiri kini menjadi produk berjangka yang paling banyak diperdagangkan di dunia selama lebih dari 20% dari semua kontrak terbuka.

Kehadiran bursa berjangka Ethereum tentu akan mendongkrak harganya. Ini juga akan membawa kematangan bagi pasar kripto dan menawarkan potensi likuiditas yang lebih besar bagi aset kripto.

Hal ini akan memberikan investor institusional kesempatan untuk melindungi posisi spot. Artinya, risiko investasi secara keseluruhan pun akan berkurang, dan pada gilirannya membuat Ethereum menjadi investasi yang jauh lebih menarik.

Banner Blog Pluang

2. Ether Burning dan Biaya yang Dapat Diprediksi

Setiap tindakan yang dilakukan pada aplikasi atau protokol terdesentralisasi berbasis Ethereum (dApps). Artinya, akan diperlukan biaya bagi penambang dalam proses “pencangkulan” Ethereum. Saat ini, biaya transaksi ditentukan melalui sistem gaya lelang. Pengguna memasang biaya tertinggi untuk transaksinya dapat diproses paling cepat oleh penambang.

Akan tetapi, sistem tersebut menimbulkan sejumlah masalah. Diantaranya, munculnya biaya yang tidak terduga atau sistem yang sering mengalami kemacetan parah ketika ada lonjakan aktivitas perdagangan.

Namun, kondisi-kondisi tak mengenakkan itu segera sirna dengan kehadiran perbaharuan sistem bernama EIP 1559 yang dicetuskan oleh Vitalik Buterin, Eric Corner, Ian Norden, RIck Dudley, dan Matthew Slipper.

Di dalam setiap transaksi, sistem EIP 1559 akan menyarankan investor untuk membayar biaya “penambangan” berdasarkan sistem algoritma, bukan dengan lelang lagi. Jumlah biaya ini disebut dengan BASEFEE.

BASEFEE bertujuan untuk memperkenalkan biaya seragam di semua platform dan layanan ethereum-sentris yang naik-turunnya tergantung pada aktivitas jaringan. Ini berarti tidak ada lagi perbedaan biaya antara dompet ERC-20 yang kompatibel, protokol, dan pertukaran. Namun, EIP menyertakan opsi bagi pengguna untuk memberi tip kepada penambang jika mereka ingin transaksi diproses lebih cepat.

Fungsi kedua dari EIP 1559, dan merupakan dampak terbesar, adalah pengenalan burning ethereum. Burning di sini berarti sepenuhnya menghilangkan token dari keberadaannya, menyebabkan pengurangan suplai yang beredar.

EIP 1559 berencana untuk membakar BASEFEE sehingga sebagian besar harga Ethereum yang diterapkan untuk proses transaksi dihancurkan dan tidak diberikan ke validator jaringan.

Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

3. Peluncuran Ethereum 2.0 Tahap 1

Ethereum sedang dalam proses transisi dari blockchain Proof-of-Work menuju sistem mekanisme konsensus Proof-of-Stake. Tujuannya adalah untuk menjadikannya platform yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih terukur.

Ada empat fase terpisah untuk peningkatan Ethereum 2.0, yakni Fase 0, Fase 1, Fase 1,5, dan Fase 2. Masing-masing meletakkan dasar teknis untuk fase berikutnya hingga fase akhir selesai.

Fase 0 ditayangkan pada 1 Desember 2020, dengan melihat implementasi Beacon Chain, yakni lapisan blockchain baru yang akan mengoordinasikan aktivitas antara rantai pecahan Ethereum tersendiri.

Fase 1 adalah tahap selanjutnya dalam pengembangan Ethereum yang barangkali dapat pengaruhi harga Ethereum. Pada fase ini, akan diluncurkan 64 rantai pecahan. Semua aktivitas transaksi di seluruh jaringan pada akhirnya akan dibagi dan diproses oleh blockchain terpisah ini.

Manfaat dari sistem baru ini adalah bahwa transaksi tidak perlu divalidasi oleh semua jaringan, hanya cukup dengan satu rantai pecahan saja. Ini akan sangat mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengonfirmasi transaksi, dan ini berarti keseluruhan jaringan akan mampu menangani volume yang jauh lebih tinggi. Dan ini dapat dilakukan tanpa mengalami tingkat kemacetan yang terjadi saat ini.

Meski belum ada tanggal pasti untuk peluncuran Fase 1, tanggalnya diprediksikan akan tiba sekitar tahun ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Coin Desk

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img