Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar : IHSG Raup Berkah dari Pelonggaran PPKM

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di level 6.129,05 poin pada penutupan perdagangan Selasa (14/9), atau menanjak 0,67% dibandingkan posisi pembukaan perdagangan hari ini. Dengan demikian, maka IHSG berhasil bertahan di zona hijau selama dua hari berturut-turut.

Lantas, apa yang terjadi di pasar saham domestik hari ini?

Landainya Kasus COVID-19 Bikin IHSG Terbang

Beberapa analis mengatakan, penguatan nilai IHSG pada hari ini dipicu oleh reaksi investor terhadap jumlah kasus baru harian COVID-19 di Indonesia yang kian melandai. Ya, rata-rata penambahan kasus harian COVID-19 baru pada September turun 93% dibandingkan puncak penyebaran COVID-19 Delta pada Juli lalu.

Melandainya jumlah kasus baru harian COVID-19 bikin investor yakin bahwa kegiatan ekonomi domestik akan berjalan normal kembali. Jika ekonomi berjalan seperti sediakala, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III bisa terselamatkan. Kemudian, jika ekonomi bertumbuh, maka investor tentu kian selera membenamkan dana di pasar modal.

Optimisme investor juga berhulu dari keputusan pemerintah pada Senin (13/9) yang kembali memperlonggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Adapun salah satu pelonggaran tersebut adalah memperbolehkan kembali masyarakat untuk menonton film di bioskop. Selain itu, lokasi wisata juga diperkenankan beroperasi kembali meski dengan protokol kesehatan ketat.

Alhasil, sinyal tersebut direspons positif pelaku pasar. Nilai transaksi di bursa saham domestik hari ini tercatat Rp14,92 triliun sementara investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net buy) sebesar Rp444,2 miliar.

Beberapa saham yang diborong oleh asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masing-masing mencatatkan net buy asing sebesar Rp236,2 miliar dan Rp95,7 miliar.

Sementara saham yang banyak dilego asing adalah saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebanyak Rp103,2 miliar. Tak heran, jika nilai saham ANTM hari ini terkoreksi 1,2% ke level Rp2.470 per saham.

Padahal secara kinerja, Antam sukses membukukan peningkatan volume produksi bijih nikel unaudited sebesar 5,34 juta wet metric ton (wmt) dan juga volume penjualan emas mencapai 13.341 kilogram (kg).

Perusahaan Wisata Kecipratan Berkah PPKM 

Pelonggaran PPKM pemerintah pun sukses mendongkrak saham perusahaan yang bergerak di bisnis pariwisata. Contohnya adalah saham milik PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang masuk dalam top gainers perdagangan saham hari ini dengan membukukan kenaikan nilai 34,76% ke level Rp252 per saham. WEHA diketahui merupakan pemilik White Horse Group, penyedia Bus Pariwisata terkemuka di tanah air.

Hal itu diikuti oleh saham PT Pool Advista Finance Tbk (POOL) yang juga naik 34,72% ke level Rp194 per saham dan saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) yang mengekor dengan kenaikan harga saham 34,38% menjadi Rp258 per saham.

Baca juga: Pasar Sepekan: IHSG dan Emas Bertahan dalam Gelombang Tapering

Sektor Konstruksi Bergairah

Selain itu, menghijaunya indeks saham juga dipengaruhi oleh data yang dirlis oleh Indonesia Investment authority (INA). Lembaga investasi milik negara yang baru saja berdiri itu menyatakan bahwa ada beberapa investor yang berminat menanamkan modal di sektor infrastruktur tanah air.

Sontak, sektor saham yang selama ini didominasi oleh BUMN Karya itu menggeliat. Hingga akhir perdagangan, saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berhasil naik 2,45% ke level Rp835 per saham. Seakan tidak mau kalah, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) juga ikut naik 2,88% ke level Rp143 per saham.

Saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga sempat bergerak kencang di sesi I perdagangan. Sebelum ditutup menguat 1,47% ke level Rp1.035 per saham, WIKA sempat menyentuh level Rp1.070 per saham.

Meskipun begitu, sentimen tersebut sepertinya tidak berpengaruh terhadap saham PT Waskita Karya (persero) Tbk (WSKT). Investor nampaknya menyoroti tumpukan utang perseroan yang mencapai Rp90 triliun, sehingga menghambat pergerakan saham perusahaan yang selama ini berfokus di pembangunan jalan tol dan juga proyek konstruksi massal lainnya.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Ambruk Terkena ‘Badai’ Inflasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img