Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Pingsan Dihajar Hantu Tapering

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok pada Kamis (19/8). Sementara itu, harga emas malah stagnan di saat yang sama. Apa sebenarnya yang terjadi pada pasar pekan ini?

IHSG Tumbang 2% Akibat Wacana Tapering

Nilai IHSG pada Kamis (19/9) ditutup di level 5.992,32 poin, alias amblas 2,06% dibanding posisi awal perdagangan.

Analis mengatakan bahwa penurunan nilai IHSG hari ini disebabkan oleh ketakutan pelaku pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan melancarkan aksi tapering pada tahun ini.

Kemarin malam, The Fed merilis hasil risalah rapat (minutes of meeting) Juli dan menyebutkan bahwa otoritas moneter itu akan mengurangi pembelian instrumen utang pada tahun ini. Di dalam dokumen tersebut, The Fed merasa bahwa ekonomi sudah berjalan sesuai ekspektasi sehingga sebagian pejabat bank sentral itu merasa bahwa tapering perlu segera dilakukan.

Saat ini nilai quantitative easing (QE) mencapai US$120 miliar per bulan. Nah, jika tapering sudah dijalankan, maka The Fed akan mengurangi pembelian instrumen utang senilai total US$15 miliar.

Lantas, apa hubungannya tapering dengan kondisi pasar modal tanah air?

Setelah tapering, biasanya The Fed tidak lama lagi akan mengerek suku bunga acuannya. Kondisi itu akan bikin suku bunga tabungan dan pinjaman meningkat. Alhasil, arus modal keluar (capital outflow) pun terjadi, dolar AS pun pulang kampung ke negara asalnya.

Sementara itu, sentimen positif malah mengalir dari dalam negeri, salah satunya berasal dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Dalam rapat tersebut, dewan gubernur BI menyepakati suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate berada di angka 3,5%.

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Pingsan Dihajar Hantu Tapering, Pluang

Harga Emas Stagnan

Seperti IHSG, nasib mujur nampaknya juga tidak berpihak pada emas hari ini. Pada Kamis (19/8) pukul 17.00 WIB, harga emas spot stagnan di angka US$1.788,3 per ons, alias bergeming dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya.

Stagnannya harga emas terjadi lantaran imbangnya aksi jual dan beli emas di pasar spot.

Di satu sisi, terdapat investor melepas logam mulia demi dolar AS. Aksi itu dilakukan setelah bank sentral AS The Fed merilis risalah rapat Juli pada Rabu (18/8). Di mana, risalah itu merinci niat The Fed untuk mempersiapkan kebijakan tapering.

Kebijakan tapering akan mengurangi jumlah dolar AS beredar. Akibatnya, nilai tukar dolar AS akan menguat melawan beberapa mata uang lainnya. Faktor tersebut tentu bikin investor kian tergugah menggenggam dolar AS ketimbang logam mulia.

Di samping itu, kenaikan dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga permintaan emas melorot, dan kemudian melunturkan harganya.

Namun di sisi lain, terdapat pula investor yang malah mengoleksi emas sehingga menahan laju penurunan harga emas. Alasannya, mereka mengantisipasi penutupan kegiatan ekonomi akibat merebaknya COVID-19 varian Delta.

Penutupan kegiatan ekonomi akan berdampak ke perlambatan pertumbuhan ekonomi. Di masa-masa seperti itu, investor tidak bisa mendulang cuan yang tinggi dari investasi di aset berisiko seperti saham. Akibatnya, mereka beralih menempatkan uang di aset aman seperti emas.

Baca juga: Arah Indeks Saham AS Pekan Ini Menanti Harap-Harap Cemas Sikap The Fed

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img