Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Terbang Berkat Sikap Dovish The Fed

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung di awal pekan. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pergerakan harga emas.

Apa yang sebenarnya terjadi pada pasar hari ini? Sobat Cuan bisa membaca penjelasan lengkapnya di rangkuman pasar berikut.

IHSG Terbang di Awal Pekan

Nilai IHSG pada penutupan perdagangan hari ini berada di level 6.144,9 poin, alias ngegas 1,71% dibanding pembukaan perdagangan.

Beberapa analis mengatakan, penguatan IHSG hari ini disebabkan oleh reaksi investor atas sikap bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang diumumkan pada simposium nasional Jumat (27/8) lalu.

Dalam pertemuan itu, The Fed akhirnya memberikan titik terang soal jadwal pelaksanaan tapering, yakni di tahun ini. Hal itu melegakan pelaku pasar lantaran mereka sebelumnya tampak mengkhawatirkan kejelasan jadwal kebijakan tapering ketimbang langkah itu sendiri.

Beberapa analis mengatakan bahwa investor sudah lebih percaya diri menghadapi tapering yang akan kembali terjadi setelah terakhir dilakukan di 2013 silam. Pasalnya, pemerintah Indonesia beserta Bank Indonesia juga sudah melakukan beberapa langkah antisipatif untuk mengurangi dampaknya.

Adapun beberapa upaya yang dilakukan antara lain melakukan stress test hingga mengeluarkan beberapa surat utang pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Pelaku pasar sebelumnya khawatir bahwa tapering akan menghantam kinerja pasar modal Indonesia. Apa alasannya?

Tapering adalah kondisi di mana The Fed mulai mengurangi pembelian surat berharganya. Hal itu akan mengetatkan jumlah Dolar AS beredar dan mengerek naik nilai Dolar AS. Akibatnya, investor akan lebih tertarik menggenggam Dolar AS dan melepas instrumen pasar modal, arus modal keluar pun tak tertahankan.

Di samping itu, pelaku pasar juga mengapresiasi langkah The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga pada tahun ini, sehingga pasar menjadi lebih percaya diri menghadapi langkah besar yang akan dijalankan oleh Bank Sentral Amerika Serikat.

Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek suku bunga pinjaman perbankan. Sehingga, investor akan lebih memilih menempatkan dananya di perbankan ketimbang menaruhnya di pasar modal.

Hal lain yang menjadi katalis dalam pergerakan IHSG adalah optimisme pasar terkait langkah pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19. Sudah dimulainya sekolah tatap muka secara terbatas merupakan tanda bahwa pemulihan ekonomi dan kebangkitan Indonesia dari pandemi sudah berada di jalur yang tepat.

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Terbang Berkat Sikap Dovish The Fed, Pluang

Ringkasan Saham Hari Ini

Beberapa saham yang big caps alias saham dengan kapitalisasi jumbo seperti PT Astra International Tbk (ASII) juga bangkit dan membukukan peningkatan 4,46%. Tidak mau ketinggalan, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga ikut naik 3,36% dalam perdagangan hari ini.

Saham-saham BUMN konstruksi juga seakan menangkap sinyal positif tersebut, di mana empat saham konstuksi pelat merah itu kompak menguat. Penguatan dipimpin oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang melesat 7,1%.

Adapun saham-saham yang membukukan kenaikan tertinggi alias top gainers pada perdagangan hari ini diisi oleh

  1. PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) (tumbuh 25%)
  2. PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) (tumbuh 24,6%
  3. PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) (tumbuh 24,35%)

Di sisi lain, saham yang mencatat persentase penurunan terparah hari ini adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 9,70%)
  2. PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) (turun 6,98%)
  3. PT Indointernet Tbk (turun 6,95%)

Kemudian, saham yang paling aktif diperdagangan dari sisi frekuensi adalah saham milik:

  1. PT MNC Bank Tbk (BABP) (38.556 kali)
  2. PT PAM Mineral Tbk (NICL) (31.488 kali)
  3. PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) (30.853 kali)

Sama Seperti IHSG, Harga Emas Ikut Meroket

Nasib IHSG yang mujur juga dialami emas. Pada Senin (30/8) pukul 17.00 WIB, harga emas bertengger di posisi US$1.815,41 atau naik 1,16% dibanding waktu yang sama pada Jumat (27/8).

Penguatan harga emas hari ini disebabkan oleh reaksi pelaku pasar yang kembali merangsek masuk pasar emas setelah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, melancarkan sikap dovish yang ditunjukkan pada simposium nasional di Jackson Hole, Jumat (27/8).

Di pertemuan tersebut, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa otoritas moneter tersebut akan melaksanakan kebijakan tapering pada tahun ini.

Langkah The Fed tersebut seharusnya bikin investor menjauhi emas. Sebab, dalam melaksanakan tapering, maka The Fed akan mengurangi pembelian instrumen berharganya. Akibatnya, jumlah Dolar AS beredar akan mengetat dan nilai tukar Dolar AS akan menguat terhadap mata uang lainnya. Di saat seperti itu, pelaku pasar cenderung memilih melepas emas demi Dolar AS.

Di samping itu, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi dengan mata uang tersebut. Akibatnya, permintaan emas melorot dan harganya pun merosot.

Namun, di kesempatan yang sama, Powell mengatakan bahwa The Fed belum berencana untuk menaikkan suku bunga acuan. Pernyataan itu bikin lega pelaku pasar dan kembali pede masuk ke pasar emas.

Sekadar informasi, kenaikan suku bunga acuan akan mengerek suku bunga simpanan. Sehingga, pelaku pasar akan memilih menyimpan uangnya di bank demi mendulang cuan ketimbang menempatkannya di emas, sebuah instrumen investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil periodik.

Meski menguat di awal pekan, harga emas sejatinya sempat terkoreksi hari ini karena langkah dovish The Fed bikin pelaku pasar meninggalkan emas dan kembali bertaruh di pasar modal.

Hal itu tercermin dari kenaikan indeks S&P 500 sebesar 0,78% ketika mengawali sesi perdagangan hari ini. Indeks Dow Jones mengalami hal serupa dengan loncat 0,69% di hari yang sama.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img