Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar : IHSG dan Emas Kompak Stagnan Hari ini

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga emas sama-sama flat pada perdagangan Selasa (31/8). Apa sebenarnya yang terjadi dengan pasar pada hari ini? Sobat Cuan bisa menyimak rangkuman pasar berikut.

IHSG Ditutup Stagnan

Nilai IHSG bertengger di level 6.150,29 poin pada penutupan perdagangan Selasa (31/8), menguat tipis 0,09% dibanding pembukaan perdagangan.

Beberapa analis mengatakan, pergerakan indeks yang cenderung datar ini sebenarnya sudah sesuai ekspektasi. Sebab, saat ini tidak ada satu katalis positif yang besar dan bikin investor makin tergugah menempatkan dana di pasar modal.

Sebenarnya, ada satu katalis positif yang mendorong pergerakan nilai IHSG hari ini, yakni keputusan pemerintah yang memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama sepekan mendatang. Meski memperpanjang PPKM, namun status PPKM di Jawa dan Bali kini sudah berada di level 3, sehingga bikin investor yakin bahwa pemerintah akan semakin melonggarkan pembatasan sosial.

Pelonggaran restriksi sosial akan membuka kembali kegiatan ekonomi. Hal tersebut akan berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan, yang merupakan salah satu dari aspek fundamental harga saham.

Hanya saja, pelaku pasar membutuhkan sentimen yang lebih kuat. Sehingga, mereka tampak masih mencari dan menunggu katalis lain yang meningkatkan hasrat mereka untuk masuk ke pasar saham.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Di Ujung Tanduk Gara-Gara Tapering

Rangkuman Kinerja Saham

Pada perdagangan hari ini, beberapa saham big caps di sektor perbankan terlihat mengalami tekanan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang nilainya terkoreksi 0,25% ke level Rp3.930 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang nilainya luntur 0,23% dan turun ke level Rp32.750 per saham.

Adapun, tiga saham yang mencatatkan pertumbuhan nilai tertinggi hari ini adalah:

  1. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) (tumbuh 34,62%)
  2. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) (tumbuh 25%)
  3. PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) yang (tumbuh 24,85%)

Sementara itu, saham yang mencatat penurunan nilai terbesar hari ini adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 7,44%)
  2. PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) (turun 6,99%)
  3. PT Triniti Dinamik Tbk (TRU) (turun 6,99%)

Sedangkan saham yang paling aktif diperdagangkan menurut frekuensinya pada hari ini adalah:

  1. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) (50.129 kali transaksi)
  2. PT MNC Investama Tbk (BHIT) (42.936 kali transaksi)
  3. PT Bukalapak Tbk (BUKA) (34.950 kali transaksi)

Rangkuman Pasar : IHSG dan Emas Kompak Stagnan Hari ini, Pluang

Ikuti Langkah IHSG, Harga Emas pun Stagnan

Nasib IHSG ikut dialami oleh harga emas. Harga sang logam mulia di pasar spot pada Selasa (31/8) pukul 17.00 WIB berada di posisi US$1.816,90 alias stagnan dibanding waktu yang sama kemarin.

Harga emas stagnan akibat sikap pelaku pasar yang terbelah. Terdapat beberapa pelaku pasar yang ingin menggenggam emas, namun ada sebagian lain yang cenderung melepas logam mulia.

Pelaku pasar yang mengumpulkan emas memanfaatkan pelemahan Dolar AS. Sekadar informasi, pelemahan nilai Dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih murah bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas bertambah dan harganya pun terkerek naik.

Namun, di saat yang bersamaan, terdapat pula pelaku pasar yang melepas emas lantaran lebih tertarik menempatkan dana di aset berisiko, utamanya pasar modal. Hal ini terlihat dari nilai indeks S&P 500 yang tumbuh 0,43% sepanjang perdagangan hari ini, begitu pun indeks Nasdaq yang tumbuh 0,9% di hari yang sama.

Baik pelemahan Dolar AS maupun selera investor yang mulai menggandrungi aset berisiko adalah dua bentuk reaksi pasar terhadap sikap moneter bank sentral AS The Fed yang diumumkan pada Jumat (27/8) lalu.

Pada simposium nasional The Fed akhir pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa otoritas moneter tersebut masih berniat menjalankan kebijakan tapering di tahun ini. Langkah The Fed tersebut memang dikhawatirkan akan mengetatkan jumlah Dolar AS beredar, sehingga nilai mata uang greenback tersebut akan terkerek naik.

Nah, di saat-saat seperti ini, investor tentu akan lebih tertarik menggenggam Dolar AS dan melepas emas.

Di samping itu, mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS akan membeli harga emas lebih mahal ketika nilai Dolar AS menanjak. Akibatnya, permintaan emas akan berkurang, harganya pun semakin terjengkang.

Namun, di saat bersamaan, Powell juga memastikan bahwa The Fed tidak akan mengerek suku bunga acuan selepas melancarkan tapering. Pernyataan ini bikin pelaku pasar tak jadi menggenggam Dolar AS dan kian selera berinvestasi di aset berisiko. Apa sebabnya?

Jika The Fed menaikkan suku bunga acuannya, maka suku bunga pinjaman juga akan ikut meningkat. Di saat-saat seperti ini, pelaku pasar lebih senang mendulang cuan dari produk jasa keuangan, seperti tabungan, ketimbang membenamkannya di pasar modal.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Terbang Berkat Sikap Dovish The Fed

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img