Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Masih Dibayangi Hantu Tapering

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lunglai di akhir pekan lantaran kekhawatiran tapering menghantui benak pelaku pasar hari ini. Sementara itu, harga emas terbilang adem ayem meski diterjang sentimen serupa.

Sobat Cuan bisa menyimak penjelasan selengkapnya di rangkuman pasar berikut.

IHSG Anjlok Menjelang Simposium Nasional The Fed

Nilai IHSG bertengger di posisi 6.041,36 pada penutupan perdagangan, Jumat (27/8), atau melemah 0,28% dibanding posisi pembukaan perdagangan.

Beberapa analis mengatakan, pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang masih ragu-ragu menginjakkan kaki di pasar modal. Sebab, mereka memilih untuk menanti (wait and see) keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, terkait wacana tapering.

Pelaku pasar meyakini bahwa ketua The Fed, Jerome Powell, akan mengutarakan niat tersebut di dalam simposium nasional The Fed di Jackson Hole yang rencananya akan berlangsung hari ini. Sebelumnya, The Fed telah berulang kali menegaskan keinginan tapering di dalam rapat FOMC beberapa bulan belakangan.

Niatan The Fed untuk melancarkan tapering akan menyakiti pasar modal domestik. Apa alasannya?

Tapering adalah langkah The Fed untuk mengurangi pembelian instrumen surat berharga setelah tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi negara adidaya AS itu bertumbuh. Akibatnya, persediaan Dolar AS akan mengetat, dan tentu akan mengerek nilai Dolar AS. Jika itu terjadi, maka pelaku pasar akan menarik dananya dari pasar modal dan cenderung menggenggam Dolar AS.

Di samping itu, kebijakan tapering biasanya akan diikuti oleh kenaikan suku bunga acuan. Hal itu akan mengerek suku bunga produk perbankan, sehingga investor akan memilih menyimpan uangnya. Alhasil, arus dana keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia akan tak terbendung.

Namun, beberapa analis juga mengatakan bahwa sikap ketar-ketir investor terhadap tapering bersifat sementara. Sebab, yang investor khawatirkan sepertinya bukanlah kebijakan tapering itu sendiri, melainkan kepastian ihwal kapan bank sentral AS itu mulai mengurangi pembelian instrumen surat berharga.

Sehingga, jika The Fed sudah memberikan kepastian tersebut, maka pasar diyakini bisa segera price in pada awal pekan depan. Price in merupakan satu keadaan di mana pelaku pasar sudah kembali fokus pada aspek fundamental masing-masing emiten.

Ringkasan Pasar Hari Ini

Pada perdagangan hari ini, tiga saham yang mengalami persentase pertumbuhan nilai tertinggi adalah:

  1. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BSMR) (tumbuh 34,2%)
  2. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) (tumbuh 34%)
  3. PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) (tumbuh 25%)

Sementara itu, tiga saham yang mengalami persentase penurunan nilai terparah adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 9,46%)
  2. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) (turun 6,96%)
  3. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) (turun 6,86%)

Kemudian, jenis saham yang paling banyak diperdagangkan pada hari ini (menurut frekuensinya) adalah:

  1. PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) (47.112 kali)
  2. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) (47.023 kali)
  3. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) (44.266 kali)

Baca juga: Bagaimana Nasib Emas 2021 di Tengah Ancaman Tapering The Fed?

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Masih Dibayangi Hantu Tapering, Pluang

Berbeda dengan IHSG, Harga Emas Mencoba Bangkit

Untungnya, harga emas tidak sedih hari ini layaknya IHSG. Harga emas spot pada Jumat (27/8) pukul 17.00 WIB berada di angka US$1.795,9 per ons, naik 0,55% dibanding waktu yang sama kemarin.

Penguatan harga emas hari ini disebabkan oleh aksi investor yang memanfaatkan pelemahan harga sang logam mulia untuk mengumpulkan emas. Sesuai hukum ekonomi, kenaikan permintaan emas tentu akan mengerek harganya.

Meski demikian, pelaku pasar juga tetap memantau ketat rencana kebijakan tapering, yang digadang akan diumumkan The Fed malam ini. Makanya, penguatan harga emas hari ini berada dalam tingkat moderat.

Wacana kebijakan tapering bisa melemahkan harga emas. Sebab, kebijakan tersebut akan bikin persediaan dolar AS beredar kian mengetat, sehingga nilai tukarnya terhadap mata uang lain ikut menanjak. Nah, di saat-saat seperti ini, investor tentu akan lebih tertarik menggenggam Dolar AS dan melepas emas.

Di samping itu, mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS akan membeli harga emas lebih mahal ketika nilai Dolar AS menanjak. Akibatnya, permintaan emas akan berkurang, harganya pun semakin terjengkang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img