Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Melempem Akibat The Fed

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan emas sama-sama berada di zona merah hari ini. Apa sebenarnya yang terjadi di pasar pada awal September ini? Sobat Cuan bisa baca selengkapnya di rangkuman pasar berikut.

IHSG Mundur ke Zona Merah

Nilai IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (1/9) berada di level 6.090,93 poin, atau melemah 0,97% dibanding pembukaan perdagangan.

Beberapa analis mengatakan, pelemahan indeks hari ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang ragu-ragu mempertaruhkan uang di pasar saham domestik. Sebab, secara tiba-tiba, pelaku pasar kembali dibayangi kekhawatiran mengenai kebijakan tapering yang akan dilancarkan The Fed.

Tapering adalah langkah The Fed untuk mengurangi pembelian instrumen surat berharga setelah tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi negara adidaya AS itu bertumbuh. Akibatnya, persediaan Dolar AS akan mengetat, dan tentu akan mengerek nilai Dolar AS. Jika itu terjadi, maka pelaku pasar akan menarik dananya dari pasar modal dan cenderung menggenggam Dolar AS.

Di samping itu, kebijakan tapering biasanya akan diikuti oleh kenaikan suku bunga acuan. Hal itu akan mengerek suku bunga produk perbankan, sehingga investor akan memilih menyimpan uangnya. Alhasil, arus dana keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia akan tak terbendung.

Selain itu, IHSG juga dihantam sentimen negatif dari dalam negeri. Yakni, rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan bahwa Indonesia mencatat inflasi bulanan 0,03% di Agustus, atau melambat dibanding bulan sebelumnya 0,08%.

Pelemahan tingkat inflasi merupakan indikasi pelemahan daya beli masyarakat. Sementara itu, daya beli adalah katalis positif yang bisa memperkuat kinerja keuangan perusahaan-perusahaan, yang merupakan aspek fundamental harga sahamnya.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Investasi Cryptocurrency

Rangkuman Kinerja Saham

Pelaku pasar pada perdaganan hari ini banyak mengoleksi saham-saham bank big caps dan juga perusahaan teknologi. Terlihat dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mengalami penguatan 0,23% ke level Rp32.825.

Apalagi diketahui, perseroan juga akan melakukan aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham alias stock split, sehingga pelaku pasar tampaknya mulai mengoleksi saham BBCA untuk mendapatkan cuan yang lebih besar ke depan.

Adapun, tiga saham yang mencatatkan pertumbuhan nilai tertinggi hari ini adalah:

  1. PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) (tumbuh 28%)
  2. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) (tumbuh 25%)
  3. PT KDB Tiga Finance Tbk (TIFA) (tumbuh 23,6%)

Sementara itu, tiga saham yang mencatatkan penurunan terdalam hari ini adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 9,82%)
  2. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) (turun 6,96%)
  3. PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) (turun 6,87%)

Sedangkan saham yang paling aktif diperdagangkan menurut frekuensinya pada hari ini adalah:

  1. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) (62.806 kali transaksi)
  2. PT Repower Asia Indonesia Tbk (BHIT) (61.832 kali transaksi)
  3. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) (41.840 kali transaksi)

Baca juga: Ringkasan Pasar: Awali Pekan, IHSG dan Emas Kompak Amblas!

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Melempem Akibat The Fed, Pluang

Sama Seperti IHSG, Harga Emas Melemah Tipis

Harga emas ternyata mengikuti jalur yang sama dengan IHSG. Pada Rabu (1/9) pukul 17.00 WIB, harga emas di pasar spot bertengger di posisi US$1.813,9, melemah tipis 0,16% dibanding waktu yang sama kemarin.

Harga emas lunglai tipis hari ini karena pelaku pasar masih malu-malu menginjakkan kaki di pasar emas. Sebab, mereka mengantisipasi data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP) yang sedianya akan dirilis pada akhir pekan ini.

Investor menunggu perilisan data ini lantaran penyerapan tenaga kerja bisa memberi sinyal apakah ekonomi AS sudah menuju jalur pemulihan yang tepat. Jika memang penyerapan tenaga kerja mencatat angka yang mumpuni, maka hasil tersebut bisa mempengaruhi keputusan bank sentral AS The Fed untuk melakukan tapering.

Pelaksanaan tapering bisa menghujam harga emas. Apa alasannya?

Tapering akan membuat Dolar AS beredar kian mengetat. Akibatnya, nilai Dolar AS akan menanjak dan nilai tukarnya terhadap mata uang lain akan menguat. Namun, harga emas akan menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS, sehingga permintaan emas akan melemah dan mengerek harganya turun.

Namun, polling ekonom yang dihimpun Reuters mengatakan bahwa AS diperkirakan akan menyerap 750.000 tenaga kerja baru di Agustus, atau anjlok dibanding 943.000 di Juli. Jika itu terjadi, maka artinya pemulihan ekonomi AS akan tidak secemerlang yang diharapkan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img