Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Moncer, Emas Enggan Tokcer di Akhir Pekan

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi perdagangan hari ini. Di sisi lain, harga emas mendarat di zona merah di waktu yang sama.

Apa yang terjadi di pasar hari ini? Sobat Cuan bisa menyimak penjelasannya di rangkuman pasar berikut.

IHSG Kembali ke Zona Hijau di Akhir Pekan

Nilai IHSG bertengger di posisi 6.126,92 poin pada penutupan perdagangan Jumat (3/9), alias menguat 0,8% dibanding pembukaan perdagangan.

Pelaku pasar nampaknya mulai kembali optimistis menginjakkan kaki di pasar saham domestik setelah melihat sinyal pertumbuhan ekonomi dari negara Paman Sam. Hal itu tercermin dari data klaim tunjangan pengangguran AS yang mencapai 340.000, atau lebih rendah dari ramalan 345.000.

Sekadar informasi, pertumbuhan ekonomi adalah sentimen positif bagi kinerja keuangan perusahaan, yang merupakan salah satu aspek fundamental harga saham. Akibatnya, pelaku pasar kian pede membenamkan dana di pasar modal.

Meski begitu, pasar masih deg-degan menunggu data tenaga kerja yang rencananya akan dipublikasikan pada hari ini waktu setempat. Sebab, beberapa analis mengatakan bahwa penyerapan tenaga kerja baru AS pada Agustus diramal lebih rendah dibanding Juli, sehingga ada indikasi bahwa ekonomi AS belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, Indeks masih harus menghadapi sentimen Covid-19 varian Mu yang menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI sudah mencapai wilayah AS, yakni Jepang dan Hong Kong dan kabar buruknya, mutasi virus baru itu dikabarkan resisten terhadap vaksin.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Masih Dibayangi Hantu Tapering

Rangkuman Kinerja Saham

Menyambut hal itu, investor asing langsung memborong saham-saham prospektif. Mulai dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang tercatat terdapat akumulasi asing sebesar Rp88 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp62 miliar.

Selain saham big caps, investor asing juga memborong saham PT Bukalapak Tbk (BUKA). Kinerja keuangannya yang memperlihatkan pertumbuhan dan mengecilnya nilai kerugian bersih perusahaan membuat investor mulai percaya pada unicorn pertama yang mencatatkan sahamnya di BEI tersebut. Hal itu tercermin dari aksi investor asing yang memborong saham BUKA senilai Rp15 miliar di pasar reguler dan Rp18,14 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Sementara itu, berikut tiga saham yang mencatatkan pertumbuhan nilai tertinggi hari ini adalah:

  1. Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) (tumbuh 34,5%)
  2. Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) (tumbuh 34,33%)
  3. Lionmesh Prima Tbk (LMSH) (tumbuh 25%)

Di sisi lain, tiga saham yang mencatatkan penurunan terdalam hari ini adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 9,89%)
  2. PT Equity Development Investmenti Tbk (GSMF) (turun 6,96%)
  3. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) (turun 6,98%)

Sedangkan saham yang paling aktif diperdagangkan menurut frekuensinya pada hari ini adalah:

  1. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) (30.978 kali transaksi)
  2. PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) (29.780 kali transaksi)
  3. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) (26.891 kali transaksi)

Rangkuman Pasar: IHSG Moncer, Emas Enggan Tokcer di Akhir Pekan, Pluang

Harga Emas Suam-Suam Kuku Jelang Rilis NFP

Sementara itu, harga emas tidak mampu mengikuti laju IHSG. Harga emas bertengger di posisi us$1.813,62 pada Jumat (3/9) pukul 17.00 WIB, melemah tipis dibanding waktu sama sehari sebelumnya di kisaran US$1.815 per ons.

Pelemahan harga logam mulia haru ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang masih ragu-ragu menginjakkan kaki di pasar emas. Sebab, mereka mengantisipasi data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP) yang sedianya akan dirilis hari ini.

Investor menunggu rilis data ini lantaran penyerapan tenaga kerja bisa memberi sinyal apakah ekonomi AS sudah menuju jalur pemulihan yang tepat. Jika memang penyerapan tenaga kerja menorehkan hasil mumpuni, kondisi tersebut bisa mempengaruhi keputusan bank sentral AS The Fed untuk melakukan tapering.

Pelaksanaan tapering bisa menghujam harga emas. Apa alasannya?

Tapering akan membuat Dolar AS beredar kian mengetat. Akibatnya, nilai Dolar AS akan menanjak dan nilai tukarnya terhadap mata uang lain akan menguat. Namun, harga emas akan menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS, sehingga permintaan emas akan melemah dan mengerek harganya turun.

Hanya saja, analis dan ekonom merasa bahwa penyerapan tenaga kerja baru AS pada Agustus akan melemah dibanding Juli. Polling ekonom yang dihimpun Reuters mengatakan bahwa AS diperkirakan akan menyerap 750.000 tenaga kerja baru di Agustus, atau anjlok dibanding 943.000 sebulan sebelumnya.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Melempem Akibat The Fed

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img