Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Nyaris Ambruk, Emas Sulit Menguat

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) berhasil menembus zona hijau pada hari ini, begitu pun dengan harga emas. Seperti apa kinerja pasar pada hari ini? Sobat Cuan bisa menyimak penjelasannya di rangkuman pasar berikut.

Sempat Terseok, IHSG Berhasil ke Zona Hijau

Nilai IHSG berada di level 6.068,92 poin pada penutupan perdagangan Kamis (9/8), menguat tipis 0,07% dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya.

Meski berhasil finish di zona hijau, namun pelaku pasar dibuat ketar-ketir dengan pergerakan IHSG sepanjang hari ini. Betapa tidak, indeks terdorong ke zona merah selama sesi I hingga pertengahan sesi II perdagangan sebelum akhirnya kembali lagi ke zona hijau di menit-menit akhir perdagangan.

Pada awalnya, pelaku pasar dibuat waswas atas kemungkinan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam melancarkan kebijakan tapering. Investor meyakini bahwa The Fed akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa yang kemungkinan akan mengetatkan kebijakan moneternya dalam rapat antar pemangku kebijakan yang akan dihelat hari ini.

Kebijakan tapering dikhawatirkan akan menghantam kinerja pasar modal domestik. Kebijakan tapering akan mengetatkan jumlah Dolar AS beredar, sehingga nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang lain akan menguat. Hal itu akan bikin investor asing lebih memilih menggenggam Dolar AS, sehingga arus modal keluar (capital outflow) dari pasar modal domestik tidak terbendung.

Namun, pelaku pasar nampaknya mulai mengabaikan sentimen tersebut di menit-menit akhir. Pelaku pasar memilih untuk memborong saham-saham perusahaan big caps seperti PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Tidak ketinggalan, pelaku pasar juga mengincar saham perusahaan manufaktur PT Astra International Tbk (ASII).

Terus diburunya saham BBCA oleh pelaku pasar dapat dipahami. Pasalnya, perusahaan yang berada di bawah payung Grup Djarum itu tidak lama lagi bakal melakukan aksi korporasi berupa stock split alias pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5.

Namun perseroan masih harus mendapatkan restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bakal di gelar 23 September mendatang.

Baca juga: Ringkasan Pasar: Awali Pekan, IHSG dan Emas Kompak Amblas!

Kinerja Saham Hari Ini

Dalam perdagangan hari ini, tiga saham yang mengalami pertumbuhan nilai tertinggi adalah:

  1. PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) (tumbuh 33,8%)
  2. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) (tumbuh 32,1%)
  3. PT Steady Safe Tbk (tumbuh 31,8%)

Sementara itu, tiga saham yang mengalami penurunan nilai terbesar adalah:

  1. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) (turun 9,84%)
  2. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) (turun 9,84%)
  3. PT Panca Anugerah Wisesa Tbk (turun 9,72%)

Di sisi lain, tiga saham yang paling banyak diperdagangkan hari ini berdasarkan frekuensinya adalah:

  1. PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) (65.453 kali)
  2. PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) (53.514 kali)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (40.423 kali)

Rangkuman Pasar: IHSG Nyaris Ambruk, Emas Sulit Menguat, Pluang

Dolar Tidak Capek Berlari, Harga Emas Susah Bangkit

Nilai IHSG yang mampu merangsek zona hijau ternyata tidak diikuti oleh harga emas. Harga sang logam mulia berada di posisi US$1.795,15 per ons pada Kamis (9/9) pukul 17.00 WIB, melemah 0,12% dibanding waktu yang sama kemarin.

Pelemahan harga emas selama sehari terakhir disebabkan oleh penguatan nilai Dolar AS. Hal ini bisa dimaklumi, lantaran kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi dengan mata uang tersebut. Akibatnya, permintaan emas turun dan bikin harganya mundur.

Selain itu, pelaku pasar juga menanti sinyal-sinyal pengetatan kebijakan moneter yang akan diumumkan Bank Sentral Eropa malam nanti. Pelaku pasar khawatir bahwa aksi tersebut akan diikuti oleh langkah tapering The Fed.

Tapering akan mengetatkan jumlah Dolar AS beredar dan mendongkrak nilai Dolar AS. Di saat seperti itu, pelaku pasar tentu lebih memilih menggenggam Dolar AS ketimbang emas.

Namun, beberapa analis justru mengatakan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan latah kalaupun Bank Sentral Eropa mengetatkan kebijakan moneternya. Sebab, kondisi ekonomi AS saat ini masih belum sepenuhnya pulih setelah dihantam gelombang COVID-19 Delta sejak Juli lalu.

Selain itu, para analis juga memilih untuk menanti data klaim pengangguran AS yang tidak lama lagi akan dirilis. Sebab, Ketua The Fed Jerome Powell pernah mengatakan bahwa segala kebijakan moneter The Fed akan tergantung dengan data dan kondisi ketenagakerjaan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Moncer, Emas Enggan Tokcer di Akhir Pekan

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img