Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Bitcoin Mengarah ke Rp1,4 Miliar Tahun Ini? Simak Prediksi Analis Teranyar Ini!

Bagaimana prediksi harga bitcoin bulan ini? Pada 13 Maret 2021 lalu, situasi bullish mengambil kendali penuh atas pasar aset kripto dan membuat harga Bitcoin naik ke level tertinggi baru sepanjang masa di US$61.844 setelah lonjakan volume tinggi mendorong harga melalui resistensi overhead mendekati US$58.000.

Para analis telah memprediksi hal ini selama seminggu dengan menyerukan potensi pergerakan di atas level US$60.000. Selain itu, metrik sosial menunjukkan sentimen bullish untuk Bitcoin terus meningkat karena sejumlah perusahaan dan investor institusi mengumumkan rencana untuk memborong Bitcoin.

Kondisi bullish Bitcoin yang berlangsung terus membuat beberapa pihak mulai terang-terangan memprediksi harga raja aset kripto, termasuk beberapa petinggi perusahaan. Salah satunya adalah CEO MicroStrategy Michael Saylor telah menyatakan bahwa pihaknya memprediksi harga bitcoin naik jauh lebih tinggi.

Baca juga: Harga Emas Akan Naik 62% dalam 3 Tahun? Simak Prediksi Para Analis Ini!

“Bitcoin akan membalikkan emas, dan akan mengambil seluruh kapitalisasi pasar emas,” kata Saylor. MicroStrategy sebelumnya mengumumkan telah menambahkan Bitcoin senilai US$1 miliar lagi ke kas perusahaan.

“Kemudian [Bitcoin] akan mengalahkan [pertumbuhan imbal hasil] obligasi negara yang negatif dan indeks moneter lainnya sampai tumbuh menjadi US$100 triliun,” kata Saylor. Ia juga memprediksi harga Bitcoin naik dan menjadi kurang fluktuatif setelah nilai kapitalisasi meningkat lebih dari US$10 triliun nantinya.

Harga Bitcoin Mengarah ke Rp1,4 Miliar Tahun Ini? Simak Prediksi Analis Teranyar Ini!, Pluang

Harga Bitcoin Naik menuju US$100.000 atau Setara Rp1,4 miliar Tahun Ini?

Pada minggu sebelumnya, nilai gabungan dari 18,6 juta token Bitcoin yang beredar mencapai US$1 triliun untuk pertama kalinya. Jumlah itu dua kali lipat dari US$500 miliar pada tahun 2020.

Artinya, nilai kapitalisasi Bitcoin kini beranjak menuju nilai kapitalisasi pasar emas sebesar US$12 triliun, meski memang aset kripto ini masih harus berjibaku menuju level tersebut. Sebelumnya, riset JPMorgan menyebut bahwa Bitcoin memang bisa mengalahkan dominasi emas sebagai aset “alternatif” bagi investor untuk menyimpan kekayaan asal fluktuasi harganya stabil dan memiliki kapitalisasi pasar setara dengan emas.

Namun, beberapa pihak meyakini angka kapitalisasi pasar Bitcoin tetap akan mekar di tahun ini. Meski memang, bullish akhir pekan lalu harus berakhir Selasa (16/3), di mana harga kembali terkoreksi ke kisaran US$55.000.

Salah satu yang percaya akan prospek cerah Bitcoin tahun ini adalah Partner Morgan Creek Digital Anthony Pompliano.

“Saya masih memasang target harga US$100.000 per Bitcoin pada akhir 2021, setelah saya juga secara terbuka menulis tentang hal itu pada 2019. Saya berpegang teguh pada itu,” kata Pompliano.

Baca juga: Mau Investasi Bitcoin dengan Risiko Rendah? Yuk, Ikuti Tips Berikut!

Prediksi harga Bitcoin naik oleh Pompliano diamini oleh manajer hedge fund Anthony Scaramucci. Ia sempat terkenal di tahun 2017 sebagai direktur komunikasi Donald Trump, meski hanya berlangsung selama 11 hari. Awal bulan ini, Scaramucci mengatakan Bitcoin dapat “dengan mudah diperdagangkan” di level US$100.000 dalam 12 bulan ke depan.

Scaramucci mengatakan dia yakin performa pengelola uang pada akhirnya akan sangat bergantung dengan Bitcoin. Apalagi setelah perusahaan seperti MicroStrategy dan Tesla memborong Bitcoin, yang menyemarakkan adopsi Bitcoin oleh investor institusi.

Faktor Prediksi Kenaikan Harga Bitcoin

Setali tiga uang namun lebih optimistis, Mike McGlone, seorang analis Bloomberg menyatakan Bitcoin mungkin menuju angka US$100.000 pada akhir bulan ini.

McGlone, yang sebelumnya hanya melihat kenaikan ke level US$50.000 plus untuk harga Bitcoin, mengatakan dalam laporan prospek Maret bahwa penurunan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) “memberi sinyal” bahwa Bitcoin menuju ke US$100.000.

Grayscale, sebuah metrik pasar aset kripto yang selalu diawasi dengan cermat oleh penggemar aset kripto, turun 2,7% pada akhir Februari. McGlone kemudian merujuk kondisi tersebut dengan Maret 2017, di maan Bitcoin melemah hampir US$1.000 dalam perjalanan ke puncaknya mendekati US$20.000 pada bulan Desember tahun itu.

“Penurunan tajam dalam GBTC sering menandai titik terendah dalam Bitcoin untuk kemudian bangkit,” tulis McGlone.

Baca juga: Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

McGlone juga mencatat peningkatan penggantian emas dalam portofolio dengan Bitcoin. Ia menyatakan, pada tahun 2020, benchmark aset kripto memperoleh legitimasi dengan volatilitas yang menurun, berbanding terbalik dengan sebagian besar aset.

“Pada tahun 2021, kami melihat sedikit hal terkait proses alokasi ke investasi emas yang lama dan hanya berfokus pada diversifikasi yang hati-hati,” tulis analis tersebut.

Sebelumnya, CEO Kraken Jesse Powell mengatakan bahwa Bitcoin dapat menggantikan semua mata uang dunia dan mencapai target harga jutaan dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan.

“Generasi yang lebih muda tentu memperhatikannya, dan mereka melihatnya sebagai versi emas yang lebih baik,” kata Powell.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CoinTelegraph, Forbes, YahooFinance

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img