Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Anggaran PEN Naik, China Hadapi COVID-19

Di pertengahan minggu ini, berbagai kabar seputar keseriusan pemerintah menangani Pandemi Covid-19 lewat APBN di segala lini memenuhi berbagai kanal pemberitaan dalam negeri.

Selain itu, China sedang ketiban pulung lantaran naiknya kasus COVID-19 varian Delta di sana. Seperti apa rangkuman kabar untuk hari ini?

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Pemerintah Tambahkan Anggaran Pemulihan Ekonomi COVID-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah telah menaikkan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 menjadi Rp744,75 Triliun dari anggaran semula Rp669,43 Triliun. Kenaikan sebesar 6,5% itu merupakan langkah mitigasi dampak dari COVID-19 varian Delta yang mengganas.

Anggaran PEN sendiri terdiri atas dana perlindungan sosial Rp187,84 triliun, dana kesehatan Rp214,05 triliun, insentif usaha Rp62,83 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp161,20 triliun, serta program prioritas Rp117,94 triliun.

Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menanggulangi COVID-19. Selain itu, belanja pemerintah merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

2. Pemerintah Cairkan Bantuan Subsidi Upah Pekan Ini

Kementerian Ketenagakerjaan akan mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 dalam minggu ini.

Rencananya, pekerja dengan gaji yang setara atau di bawah upah minimum regional berhak untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000 per bulan tersebut.

Tersalurkannya bantuan tersebut diharapkan bisa menjadi bantalan bagi perekonomian masyarakat yang terdampak PPKM. Selain itu, bantuan tersebut bisa membantu pertumbuhan konsumsi, yang merupakan komponen terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

3. Pemerintah Tangguhkan PPN Sewa Toko

Pemerintah resmi menangguhkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% atas sewa ruangan dan bangunan, yang berlaku sejak Agustus hingga Oktober mendatang. Insentif ini merupakan bantuan pemerintah bagi pedagang eceran, yang sebelumnya mengalami pendapatan seret akibat PPKM darurat dan level 4 di sejumlah daerah.

Pemerintah berharap, kebijakan ini bisa membuat pelaku bisnis tidak tekor akibat pembatasan sosial. Sehingga, mereka masih mampu mempekerjakan tenaga kerjanya.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Inflasi Indonesia Merangkak Naik hingga Rencana Akuisisi Square

Rangkuman Kabar: Anggaran PEN Naik, China Hadapi COVID-19, Pluang

Rangkuman Kabar Luar Negeri

1. Kasus Baru COVID-19 di China Naik Lagi

Setelah menyatakan diri sukses menangani pandemi, China kini kebakaran jenggot menghadapi gelombang baru kasus COVID-19 varian delta. Otoritas China bahkan sudah melakukan tes usap massal di kota seperti Beijing dan Wuhan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Hari ini saja, otoritas kesehatan China mencatatkan 96 kasus Covid baru, di mana 71 diantaranya adalah kasus transmisi lokal. Hal ini menandai hari ketiga kasus harian COVID-19 di China menyentuh angka di atas 90.

Mulai merebaknya COVID-19 di China jadi perhatian para ekonom yang khawatir akan dampaknya pada laju perekonomian dunia. Maklum, porsi ekonomi China tercatat 17% terhadap total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global pada 2020 lalu.

Namun, menilik keberhasilan China menaklukkan COVID-19 tahun lalu, kekhawatiran itu nampaknya akan bersifat sementara.

2. China Alami Kendala Logistik Akibat Pandemi dan Bencana Alam

China kini harus mengalami masalah logistik yang serius setelah rusaknya infrastruktur perhubungan akibat bencana alam plus merebaknya kasus COVID-19 baru di China. Akibatnya, biaya logistik China melonjak berkali-kali lipat.

Kini, biaya pengiriman satu kontainer ke Eropa, contohnya saja, telah melonjak lima kali lipat dari rata-rata US$3000 menjadi US$15.000 per kontainer. Padahal, waktu tempuhnya pun bisa molor seminggu dari waktu tempuh biasanya.

Di sisi lain, permintaan terhadap produk-produk asal China tetap tinggi. Tercatat, ekspor China ke Uni Eropa pada kuartal II lalu melonjak 35,9% dibanding tahun lalu. Sementara itu, ekspor China ke Amerika melesat 42,6% di periode yang sama.

Kondisi tersebut bisa menciptakan inflasi dari sisi ongkos (cost-push inflation) di negara mitra dagang China dan menggerus daya beli masyarakat di sana.

3. Sony Bukukan Pertumbuhan Laba 26%

Pandemi tak melulu menyedihkan. Buktinya, perusahaan teknologi terkemuka Sony malah membukukan laba besar dari penjualan PlayStation 5, televisi, musik dan film produksinya tahun ini.

Sony mengumumkan keuntungan sebesar 280,1 miliar yen sepanjang semester I 2021, atau tumbuh 26,34% dibanding periode yang sama tahun lalu 221,7 miliar yen.

Salah satu sumber cuan Sony adalah PS5, sebuah game yang menyasar pangsa sultan dengan harga mencapai US$500 per unitnya. Meski mahal, PS5 sudah laku 14,5 juta unit hingga bulan Mei lalu.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC, Bisnis Indonesia, Kontan

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img