Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Devisa RI Naik, El Salvador Borong Bitcoin

Rangkuman kabar hari ini, Selasa (7/9) mengulas tentang meningkatnya cadangan devisa Indonesia, juga cadangan duit orang-orang kaya di Indonesia lho, Sobat Cuan!

Dari mancanegara, ada Nayib Bukele, presiden El Salvador yang baru saja memborong Bitcoin! Yuk, simak selengkapnya di rangkuman kabar.

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Indonesia Cetak Kenaikan Cadangan Devisa Agustus

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat US$144,8 miliar, atau meningkat US$7,1 miliar dibanding posisi akhir Juli.

Peningkatan tersebut didorong oleh penerimaan Special Drawing Rights (SDR) yang merupakan salah satu dana bantuan International Monetary Funds (IMF) sebesar US$6,31 miliar. Adapun SDR atau hak penarikan khusus adalah aset cadangan mata uang asing pelengkap yang terdiri atas lima mata uang, yakni, dolar AS, euro, renminbi, pound sterling dan yen.

Apa Implikasinya?

Cadangan devisa yang memadai akan menjamin stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. Sebab, ketika cadangan devisa naik, maka Bank Indonesia akan memiliki persediaan Dolar AS yang mumpuni untuk mengintervensi pasar valas, sehingga nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS bisa kian stabil.

2. Orang Kaya Makin Kaya, Saldo Rekeningnya Naik 14,8% dalam setahun

Lembaga Penjamin Simpanan mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) nasabah simpanan dengan saldo di atas Rp5 miliar tumbuh 14,8% secara tahunan per Juli 2021.

Ternyata, segmen penabung ini mencetak pertumbuhan tertinggi dibanding total penambahan jumlah rekening di bulan sama. Adapun, per Juli 2021, jumlah rekening di Indonesia bertambah 113.856 entitas atau naik 8,3% dibanding bulan sebelumnya.

Simpanan mereka, yakni nasabah super kaya, berkontribusi sebesar 49,6% terhadap total DPK perbankan.

Apa Implikasinya?

Menggembungnya dana rekening jumbo dibanding tahun sebelumnya mengindikasikan kekhawatiran masyarakat dalam membelanjakan uangnya atau menjajal peruntungan ekspansi usaha. Mereka memilih menimbun dana di rekening hingga keadaan mulai stabil. Sayangnya, tindakan tersebut bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, mengingat konsumsi dan investasi adalah dua faktor utama pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB).

Rangkuman Kabar: Devisa RI Naik, El Salvador Borong Bitcoin, Pluang

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. El Salvador Borong Bitcoin Sebanyak 400 Keping

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan pembelian 400 keping Bitcoin lewat akun twitternya hari ini, Selasa (7/9), atau setara US$ 21 juta atau Rp299 miliar. Ia melakukan pengumuman itu sehari sebelum Bitcoin resmi jadi mata uang legal di negaranya,

Bukele juga memastikan bahwa pemerintah El Salvador akan memborong lebih banyak Bitcoin di waktu mendatang guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu pertimbangan El Salvador mengadopsi Bitcoin sebagai alat tukar legal ialah untuk menekan biaya komisi remitansi. Tiap tahunnya, warga El Salvador menyerahkan total US$400 juta kepada pihak ketiga sebagai komisi remitansi yang diterima dari kerabat mereka yang bekerja di Amerika Serikat.

Komisi remitansi ini merupakan salah satu isu besar. El Salvador memperoleh 23% dari total pendapatan domestik bruto (gross domestic products/GDP) dari remitansi. Rasio ini merupakan yang terbesar di dunia.

Apa Implikasinya?

Aksi borong pemerintah El Salvador akan mengungkit harga Bitcoin, yang memang memiliki suplai terbatas, ke level yang sulit diprediksi. Adopsi aset kripto sebagai alat tukar beneran selalu menjadi sentimen positif bagi permintaan dan harga aset kripto.

Di sisi lain, pemanfaatan blockchain dan mata uang kripto yang terdesentralisasi, yang digunakan sebagai alternatif mengirim remitansi, juga merupakan solusi yang tepat untuk saat ini. Sebab, mata uang kripto mampu membantu El Salvador mengamankan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tanpa harus khawatir “digerogoti” oleh lembaga remitansi.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Transaksi Indonesia-China Tidak Perlu Dolar AS Lagi!

2. Di Luar Dugaan, Neraca Dagang Bulan Agustus China Tumbuh Pesat

China mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 25,6% dan impor 33,1% secara tahunan sepanjang Agustus lalu. Pertumbuhan ini jauh melampaui konsensus ekonom yakni 17,3% ekspor dan 26,9% impor.

Meski pertumbuhan impor lebih besar dari ekspor, China tetap mencatatkan surplus neraca dagang sebesar US$58,3 miliar dalam sebulan saja.

Kondisi ini cukup kontras dibanding bulan sebelumnya. Pada Juli, China mengalami hambatan ekspedisi laut yang cukup serius hingga menyebabkan biaya pengiriman melambung. Efeknya pun tak tanggung-tanggung, bahkan hingga mengganggu rantai pasok global dan menyebabkan inflasi di banyak negara maju yang bermitra dengannya.

Apa Implikasinya?

Peningkatan volume ekspor China adalah indikasi bahwa perekonomian negara tirai bambu tersebut sudah semakin pulih. Jika ekonomi sudah kembali pulih, maka daya beli dan kegiatan ekonomi pun diharapkan bisa kembali lagi ke laju normal.

Hal itu akan berdampak positif bagi Indonesia. Sebab, kondisi ekonomi China yang tokcer akan mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa dari Indonesia. Situasi ini akan ikut menambah nilai ekspor Indonesia, dan ujungnya menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kontan, Bank Indonesia, CNBC, Reuters

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img