Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Inflasi Indonesia Merangkak Naik hingga Rencana Akuisisi Square

Mengawali bulan Agustus, kini Pluang akan menyajikan rangkuman kabar ekonomi dan finansial terkini dari dalam dan luar negeri. Hari ini, terdapat kabar yang Sobat Cuan bisa teguk demi memenuhi dahaga atas informasi ekonomi pada hari ini. Seluruhnya bisa kamu baca dalam rangkuman kabar di bawah ini.

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Tingkat Inflasi Indonesia Juli Capai 0,08%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat inflasi Juli secara bulanan (month-to-month) berada di angka 0,08%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Juni yang mencatat deflasi sebesar 0,16%.

Dengan demikian, maka inflasi secara tahun kalender berada di angka 0,81%, sementara inflasi tahunan (year-on-year) pada Juli bertengger di angka 1,52%.

Kenaikan tingkat inflasi merupakan refleksi atas peningkatan permintaan barang dan jasa di masyarakat. Hal tersebut juga tercermin dari tingkat inflasi inti di angka 0,7% secara bulanan, atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 0,5%.

2. Indeks Manufaktur Indonesia Anjlok Drastis ke Level 40,1

Pemberlakuan kebijakan PPKM ternyata memukul kinerja industri manufaktur tanah air. Data IHS Markit menunjukkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli tercatat 40,1 atau terjun dari 53,5 di bulan Juni.

Adapun turunnya kinerja ini disebabkan oleh lonjakan kasus COVID-19 pada Juli dan berhentinya kegiatan industri akibat pemberlakuan kebijakan PPKM. Dengan demikian, indeks manufaktur Indonesia terkulai ke zona kontraksi pertama dalam sembilan terakhir. Bahkan, laju penurunan ini digadang sebagai yang terkencang sejak Juni 2020.

Data aktivitas manufaktur merupakan data yang menjadi sinyal pertumbuhan ekonomi di sebuah kawasan. Semakin tinggi indeks tersebut, maka kegiatan ekonomi dikatakan tengah bergeliat.

3. Bagaimana Nasib PPKM?

Pelaku pasar dan investor tengah dibuat gamang menanti kelanjutan dari kebijakan PPKM Level 4. Rencananya, pemerintah akan memberikan kepastian mengenai PPKM level 4 pada Senin (2/8), setelah melangsungkan kebijakan tersebut sejak 26 Juli silam. Namun, hingga rangkuman ini diturunkan, pemerintah masih belum memberi kejelasan kapan pengumuman tersebut dirilis.

Sebelumnya, pemerintah berjanji akan menurunkan status PPKM jika memang jumlah kasus baru COVID-19 menunjukkan penurunan signifikan. Per 1 Agutus, Satuan Tugas COVID-19 mengatakan jumlah kasus harian baru COVID-19 di angka 30.738 kasus, atau terus melandai dari 28 Juli sebesar 47.791 kasus harian baru.

Rangkuman Kabar Luar Negeri

1. Square Akusisi Afterpay Senilai US$29 Miliar

Square Inc, perusahaan jasa pembayaraan besuatn punggawa Twitter Jack Dorsey, berencana akan mengakuisisi perusahaan asal Australia Afterpay Ltd senilai US$29 miliar. Peristiwa ini akan menjadi nilai akuisisi terbesar yang pernah ditorehkan perusahaan Australia.

Afterpay memiliki fokus dalam penyediaan jasa buy now pay later berbiaya rendah terhadap nasabahnya. Dengan kata lain, nasabah Afterpay bisa membeli barang dengan sistem cicilan tanpa bunga.

Kabar ini diumumkan perusahaan melalui siaran pers resmi, Senin (2/8). Kabar ini pun muncul sehari setelah Square mengumumkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 143% secara tahunan pada kuartal II lalu.

2. Aktivitas Manufaktur Asia Tumbuh Tipis pada Juli

Meski tiarap di Indonesia, indeks manufaktur negara-negara Asia tampaknya terlihat menguat pada bulan Juli. Data IHS Markit menunjukkan, indeks manufaktur Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan kenaikan tipis pada Juli.

Hanya saja, penguatan tersebut bersifat terbatas. IHS Markit mengatakan, penyebaran COVID-19 varian Delta beserta kenaikan harga bahan baku bikin laju indeks manufaktur tertahan bulan lalu. Adapun data aktivitas manufaktur merupakan data yang menjadi sinyal perbaikan ekonomi di sebuah kawasan.

3. Senat AS Beberkan Draf RUU Pendanaan Infrastruktur

Senat AS pada Senin (2/8) akhirnya mengumumkan draf Rancangan Undang-Undang pendanaan infrastruktur senilai US$1 triiun.

Draf tersebut berisikan pengeluaran sebesar US$550 miliar dalam lima tahun mendatang dan ditujukan untuk pembangunan jalan, rel kereta api, dan pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan melengkapi rancangan undang-undang sebelumnya di mana senat AS menyetujui belanja infrastruktur sebesar US$450 miliar.

Belanja pemerintah merupakan salah satu instrumen kebijakan demi menaikkan permintaan agregat AS. Hal ini nantinya akan berdampak positif ke pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut.

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img