Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Kompak Melandai di Akhir Pekan

Mengakhiri pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga emas kompak melemah. Terutama bagi IHSG, penurunan ini terjadi setelah mengalami reli tiga hari berturut-turut.

Lantas, apa yang terjadi dengan IHSG dan harga emas? Simak rangkuman kinerja pasar Jumat (6/8) berikut!

IHSG Melemah di Akhir Pekan

Nilai IHSG pada penutupan Jumat tercatat di posisi 6.203,43, melemah 0,03% dibandingkan posisi perdagangan pagi tadi.

Kondisi ini terjadi lantaran investor asing marak melakukan aksi ambil untung di akhir pekan. Mereka mengambil momen atas hijaunya nilai IHSG dalam tiga hari terakhir. Hal itu tercermin di dalam angka jual bersih investor asing (net foreign sell) sebesar Rp127,48 miliar.

Salah satu pemicu aksi ambil untung tersebut terjadi akibat penawaran umum perdana salah satu unicorn tanah air, Bukalapak, pada hari ini.

Harga saham berkode BUKA tersebut awalnya dilepas Rp850 per lembar saham. Namun, tak berselang lama, nilai sahamnya berhasil menyentuh titik Rp1.060 per lembar. Alhasil, banyak investor pun kemuidan melego saham yang baru digenggam seumur jagung tersebut.

Untungnya, pelemahan IHSG hari ini masih tertahan oleh rilis Bank Indonesia (BI) terkait cadangan devisa Juli sebesar US$137,3 miliar, meningkat tipis 0,15% dibanding posisi akhir Juni.

Kenaikan cadangan devisa mengindikasikan bahwa pemerintah punya amunisi dalam bentuk dolar AS untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Nilai tukar yang stabil bisa menjaga beban perusahaan, khususnya industri yang memakai bahan baku impor, dari risiko rugi kurs.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Menguat Berkat Keoknya Dolar AS

Rangkuman Pasar: IHSG dan Emas Kompak Melandai di Akhir Pekan, Pluang

Harga Emas Melanjutkan Koreksi

Seakan tidak mau kalah, harga emas spot pada perdagangan hari ini hingga pukul 17:00 WIB kembali terjepit di level US$1.799,20 per ons, atau susut 0,3% dibandingkan perdagangan kemarin. Hal ini menandai pertama kalinya harga emas ke bawah level US$1.800 per ons sejak sepekan terakhir.

Ya, harga emas masih gamang lantaran investor percaya bahwa laporan Non-Farm Payroll (NFP) AS yang akan dirilis pada hari ini bisa mencatat hasil yang mumpuni. Sehingga, mereka percaya bahwa bank sentral AS The Fed akan merespons data tersebut dengan pengetatan kebijakan moneter.

Sekadar informasi, kenaikan data penyerapan tenaga kerja merupakan indikasi bahwa ekonomi AS tengah menuju perbaikan. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi memiliki ongkos tersendiri, yakni kenaikan inflasi.

Untuk meredam inflasi, bank sentral AS akan meresponsnya dengan menaikkan suku bunga acuan. Terkereknya suku bunga acuan akan meningkatkan suku bunga tabungan dan pinjaman, sehingga masyarakat akan menahan konsumsinya dan memilih menabung.

Namun, kondisi tersebut akan meredupkan kilau harga emas. Sebab, pelaku pasar tentu akan memilih menggenggam produk yang moncer saat suku bunga tinggi, seperti tabungan, dan meninggalkan emas perlahan.

Baca juga: Apa Itu Pasar Saham?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img