Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: Jelang Tapering, IHSG Malah Nangkring di Zona Hijau

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan Selasa (26/10) dengan ditutup manis di level 6.659,93 poin, atau menguat 0,47% dibanding perdagangan sebelumnya. Padahal, investor pasar modal saat ini tengah mengkhawatirkan ancang-ancang tapering The Fed.

Lantas, apa yang terjadi dengan pergerakan IHSG hari ini?

IHSG Menghijau Meski Tapering di Depan Mata

Performa IHSG hari ini terbilang mencengangkan mengingat sebagian besar pelaku pasar tengah ketar-ketir atas rencana bank sentral Amerika Serikat The Fed untuk melancarkan aksi tapering. Ya, otoritas moneter tersebut rencananya akan menghelat rapat awal bulan depan sebagai ancang-ancang untuk mengurangi pembelian obligasi senilai US$120 miliar per bulan tersebut.

Sejak pertengahan tahun ini, hantu tapering memang terus membayangi pelaku pasar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maklum, Indonesia punya pengalaman buruk dengan kebijakan tapering 2013 silam, di mana dana investor asing ramai-ramai pulang kampung ke AS.

Tetapi, investor asing ternyata malah getol mengoleksi saham-saham big caps menjelang tapering. Pada hari ini saja, investor asing tercatat melakukan nilai beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp765,27 miliar. Mereka terpantau memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing sebesar Rp215 miliar dan Rp140,7 miliar.

Mungkin, sikap pelaku pasar hari ini didorong optimisme yang tengah melanda pasar modal AS. Pada perdagangan Selasa (25/10) kemarin, nilai trio indeks saham AS, Dow Jones Industrial Average; Nasdaq Composite; dan S&P 500, kompak berkinerja mumpuni. Bahkan, indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor terbarunya di 4.566,48 poin.

IHSG Mentereng? Investor Tidak Boleh Oleng!

Meski demikian, pelaku pasar tetap tak boleh terlena dengan kinerja mumpuni IHSG pada hari ini. Beberapa analis menyebut, IHSG memang berpeluang naik terbatas dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap harus mewaspadai fluktuasi harga komoditas batu bara dan juga kondisi sektor riil di pasar.

Selain itu, kenaikan nilai IHSG hari ini masih agak terkonsolidasi karena investor melakukan aksi profit taking dari saham-saham old economy. Namun, melihat kenaikan tokcer saham-saham teknologi di AS, ada ekspektasi bahwa flow dana investor akan kembali ke saham-saham teknologi dalam negeri.

Sayangnya, kondisi itu belum terjadi di perdagangan hari ini. Saham teknologi di indeks domestik justru masih terlihat berdarah-darah. Tengok saja saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) yang hari ini mengalami tekanan net sell mencapai Rp37,7 miliar. Secercah harapan muncul dari saham bank digital seperti PT Bank BRI Agro Niaga Tbk (AGRO) yang mencetak kenaikan nilai saham 6,5% hari ini.

Saham BBNI Ambruk Meski Laba Melesat 73,9%

Salah satu kabar yang menarik perhatian pelaku pasar hari ini adalah rilis laporan emiten perbankan pelat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Perusahaan yang berniat merangsek pasar digital ini ternyata sukses meraup laba Rp7,7 triliun hingga kuartal III 2021, atau tumbuh fantastis 73,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba yang bombastis itu ditopang oleh moncernya pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income) sebesar 16,8%. Selain itu, perusahaan juga ketiban mujur setelah mencetak pertumbuhan laba bunga bersih sebesar 17,6%.

BBNI pun berencana untuk mengakuisisi bank mini guna merambah ke sektor digital, . Meski belum menyebutkan secara pasti kisaran dana yang akan digelontorkan, tetapi BBNI mengaku sudah menyiapkan dana khusus untuk menuntaskan aksi anorganiknya.

Sayangnya, kabar bahagia itu gagal mengungkit harga saham BBNI. Pada perdagangan hari ini, nilai sahamnya amburk 1,02% ke level Rp7.275 per saham. Meski begitu, jika dilihat secara sepekan, harga saham perusahaan sudah berhasil naik 1,75%.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Lunglai, IHSG Bergerak Lihai!

China Mau “Jinakkan” Harga Batu Bara?

Di samping itu, pelaku pasar juga masih memperhatikan gerak-gerik harga batu bara global. Apalagi, kini pemerintah China, selaku importir batu bara terbesar dunia, tengah putar otak untuk menjaga kestabilan harga batu bara.

The National Development and Reform Commission (NDRC) China saat ini tengah melakukan upaya untuk menyusun mekanisme terkait perhitungan harga batu bara yang wajar. Bahkan rencananya, NDRC juga akan memasukkan batu bara sebagai komoditas dalam kategori prohibiting exorbitant profits.

Harga kontrak batu bara termal berjangka China pada hari ini ditutup turun 7% ke kisaran 1.237 yuan atau US$193,84 per ton. Sementara itu, pemerintah China telah mengindikasikan bahwa harga wajar kontrak jangka panjang batu bara termal ada di kisaran 500 – 570 yuan, atau US$78,35 hingga US$89,32 per ton.

Namun, membincang harga pasar tidak bisa dilepaskan dari supply dan juga demand. Dalam waktu dekat, China akan mulai memasuki musim dingin. Biasanya, kondisi itu akan menimbulkan lonjakan permintaan batu bara yang pada akhirnya ikut mengerek harga batu bara itu sendiri.

Baca juga: Rangkuman Pasar: BTC &Altcoin Gas Terus, IHSG Malah Gagal Fokus

Bagaimana dengan Pasar Kripto?

Nasib mujur IHSG nampaknya juga terjadi di pasar kripto. Nilai dua punggawa aset kripto berkapitalisasi pasar jumbo, Bitcoin dan Ethereum, berhasil mencetak pertumbuhan 2,67% dan 0,4% pada hari ini.

Sementara itu, layaknya slogan iklan sepeda motor, harga geng altcoin malah terlihat semakin di depan. Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) berhasil tumbuh di atas 6% dalam 24 jam terakhir per pukul 17.30 WIB. Lompatan lebih fantastis dilakukan The Graph yang nilainya tumbuh 10,29% di periode yang sama.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img