Currently set to Index
Currently set to Follow

Kabar Sepekan: Data Ekonomi RI Fantastis, Tapi UMP Hanya Naik Tipis

Selamat berakhir pekan Sobat Cuan! Tanggal tua pasti bikin kamu bingung mau berakhir pekan, kan? Tapi, jangan khawatir, sebab kamu bisa menyimak rangkuman kabar ekonomi sepekan terakhir berikut!

Kabar Internasional Sepekan

1. RUU Infrastruktur AS Akhirnya Sah Juga

Presiden Amerika Serikat Joe Biden resmi menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendanaan Infrastruktur senilai US$1 triliun atau setara Rp14.224 triliun. Kini, RUU tersebut resmi menjadi UU yang menyediakan pendanaan perbaikan infrastruktur dalam lima hingga delapan tahun ke depan.

2. Industri di China Mulai Menggeliat

National Bureau of Statistics (NBS) China mencatat output industri di China tumbuh 3,5% secara tahunan pada Oktober lalu, sedikit lebih baik ketimbang pertumbuhan September yakni 3,1%. Pertumbuhan juga terjadi pada penjualan retail yakni 4,9% secara tahunan. Lebih baik ketimbang pertumbuhan September 4,4%.

3. Joe Biden dan Xi Jinping Kopi Darat, Bahas Apa?

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Pemimpin China Xi Jinping mengadakan pertemuan resmi virual selama tiga jam. Pertemuan itu membahas berbagai isu yang sempat membuat hubungan kedua negara memanas, mulai dari isu ekonomi hingga geopolitik.

Keduanya sempat saling sindir terkait situasi Taiwan yang memanas dan berbagai isu HAM yang menyerang China. Namun, baik Biden maupun Xi pada akhirnya bersepakat untuk meminimalisir konflik baik disengaja maupun tidak disengaja mengingat keduanya merupakan raksasa berkekuatan besar dalam peta geopolitik dunia.

4. Penjualan Ritel AS Moncer. Inflasi Bakal Parah?

Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat melaporkan bahwa penjualan ritel AS bertumbuh 1,7% pada Oktober, lebih tinggi dari ekspektasi 1,4%. Kenaikan ini disebabkan oleh sikap warga AS yang sudah kebelet belanja untuk hari Thanksgiving dari jauh-jauh hari sebagai sikap berjaga-jaga bahwa suplai barang dan jasa akan mengetat.

Kabar Aset Kripto Sepekan

1. Gemini Listing Shiba Inu

Gemini, platform exchange kripto besutan si kembar Winklevoss, akhirnya memasarkan token Shiba Inu (SHIB) di platformnya pekan ini. Hal ini terjadi sebulan setelah nilai SHIB melonjak 1.000% dan bahkan sempat menyalip Dogecoin (DOGE) sebagai koin meme berkapitalisasi jumbo di jagat kripto.

2. Makin Banyak Seleb Kecanduan NFT

Selebriti internasional nampaknya makin demen dengan Non-Fungible Token (NFT). Pekan ini, presenter Jimmy Fallon dan rapper Post Malone gabung klub pemilik NFT yang lagi hits, Bored Ape Yacht Club NFT. Keduanya masing-masing membayar 46,8 ETH (sekitar US$225.000) dan 160 ETH (US$735.000) demi mendapat NFT dalam bentuk Ape tersebut. 

3. Bitcoin Taproot Akhirnya Meluncur 

Jaringan Bitcoin akhirnya meluncurkan pembaruan jaringan Taproot setelah menanti sejak 2017 lalu. Upgrade tersebut diharapkan bisa bikin transaksi Bitcoin makin murah dan anti ngadat.

4. Gara-Gara Metaverse, Nilai SAND Terbang 40%

Nilai The Sandbox (SAND) sempat loncat 40% pada pekan ini setelah platform gaming itu mengumumkan akan membuka The Sandbox Alpha. Sandbox Alpha sendiri adalah sebuah arena di mana pemain bisa berpartisipasi di 18 laga antara 29 November hingga 20 Desember yang hanya bisa diakses menggunakan NFT.

5. SEC Tolak Aplikasi ETF Berbasis Bitcoin

Securities and Exchange Commission (SEC) memutuskan untuk menolak izin produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin dari manajer investasi global VanEck.

Padahal bulan lalu, SEC menyetujui dua produk yang serupa namun tak sama dari manajer investasi lain. Perbedaan mendasar yang membuat ETF milik VanEck ditolak ialah basis Bitcoin murni alih-alih kontrak future seperti dua produk sebelumnya.

Kendati demikian, VanEck nampaknya masih ngotot ingin memasarkan produk investasinya. Menurut pengumuman resmi Chicago Board Options Exchange (CBOE), produk ETF Bitcoin Van Eck sudah bisa diperdagangkan di bursa tersebut menggunakan kode XTBF mulai Selasa (16/11).

Baca juga: Cara Menghitung UMP 2021 Setelah Ada UU Cipta Kerja

Kabar Domestik Sepekan

1. Indonesia Cetak Rekor Surplus Dagang Lagi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia terbilang US$5,73 miliar pada Oktober. Dengan demikian, maka surplus dagang Indonesia mencetak rekor tertingginya sepanjang masa.

Surplus ini terjadi setelah Indonesia mencatat ekspor US$22,03 miliar sementara impor terbilang di level US$16,29 miliar. Usut punya usut, moncernya surplus perdagangan Indonesia disebabkan oleh kenaikan nilai komoditas pada bulan lalu, misalnya batu bara dan harga minyak kelapa sawit mentah.

2. Utang Luar Negeri Membengkak

Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$423,1 miliar atau setara Rp6.008 triliun pada akhir kuartal III 2021. Angka ini tumbuh 3,7% secara tahunan, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan tahunan ULN kuartal II 2021 yakni 2%.

Penyumbang terbesar pertumbuhan ULN ialah utang bank sentral yang tumbuh US$6,3 miliar menjadi US$9,1 miliar. Lonjakan disebabkan oleh alokasi Dana Moneter Internasional yang mencairkan Special Drawing Rights (SDR) Agustus lalu. Namun, utang ini tidak dikategorikan pinjaman lantaran tidak menambah beban bunga utang.

3. Upah Minimum Tahun Depan Naik Tipis

Pemerintah telah menetapkan rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan sebesar 1,09%. Kenaikan tersebut lebih tinggi ketimbang rata-rata kenaikan tahun ini 0,46%, namun jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata kenaikan tahunan yakni 8-9%.

Kenaikan UMP yang mini ini menuai protes sejumlah serikat buruh di berbagai daerah yang merasa terhimpit oleh peningkatan tarif pajak yang rencananya akan berlaku tahun depan. Apalagi, nilai kenaikan tersebut lebih rendah ketimbang tingkat inflasi. Adapun inflasi tahunan Indonesia pada Oktober lalu mencapai 1,66% secara tahunan.

4. BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) memutuskan untuk menahan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 3,5%, berikut dengan suku bunga lending facility dan deposit facility masing-masing 4,25% dan 2,75%.

5. Surplus Transaksi Berjalan Cetak Rekor Tertinggi dalam 12 Tahun

Indonesia mencatat surplus transaksi berjalan (current account/CA) sebesar US$4,5 miliar, alias setara dengan 1,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal III 2021. Data tersebut sekaligus menandai rekor surplus transaksi berjalan tertinggi Indonesia dalam 12 tahun terakhir.

Data tersebut terbilang mencengangkan mengingat Indonesia sebelumnya mencetak defisit transaksi berjalan US$2 miliar atau setara 0,7% PDB di kuartal sebelumnya. Surplus tersebut sukses menopang Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik surplus US$10,7 miliar pada kuartal III-2021 setelah defisit US$0.4 miliar di kuartal sebelumnya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img