Karena Pandemi, Miliarder Terkaya di Dunia Merugi Hingga USD 408 M

Hanya dalam dua bulan, orang paling kaya di dunia terdampak Covid-19 cukup parah. Orang-orang tersukses di dunia kehilangan hingga USD 408 M.

Dari seratus miliarder teratas di dunia ini, CEO LVMH Bernard Arnault menderita kerugian terbesar, hingga USD 30 M, menurut laporan Hurun.

orang tersukses di dunia

Sepanjang Februari dan Maret, pandemi ini telah melanda pasar saham utama yang dimiliki orang paling kaya di dunia. Pengamat melihat Dow Jones turun 21% dengan orang tersukses di dunia dari India, Perancis, Jerman, dan AS mengalami kerugian 25%.

Satu-satunya pasar utama yang berada di wilayah positif hanyalah China dengan kenaikan 0,2% selama periode dua bulan.

Sementara itu, menguatnya dolar juga memberi pengaruh pada berkurangnya kekayaan miliarder di luar AS. Dalam dua bulan, pound Inggris kehilangan 6,3% terhadap dolar AS, rupee India turun 5,2%, yuan Tiongkok turun 2,3%, dan euro turun 0,4% menurut laporan itu.

Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

Arnault, salah satu orang paling kaya di dunia, kehilangan hingga USD 30 M

orang paling kaya di dunia
Sumber: ERIC PIERMONT/AFP via Getty Images

Salah satu orang paling kaya di dunia, Arnault, kini 71 tahun, yang kehilangan kekayaannya hingga USD 30 miliar terutama karena devaluasi tajam saham LVMH.

Ia memiliki sekitar 47% saham di emiten produsen barang-barang mewah, yang meliputi antara lain merek Louis Vuitton, Celine, Christian Dior, dan Bulgari.

Harga saham LVMH turun menjadi USD 74 M pada 31 Maret dan USD 87 pada akhir Januari. Kekayaan Arnault turun menjadi USD 77 M dari USD 107 M dua bulan sebelumnya.

Arnault tidak sendiri sebagai orang paling kaya di dunia yang merugi lantaran pandemi. Di antara 100 miliarder teratas dalam Hurun Global Rich List 2020 yang dirilis pada Februari, hanya 9% yang melihat peningkatan kekayaan mereka dalam dua bulan terakhir.

Sekitar 86% dari mereka melihat penurunan kekayaan mereka sementara 5% tetap stagnan.

“Dua bulan terakhir ini, kekayaan orang paling kaya di dunia telah terkuras banyak dibandingkan yang mereka peroleh dalam dua setengah tahun terakhir. Dengan top 100 dunia turun 12,6% atau USD 408 M, setara dengan masing-masing Hurun Top 100 yang kehilangan hingga USD 75 juta per hari,” jelas Ruper Hoogewerf. Ia adalah ketua dan kepala peneliti Hurun Institute yang merilis laporan tersebut.

Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

Jumlah miliarder dunia berkurang 20% dalam dua bulan

Berikut ini 10 miliarder teratas dengan gabungan kerugian hingga US 125 M.

orang paling kaya di dunia anjlok karena pandemi

Terlepas dari keadaan yang belum tampak membaik, CEO Amazon Jeff Bezos kehilangan USD 9 M dalam periode dua bulan, tetapi ia tetap menjadi orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih USD 131 M.

Sementara itu, kekayaan Eric Yuan Zheng, 50, CEO platform video konferensi Zoom yang berbasis di California justru meningkat dari USD 3,5 M menjadi USD 8 M. Tingkat pertumbuhan pada 77% adalah yang tercepat di antara miliarder dunia.

Harga saham perusahaan Eric Yuan hampir dua kali lipat dalam dua bulan terakhir, meningkat dari USD 76 menjadi USD 146 per saham.

Terdapat 2.816 miliarder yang dikenal di dunia, sebagaimana tercatat dalam Hurun Global Rich List per 31 Januari. Kini, jumlah orang paling kaya di dunia ini turun sebanyak 20% menjadi 2.253 dalam laporan terbaru.

Sumber: Barrons Penta

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img