Currently set to Index
Currently set to Follow

Hal yang Perlu Kamu Ketahui Soal Perjalanan Udara Saat Pandemi

Ketika pandemi virus Corona melanda dunia, terjadi larangan, pembatalan, dan penangguhan perjalanan udara, darat, laut di mana-mana.

Banyak orang yang segera membatalkan rencana mereka untuk terbang jarak jauh, terutama jika dianggap berisiko tinggi. Pembatalan konvensi dan acara juga terjadi hampir di semua tempat.

Ketika ada wabah seperti ini rasanya wajar jika kita merasa curiga saat berada di tempat umum, terutama saat naik pesawat.

Kesalahpahaman yang umum terjadi tentang perjalanan udara adalah bahwa satu orang yang sakit bisa menularkan penyakitnya kepada orang lain. Pasalnya, mereka berbagi lingkungan tertutup yang sama dan menghirup udara yang sama.

Padahal, ini tidak sepenuhnya benar. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kualitas udara di pesawat.

Sistem sirkulasi udara di pesawat terbang

Banyak pesawat memiliki sistem filtrasi atau penyaringan yang efisien. Kecuali jenis pesawat yang lebih kecil atau pesawat baru, sebagian besar pesawat dilengkapi dengan Real High-Efficiency Particle Filters (True HEPA) atau High-Efficienty Particle Filters (HEPA).

Penyaringan semacam itu bisa menjebak dan menyirkulasi kembali debu dari kabin untuk menggantinya dengan udara segar.

Semakin tinggi jarak tempuh yang dimiliki filter HEPA, semakin efektif dalam mengatasi beban penumpang.

Sistem sirkulasi udara HEPA jauh lebih baik daripada yang dipasang di moda transportasi lain dan gedung perkantoran.

Baca juga: Batal Liburan Karena Covid-19? Ini 3 Cara Refund Tiket Pesawatmu!

Tentang udara yang berputar di pesawat

Rasio udara segar dan udara yang berputar di pesawat adalah 50-50. Sebagian udara hasil sirkulasi dibuang ke udara sementara sisanya dipompa keluar melalui filter udara HEPA bersama dengan lebih dari 99% kotoran dan bakteri lainnya.

Oleh karena itu, peluang kamu tertular penyakit melalui udara di pesawat lebih kecil daripada di ruang tertutup lainnya berkat kombinasi filter dan sirkulasi udara.

Kabin cukup lembap

Kita semua tahu bahwa virus flu berkembang pada tingkat kelembaban yang lebih rendah, di mana mereka lebih mudah hinggap dan bertahan lebih lama.

Jadi, udara kering adalah biang keladinya. Penggunaan material komposit di kabin pesawat baru memungkinkan mereka untuk meningkatkan kelembaban sehingga mengurangi efek dehidrasi tidak sehat dari pesawat yang sudah lama.

Kabin pesawat terbang baru dirancang mampu mempertahankan kelembaban sekitar 25%, meningkat dibanding sebelumnya yang sebesar 20%, karena badan material kompositnya, badan pesawat tidak berkarat seperti pada logam di bawah kelembaban tinggi.

Baca juga: Hingga Rp404 Juta Sekali Terbang, Ini 7 Pesawat First Class dengan Fasilitas WOW!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Baca juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img