Currently set to Index
Currently set to Follow

Pluang Pagi: Inflasi Bikin Prihatin, Investor ‘Buy The Dip’ Bitcoin

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali pekan ini, kamu bisa menyimak kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Ketiga indeks saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri pekan lalu di zona hijau. Nilai Dow Jones Industrial Average bertumbuh 0,5%, sementara nilai indeks S&P 500 dan Nasdaq menanjak lebih tinggi masing-masing 0,72% dan 1% pada sesi perdagangan Jumat (12/11) waktu Amerika Serikat.

Nilai trio indeks saham berhasil terdongkrak berkat kinerja moncer saham emiten raksasa teknologi. Saham Meta, yang dulu dikenal sebagai Facebook, dan induk Google, Alphabet, contohnya, nilainya masing-masing sukses lompat 4% dan 2%.

Saham-saham perusahaan chip semikonduktor, seperti Micron Technology dan ASML, juga tak kalah memamerkan kinerja kinclongnya. Hanya saja, perusahaan chip semikonduktor Nvidia Corporation gagal ikut manggung setelah perusahaan sekuritas Wedbush menurunkan kelas sahamnya dari posisi “outperform” ke “neutral” gara-gara masalah valuasi.

Selain Nvidia, saham Tesla juga terpuruk 2,8% pada Jumat lalu setelah punggawanya, Elon Musk, menjual 1,8 juta lembar saham Tesla pada pekan lalu. Uniknya, ia melancarkan langkah tersebut setelah membuat polling di akun Twitter-nya yang diikuti 64 juta pengikut.

Pada pekan ini, fokus investor akan tertuju pada pelaporan keuangan saham-saham jaringan ritel besar seperti Walmart, Home Depot, dan Target. Sektor tersebut kian menjadi sorotan setelah masyarakat AS menunjukkan sinyal tengah mengerem nafsu konsumsinya. Hal itu tercermin dalam angka awal Indeks Sentimen Konsumen milik University of Michigan pada November sebesar 66,8 alias turun dari 71,7 pada bulan sebelumnya.

Aset Kripto

Dua dedengkot aset kripto, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), boleh sedikit semringah pagi ini. Pada pukul 08.30 WIB, Nilai Bitcoin terlihat di posisi US$65.692,12 per keping atau naik 1,33% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai ETH bercokol di US$4.675,47 per keping alias naik 0,32% di waktu yang sama.

Nilai Bitcoin berhasil terungkit setelah nilainya anjlok dari level tertingginya US$69.000 per keping ke US$62.000 di akhir pekan lalu. Ya, sang raja aset kripto lunglai setelah pelaku pasar melakukan aksi jual. Langkah itu diambil setelah regulator pasar modal AS, The Securities and Exchange Commission, menolak perizinan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot milik Van Eck.

Selain itu, nilai Bitcoin juga terpukul oleh aksi Elon Musk yang cuci gudang saham Tesla miliknya. Maklum, Tesla dikenal sebagai salah satu investor institusi yang menimbun Bitcoin terbanyak sejagat.

Namun, harga Bitcoin kemudian terungkit di akhir pekan setelah investor nampaknya memborong Bitcoin mumpung harganya murah (buy the dip).

Selain itu, pelaku pasar pun nampaknya juga masih setia dengan Bitcoin lantaran tengah mencari aset lindung nilai yang efektif lantaran inflasi AS yang bikin investor menjerit. Sekadar informasi, AS mencatat tingkat inflasi tahunan sebesar 6,2% alias rekor tertingginya dalam 31 tahun terakhir.

Melihat kondisi tersebut, apakah Sobat Cuan tidak mau ikutan buy the dip juga?

Di geng altcoin, koin-koin gaming nampaknya masih merajai pasar kripto. Tengok saja nilai Decentraland (MANA) dan Enjin Coin (ENJ) yang naik masing-masing 5,11% dan 4,99%.

Selain itu, Sobat Cuan nampaknya perlu mengamati gerak-gerik Ethereum pekan ini lantaran Non-Fungible Token (NFT) diprediksi akan meledak kembali. CEO Coinbase Brian Armstrong menyebut bahwa pasar NFT di masa depan akan sebesar, atau bahkan lebih besar, dari bisnis trading aset kripto saat ini.

Emas

Harga emas spot terlihat di level US$1.859,91 per keping pada pukul 08.46 WIB, alias turun 0,19% dibanding sehari sebelumnya.

Meski nilainya menurun hari ini, nilai sang logam mulia terus perkasa sejak pekan lalu akibat kekhawatiran investor atas inflasi AS yang makin “panas”. Tingkat inflasi yang bikin geleng-geleng kepala tersebut bikin investor memburu emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, kilau harga emas harus redup perlahan setelah musuh bebuyutannya, nilai Dolar AS, ternyata bangkit. Bahkan, nilainya sempat menyentuh 95 pada pekan lalu.

Kenaikan nilai sang aset greenback akan menurunkan permintaan investor akan emas. Sebab, harga emas akan menjadi lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,05 pada pukul 08.50 WIB, turun 0,08% dibanding sehari sebelumnya.

Nilai mata uang negara Paman Sam tersebut terus melorot sepanjang akhir pekan setelah survei University of Michigan menunjukkan bahwa masyarakat AS nampaknya sedang tak bergairah untuk konsumsi akibat meroketnya inflasi. Artinya, permintaan masyarakat terhadap Dolar AS kemungkinan akan menurun, sehingga nilai Dolar AS pun ikutan lunglai.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img