Currently set to Index
Currently set to Follow

Pluang Pagi: Pasar Kripto Mulai Bangkit, Kini Giliran Emas yang Sakit

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali aktivitas kamu pada Rabu (24/11), yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Nilai indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing menguat 0,55% dan 0,17% pada penutupan sesi perdagangan Selasa (23/11) waktu setempat. Sayangnya, indeks Nasdaq Composite justru lunglai 0,5% di saat yang sama.

Lesunya kinerja indeks Nasdaq disebabkan oleh performa memble saham-saham teknologi berkategori growth stocks. Nilai saham Tesla, misalnya, amblas 4% sementara nilai saham Microsoft susut 0,6%. Harga kedua saham perseroan tersebut luluh pasca investor melakukan aksi jual.

Adapun, aksi jual pelaku pasar tersebut disebabkan oleh pesimisme mereka atas kinerja keuangan sektor tersebut di masa depan, yang dipicu oleh antisipasi investor atas kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Kenaikan suku bunga acuan akan mengerem konsumsi masyarakat dan ekspansi dunia usaha di masa depan, sehingga pertumbuhan ekonomi akan menjadi korbannya. Maka dari itu, tak heran jika pelaku pasar melepas growth stocks yang selalu berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi sedang tokcer.

Selain itu, anjloknya nilai saham Zoom Video Communications hingga hampir 15% kemarin ikut menyeret performa Nasdaq. Hal itu terjadi setelah perseroan melaporkan pendapatan kuartal III yang melambat seiring permintaan aplikasi Zoom yang kian mengetat.

Baca juga: Pluang Pagi: Saham AS Rekor Lagi, Aset Kripto Ogah Unjuk Gigi

Aset Kripto

Aset kripto mulai siuman perlahan setelah “pingsan” dalam beberapa hari terakhir. Melansir Coinmarket pukul 08.18 WIB, sembilan dari 10 koin kripto berkapitalisasi pasar jumbo sejagat menginjakkan kaki di zona hijau.

Harga Bitcoin (BTC), contohnya, kini bertengger di posisi US$57.623,72 per keping alias naik 1,63% dalam sehari terakhir. Sementara itu, pesaing terdekatnya Ether (ETH) justru berhasil menyalip Bitcoin dengan mencetak pertumbuhan nilai 5% ke US$4.317 per keping.

Uniknya, performa kinclong ini terjadi di tengah sentimen negatif yang dialamatkan ke pasar kripto.

Salah satunya datang dari India yang berencana untuk melarang sebagian besar peredaran aset kripto, termasuk BTC dan ETH, dan memberikan ruang bagi bank sentral India untuk menerbitkan mata uang digitalnya sendiri. Aturan tersebut rencananya akan dimuat ke dalam satu pasal di Rancangan Undang-Undang (RUU) regulasi mata uang kripto dan mata uang digital resmi, yang telah diumumkan pemerintah India pada Selasa (23/11).

Namun, layaknya dua sisi koin, terdapat pula sentimen positif yang mengerubungi pasar kripto seharian kemarin. Contohnya adalah kabar dari Turki, di mana harga Bitcoin telah menyentuh rekor tertingginya melawan mata uang Lira Turki meski kondisi pasar kripto lagi memble. Lho, kok bisa?

Selidik punya selidik, nilai tukar Lira terhadap Dolar AS amblas 15% dalam sehari terakhir dan membuat nilai Bitcoin menjadi lebih mahal jika dikonversi dengan mata uang Turki tersebut. Oleh karenanya, tak heran jika para BTC hodlers di Turki sedikit bernapas lega meski pasar kripto terpantau merah.

Kemduian, nasib mujur juga menghampiri kelompok altcoin. Fantom (FTM), contohnya, memimpin penguatan dengan membukukan pertumbuhan nilai 19%. Langkahnya kemudian diikuti oleh Curve (CRV) dan Harmony (ONE) yang kompak bertumbuh 14%.

Emas

Harga emas berjangka untuk kontrak Desember bertengger di US$1.783,8 per ons, alias luruh 1,2% dibanding sehari sebelumnya. Dengan demikian, pelemahan harga emas sudah terjadi empat hari berturut-turut, sekaligus menandai pelemahan harga emas terlama dalam tujuh bulan terakhir.

Nilai sang logam mulia terkapar tak berdaya setelah dua musuh bebuyutannya, tingkat imbal hasil obligasi AS dan nilai Dolar AS, menunjukkan keperkasaannya. Kondisi ini cukup ironis mengingat harga emas pekan lalu terlihat berjaya dan bahkan sempat melaju lancar menuju level psikologis US$1.900 per ons.

Beberapa analis mengatakan, harga emas bisa menyentuh US$1.725 per ons jika nilainya terus jatuh hingga di bawah US$1.758 per ons.

Baca juga: Pluang Pagi: Inflasi Masih Jadi Sorotan, Aset Kripto ‘Pingsan’

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS terpantau bergeming di level 96,46, tepat kurang dari sehari setelah sang aset greenback menyentuh titik tertingginya dalam 1,5 tahun terakhir di 96,61.

Nilai Dolar AS berhasil lompat berkat sikap deg-degan pelaku pasar yang mengantisipasi pengetatan suku bunga acuan The Fed. Mereka juga yakin bahwa The Fed akan mengerek suku bunga acuan tersebut sesuai jadwal, yakni pertengahan 2022, mengingat tidak akan ada pergantian di pucuk pimpinan otoritas moneter AS tersebut.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img