Currently set to Index
Currently set to Follow

Pluang Pagi – Kamis 30 September 2021

Berikut rangkuman kinerja pasar pada Kamis (30/9) di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

Nilai indeks saham Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 sama-sama menguat 0,16% sepanjang sesi perdagangan. Sayangnya, nilai indeks Nasdaq Composite malah terjungkal 0,24% di periode yang sama.

Indeks Wall Street menunjukkan keperkasaannya didorong oleh komentar ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa 2022 akan “menjadi tahun yang kuat” bagi pertumbuhan ekonomi AS. Sayangnya, penguatan itu tertahan sentimen wacana kenaikan pagu utang AS, yang kini masih terhalang persetujuan Senat AS.

Ketika nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones terlihat tokcer, indeks Nasdaq Composite malah terkulai. Penyebabnya adalah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang terus melaju.

Saham-saham sektor defensif memimpin pergerakan indeks seiring langkah investor yang mencari stabilitas di pasar yang yang tengah bergejolak. Sementara itu, dari 11 sektor utama pembentuk indeks S&P 500, saham sektor material jatuh terjerembab sementara saham sektor utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3%.

Meski menguat di sesi perdagangan kemarin, tiga indeks saham utama AS akan tetap tercatat melemah jika ditinjau dari kinerja bulanan.

Aset Kripto

Harga Bitcoin terlihat di level US$41.670 per keping pada Kamis pukul 07.30 WIB alias naik 0,4% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Ethereum terlihat di angka US$2.860, lompat 0,6% di waktu yang sama.

Secara umum, selain BTC dan ETH, harga beberapa aset kripto mencoba melepaskan diri dari zona kritis dalam 24 jam terakhir. Nilai Binance Coin, Chainlink, MATIC, dan XLM kompak bertumbuh lebih dari 4% dalam periode tersebut.

Kenaikan harga Bitcoin disebabkan oleh aksi bandar (whales) yang bertransaksi Bitcoin dalam nilai jumbo. Dalam dua pekan terakhir, juragan Bitcoin tersebut melakukan volume transaksi mencapai US$10 juta. Angka ini terbilang lebih tinggi dibanding ketika Bitcoin hampir menyentuh US$60.000 beberapa bulan silam.

Namun, cuaca mendung nampaknya masih mengiringi langkah Bitcoin ke depan. Pola harga tertinggi harian yang terus melandai dalam sepekan terakhir bisa menjadi pertanda bahwa para bulls akan kesulitan menempatkan titik support Bitcoin di US$43.000. Hal ini ditakutkan bisa menggagalkan pemulihan harga altcoin lainnya.

Emas

Harga emas terlihat di posisi US$1.725,5 per ons pada 07.30 WIB atau melorot 0,5% dalam sehari terakhir. Sebelumnya, nilai sang logam mulia bahkan menyentuh US$1.720,49, yang merupakan titik terendahnya sejak 10 Agustus.

Harga emas melemah setelah dihantam penguatan Dolar AS. Sehingga, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Tak hanya perkaran kenaikan Dolar AS, pelemahan harga emas kali ini juga disebabkan oleh ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan segera mengetatkan kebijakan moneternya.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS terlihat di level 94,33 pada pukul 07.30 WIB, atau melesat 0,75% dalam sehari terakhir. Dolar AS, yang merupakan aset aman (safe haven) alternatif emas, terus melaju ke level tertingginya selama setahun terakhir. Penguatan ini terjadi meski persetujuan kenaikan pagu utang AS mengalami jalan buntu dan pemerintahan AS terancam shutdown.

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img