Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Penjualan Mobil Makin Total, AS ‘Ribut’ Aturan Aset Digital

Rangkuman kabar Kamis (9/12) mengulas sejumlah berita domestik dan mancanegara, salah satunya angin segar dari industri otomotif yang semakin pulih. Masih banyak kabar lain yang patut kamu simak, jangan sampai ketinggalan yaa!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Produksi dan Penjualan Mobil Naik Pesat

Menteri Perdagangan Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan produksi mobil mencapai 890.000 unit hingga Oktober 2021, tumbuh 62,4% secara tahunan dan melampaui target yang semula ditetapkan yakni 850.000 unit. Pada periode yang sama, penjualan mobil pun mengalami peningkatan 487.000 unit atau naik 71,02% secara tahunan.

Peningkatan tersebut tak lepas dari andil insentif pemerintah yakni Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP). Menurut Agus, insentif ini efektif memberdayakan perusahaan industri otomotif mulai dari industri komponen tier 1 hingga tier 2 dan 3, termasuk usaha kecil dan menengah.

Pada periode yang sama, yakni Januari-Oktober 2021, industri otomotif nasional telah mengekspor Completely Built Unit (CBU) senilai Rp43 triliun. Indonesia juga mengekspor set Completely Knock Down (CKD) dan komponen masing-masing senilai Rp 1 triliun dan Rp24 triliun.

Menurut data Kementerian Perdagangan, saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotoor roda empat atau lebih yang menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. Kapasitas produksi total secara nasional ialah 2,35 juta unit per tahun dengan total investasi tertanam Rp140 triliun. Selain itu, terdapat 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri.

Apa Implikasinya?

Pulihnya industri otomotif menjadi pertanda bahwa konsumsi masyarakat mulai membaik. Nah, hal ini akan berdampak signifikan pada perekonomian nasional mengingat besarnya penyerapan lapangan kerja dan nilai ekspor yang dihasilkan.

Data tersebut juga mengonfirmasi bahwa kebijakan PPnBM DTP efektif dan tepat sasaran dalam strategi pemulihan industri otomotif dengan mengandalkan pasar domestik. Setelah pulih benar, industri ini pun bisa berekspansi ke pasar internasional guna meningkatkan pundi-pundi devisa negara.

2. BEI dan OJK Susun Kerangka Aturan Perdagangan Karbon

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku siap menyusun kerangka aturan perdagangan karbon. Kerangka ini akan disusun sebagai implementasi Peraturan Presiden No 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon.

Adapan mekanisme perdagangan karbon yang diatur dalam Perpres Nilai Karbon antara lain perdaganagn dua pelaku usaha melalui skema cap and trade, pengimbangan emisi melalui skema carbon off set, pembayaran berbasis kinerja dan pungutan atas karbon. Perpres juga mengatur kombinasi skema yang ada yang berlaku bagi pasar domestik dan internasional.

Apa Implikasinya?

Kerangka aturan ini akan membuka peluang Indonesia memperoleh pendanaan yang lebih luas untuk membiayai mitigasi perubahan iklim. Diketahui, potensi kerugian perubahan iklim mencapai 40% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2050. Jika hal itu tidak ditangani secara serius, maka Indonesia tidak dapat memaksimalkan bonus demografi di tahun tersebut.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Indeks Konsumen Gacor, Volume Perdagangan AS Rekor

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Bos Kripto ‘Tagih’ Regulasi Aset Digital

Sejumlah eksekutif dari berbagai perusahaan kripto terbesar di Amerika Serikat membuat petisi untuk mendesak Kongres AS membuat regulasi baru terkait aset digital. Mereka mengharapkan aturan yang dapat menjembatani mereka dengan otoritas bursa, yakni Securities and Exchange Commision, yang kerap memakan banyak biaya.

Salah satu petinggi yang angkat bicara ialah CEO FTX Group Sam Bankman-Fried yang meminta satu otoritas resmi yang mengawasi aktivitas berbau kripto di AS. Selama ini, yurisdiksi industri tersebut diperebutkan oleh SEC dan Commodity Futures Trading Commision.

Sementara itu, petinggi Coinbase meminta Kongres untuk mendesain regulator khusus bagi aset digital. Isu utama dalam permohonan ini ialah sulitnya aset kripto untuk terdaftar sebagai securities, melainkan hanya sebagai produk derivatif. Padahal hakikatnya, aset ini memiliki utilitas yang luas alih-alih hanya dipandang sebagai komoditas saja.

Apa Implikasinya?

Regulasi yang jelas penting bagi keberlangsungan bisnis dan iklim persaingan yang sehat. Terlebih, aset digital masih merupakan produk baru dengan utilitas tinggi yang belum banyak dipahami betul oleh masyarakat maupun pemangku kebijakan.

Sehingga, pertemuan Kongres AS ini membuka peluang bahwa AS benar-benar peduli dengan masa depan aset kripto. Hal ini, tentu saja, bisa menjadi sentimen positif bagi pasar kripto ke depan.

2. Inflasi Pabrik China Melandai Tipis

National Bureau of Statistics (NBS) mengumumkan inflasi pabrik China tercatat 12,9% di bulan November, susut tipis dari rekor tertinggi dalam 26 tahun di bulan Oktober yakni 13,5%.

Meski masih di kisaran dua digit, penyusutan ini memberi ruang bagi People Bank of China (PBoC) untuk melancarkan pelonggaran moneternya yang sporadis. Awal minggu ini,PBoC mengumumkan pengurangan pencadangan bank sebagai bentuk stimulus melawan pelemahan laju perekonomian.

Sebagaimana diketahui, laju inflasi pabrik di China telah melesat sejak Mei lalu akibat naiknya harga komoditas dan imbas pandemi yang membuat biaya membengkak. Pemerintah China telah melakukan beragam upaya seperti mengatur harga pasar batu bara dan menggelontorkan stimulus moneter.

Apa Implikasinya?

Harga pabrik yang tinggi akan berpengaruh pada harga konsumen yang ikut terungkit. Sebagai mitra dagang, kondisi ini menguntungkan daya saing industri domestik yang selama ini kerap kalah dalam persaingan harga dengan China.

Namun inflasi yang berlarut dapat memukul daya beli masyarakat China yang berimbas pada rendahnya pertumbuhan ekonomi. Jika ekonomi China melambat, imbasnya tak hanya berdampak pada Indonesia melainkan seluruh dunia mengingat size perekonomiannya yang besar.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Marketwartch, Investing, Antara 

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img