Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Harga CPO Reli, IMF Pangkas Proyeksi

Rangkuman kabar hari ini, Rabu (6/6), memberikan kabar baru soal harga minyak kelapa sawit mentah dan harga Bitcoin yang sama-sama to the moon! Yuk, simak selengkapnya di rangkuman kabar!

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Harga CPO Ikut Reli

Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mengalami lonjakan selama sebulan terakhir. Hari ini, harga CPO di bursa Malaysia tercatat mencapai 4.896 Ringgit Malaysia per ton. Selama sepekan terakhir, harga CPO melonjak 9,29%. Jika melihat tren dalam sebulan, kenaikannya nyaris 11%.

Reli harga CPO tidak terlepas dari rentetan krisis energi yang membuat harga minyak bumi meningkat. Peningkatan ini menjadi insentif untuk meningkatkan produksi biofuel yang salah satunya berbahan CPO.

Apa Implikasinya?

Lonjakan harga CPO, yang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Kondisi tersebut tentu akan berdampak positif terhadap kondisi surplus neraca perdagangan Indonesia, yakni salah satu amunisi bagi pundi-pundi cadangan devisa Indonesia.

Selain itu, kenaikan harga CPO bersama komoditas lainnya akan memperbaiki pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang semula diramalkan akan lesu di paruh kedua tahun ini.

2. Pemerintah Uji Terbang Bioavtur

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah telah sukses mengujicoba penggunaan campuran bahan bakar nabati (BBN) di dalam avtur (bioavtur) sebesar 2,4%. Pemerintah menjajal bioavtur tersebut menggunakan pesawat CN235-220 FTB milik PT Dirgantara Indonesia.

Ini merupakan langkah awal bagi industri penerbangan untuk memanfaatkan bioenergi. Dengan perkiraan konsumsi avtur harian sekitar 14 ribu kilo liter, potensi pasar bioavtur J2.4 mencapai Rp 1,1 triliun.

Pemerintah juga memberikan insentif berupa super deduction tax pada korporasi yang bersedia mensponsori produksi dan pengembangan bioavtur.

Apa Implikasinya?

Pemanfaatan CPO yang makin terdiversifikasi akan meningkatkan permintaan CPO domestik. Kondisi tersebut diharapkan bisa menjaga kestabilan harga CPO, sehingga harga minyak kelapa sawit tersebut tidak bergantung pada fluktuasi ekspor semata.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Investor Kripto Tiga Kali Lipat Pasar Modal!

Rangkuman Kabar Manca Negara

1. IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Gagal Sentuh 6%

Ketua International Monetary Funds (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi global akan berada di bawah perkiraan IMF sebelumnya yakni 6%.

IMF mencatut kenaikan inflasi dan peningkatan rasio utang sebagai momok pemulihan ekonomi di negara berkembang. Akibatnya, IMF memprediksi negara berkembang akan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih dari dampak pandemi, sementara negara maju akan kembali ke level pra pandemi tahun depan.

Selain itu, Georgieva juga menyarankan agar bank sentral menghindari langkah pengetatan kebijakan moneter saat ini. Namun, harus tetap waspada untuk bersikap jika sewaktu-waktu inflasi meningkat.

Apa Implikasinya?

Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melandai harusnya ditangkap investor sebagai sinyal bahwa bank sentral dan pemerintahan global tetap melonggarkan kebijakannya untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi.

2. Harga Bitcoin Mengarah ke US$51.000

Harga Bitcoin kembali mengarah kisaran US$51.000 pada hari ini. Dengan melihat posisinya di angka US$40.885 per keping, maka sang raja aset kripto berhasil mendongkrak nilainya sebesar 26,8% selama tujuh hari terakhir.

Saat tulisan ini diturunkan, harga Bitcoin bertengger di posisi US$50.768 per keping. Namun, Cointelegraph mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa kembali to the moon dengan mengarah ke US$55.000.

Apa Implikasinya?

Harga Bitcoin diperkirakan masih akan gemilang, utamanya di tengah pelemahan nilai Dolar AS.

Dolar AS selama ini dianggap sebagai salah satu aset aman (safe haven). Namun, munculnya tingkat inflasi yang tinggi akan menggerus nilai Dolar AS, sehingga investor akan memburu instrumen yang punya korelasi rendah dengan inflasi, salah satunya adalah aset kripto. Tentu saja, kenaikan permintaan aset kripto akan mendongkrak harganya ke depan.

Selain itu, data menunjukkan bahwa reli harga aset kripto selalu terjadi pada Oktober, sebuah fenomena yang kerap disebut dengan “Uptober”. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun dan tapering The Fed bisa mennjadi batu sandungan harga aset kripto di bulan ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: BBC, Reuters, CNBC Indonesia, CNN INdonesia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img