Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Potensi Ekonomi Digital Makin Joss, Krisis Bikin Harga Energi To the Moon

Rangkuman kabar, Selasa (12/11) mengungkap potensi besar ekonomi digital dan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian barang tambang (smelter) yang akan memimpin reli pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.

Sementara itu, kabar mancanegara masih diramaikan oleh krisis energi yang kian terpuruk. Simak selengkapnya di rangkuman kabar berikut!.

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Indonesia Bidik Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ke-7 pada 2030

Presiden Joko Widodo mengungkap potensi perekonomian Indonesia berekspansi jadi terbesar ke 7 di dunia pada 2030. Menurutnya, lokomotif utama pertumbuhan moncer tersebut ialah ekonomi digital yang tumbuh pesat di Indonesia.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kenaikan volume transaksi digital ada di angka 37,35% sepanjang 2020 saja. Kenaikan ini akan mengungkit valuasi ekonomi digital yang diproyeksi mencapai US$124 miliar pada 2025, lalu menjadi US$315,5 miliar pada 2030.

Apa Implikasinya?

Munculnya kekuatan ekonomi baru dalam bentuk ekonomi digital mengindikasikan bahwa Indonesia harus segera fokus mencetak sumber daya manusia baru yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan. Jika lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan sumber daya manusia yang ada, maka Indonesia bisa mengalami krisis tenaga kerja yang parah.

Krisis tenaga kerja bisa menimbulkan ketidakseimbangan di pasar tenaga kerja. Implikasinya, Indonesia bisa mengalami inflasi dari segi upah.

2. Jokowi Groundbreaking “Smelter Terbesar di Dunia” di Gresik

Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) atas smelter baru milik PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Eksklusif (KEK) Gresik, Jawa Timur pada hari ini.

Proyek tersebut rencananya bisa menyerap 40 ribu tenaga kerja selama proses konstruksinya. Selain itu, proyek senilai Rp42 triliun ini nantinya dapat memurnikan tembaga dan logam berharga lainnya seperti emas senilai Rp30 triliun per tahun.

Smelter yang digadang akan menjadi smelter terbesar di dunia itu punya kapasitas pengolahan mencapai 1,7 ton konsentrat tembaga dengan produk 600 ribu ton katoda tembaga. Targetnya, proyek ini akan rampung pada 2023-2024 mendatang.

Apa Implikasinya?

Pembangunan smelter yang akan menyerap banyak tenaga kerja ini akan memiliki efek berlipat terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pertama, penyerapan 40.000 tenaga kerja tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pendapatan tersebut akan bertransformasi menjadi kegiatan konsumsi dan investasi, dua komponen penting dalam membentuk pertumbuhan ekonomi.

Kedua, hasil produksi smelter tersebut akan memberikan nilai tambah bagi ekspor tambang Indonesia. Kenaikan nilai ekspor akan berdampak positif bagi neraca perdagangan, cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Rangkuman Kabar: BTC ‘to the moon’, Harga Minyak Terus Berayun

Rangkuman Kabar Manca Negara

1. Krisis Energi Berlanjut, Harga Energi Makin “Yahud”

Krisis energi yang melanda berbagai belahan dunia mulai berimbas pada reli harga energi, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas bumi.

Harga minyak Brent, contohnya, terpantau mendekati level tertinggi dalam tiga tahun di angka US$84,38 per barel. Minyak bumi jenis lain pun terus mengalami peningkatan seperti WTI yang menembus rekor tertinggi dalam tujuh tahun US$81,72 per bulan.

Sementara itu, banjir yang disebabkan curah hujan tinggi di China bagian utara membuat tambang batu bara disana harus berhenti beroperasi. Harga batu bara di pasar Zhengzhou Commodity Exchange pun meroket 12% menjadi 1.408 yuan per metrik ton, atau senilai US$219.

Apa Implikasinya?

Dampak krisis energi yang terus berlanjut akan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, terutama inflasi energi. Pemadaman listrik bergilir yang berlaku di beberapa negara seperti Inggris dan China juga akan berdampak pada produktivitas industri yang akan mengerek harga barang ekspor dari negara tersebut.

Jika semakin berlarut, krisis energi dapat menjegal pemulihan ekonomi dunia, tentunya juga termasuk Indonesia. Meski dalam waktu dekat, krisis energi justru memberi berkah bagi Indonesia yang cukup besar, khususnya dari ekspor batu bara.

2. Harga Bitcoin Ogah Setop, Capai Rekor Baru dalam Lima Bulan

Harga Bitcoin terus melonjak melampaui resisten jangka pendeknya di level US$57.600 per keping hari ini. Ini merupakan level tertinggi sejak 12 Mei lalu, mengindikasikan bahwa sinyal bullish terus berlanjut.

Namun, Chief executive JPMorgan Chase & Co Jamie Damon mengatakan bahwa aset kripto bervaluasi terbesar ini akan segera diregulasi oleh pemerintah. Regulasi tersebut berkaitan dengan anti pencucian uang dan kerahasiaan bank, juga aturan perpajakan.

Sementara itu, keputusan ihwal persetujuan The US Securities and Exchange Commission (SEC) terkait produk Echange Traded Fund (ETF) Bitcoin ditarget keluar minggu depan. Ketua SEC Gary Gensler sebelumnya telah menunjukkan dukungan terhadap instrumen investasi ini.

Apa Implikasinya?

Reli Bitcoin yang didukung oleh dukungan SEC serta wacana regulasi akan mengukuhkan posisi Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi ‘safe haven’ di tengah gejolak perekonomian global dan krisis energi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investing, Reuters, BBC, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Kompas TV

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img