Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: Brazil Niat Gajian Pakai Kripto, Devisa China Bangkit

Mengawali pekan ini, Senin (8/11), rangkuman kabar mengulas infrastruktur mobil listrik yang ternyata makin mumpuni sekaligus membuka peluang usaha bagi yang ingin bermitra membangun stasiun pengisian daya.

Ada juga kabar dari Brazil yang mulai melirik pembayaran gaji pegawai dengan mata uang kripto, lho! Yuk, simak selengkapnya di rangkuman kabar berikut!

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. PLN Niat Bangun 114 “Pom Bensin” Mobil Listrik Tahun Ini

PT PLN (Persero) berniat membangun 114 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga akhir tahun. Perseroan telah membangun 67 unit SPKLU baru, sehingga berencana untuk menambah 47 unit hingga akhir tahun nanti.

Saat ini PLN telah memiliki 187 unit SPKLU yang beroperasi di Jawa, Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, terdapat 153 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang telah dibangun dan beroperasi.

PLN juga menyebut akan memfasilitasi pihak ketiga yang ingin berkontribusi dalam ekosistem mobil listrik sekaligus membuka peluang usaha. Lewat situsnya, PLN memungkinkan badan usaha yang berminat membangun SPKLU untuk mendaftar dan menyelesaikan administrasi.

Apa Implikasinya?

Semakin banyaknya SPKLU akan membuat produsen mobil listrik luar negeri melirik Indonesia sebagai tujuan pasar dan basis produksi. Sehingga, mereka kemungkinan juga akan berniat investasi demi membangun fasilitas produksi mobil listrik di Indonesia.

Kenaikan investasi riil akan meningkatkan Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB), yang merupakan salah satu komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, meningkatnya jumlah SPKLU akan mengerek permintaan mobil listrik di dalam negeri. Kenaikan permintaan mobil listrik tentu bisa mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia yang pada ujungnya bisa menurunkan defisit neraca perdagangan dalam negeri.

2. Konsumen Indonesia Makin Optimistis 

Bank Indonesia mengumumkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2021 berada di level 113,4, atau meningkat dari 95,5 di September. Dengan demikian, data tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen Indonesia sudah mulai pulih.

IKK menggunakan angka 100 sebagai acuan. Jika indeks melampui 100, artinya konsumen sudah optimistis. Namun, sejak Juli lalu, IKK tersungkur di bawah 100 akibat dampak pandemi.

Survei juga menyebut IKK tertinggi dicatatkan oleh kelompok pengeluaran diatas Rp 5 juta dengan perolehan indeks 122,4. Sementara berdasarkan kelompok usia, IKK tertinggi dicatatkan oleh kelompok 20-30 tahun.

Apa Implikasinya?

Pulihnya kepercayaan konsumen sejalan dengan statistik ekonomi lainnya yang mengindikasikan pulihnya perekonomian Indonesia. Secara berkelanjutan, kepercayaan konsumen yang pulih akan menggiring peningkatan konsumsi. Hasil akhirnya akan tampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia nantinya.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Supply Chain Jadi Risiko, Warga China Rebutan Sembako

Rangkuman Kabar Manca Negara

1. Cadangan Devisa China Tumbuh Setelah Tiga Bulan ‘Memble’

Cadangan devisa China tercatat di level US$3.218 triliun per Oktober, atau tumbuh 0,53% secara bulanan dibanding September. Adapun cadangan devisa China, yang tersimpan dalam bentuk mata uang asing maupun emas, merupakan cadangan devisa terbesar di dunia yang sebagian besarnya dalam konversi mata uang dolar AS.

Meski berhasil tumbuh setelah tertekan sejak Juli lalu, nilai cadangan devisa China saat ini masih berada di level yang lebih rendah ketimbang Agustus lalu yakni US$3.232 triliun.

Apa Implikasinya?

Tumbuhnya Forex Reserve China mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi China di Oktober terlihat cemerlang, utamanya jika ditinjau dari sisi kinerja ekspor.

Selain itu, cadangan devisa yang memadai mencerminkan fundamental yang baik, di mana otoritas moneter China bisa memiliki dana yang dapat digunakan sewaktu-waktu saat ekonomi sedang sulit atau mengintervensi pasar valas demi menstabilkan nilai tukar.

2. Brazil Lirik Crypto Bayar Gaji Karyawan

Deputi Federal sekaligus anggota Kongres Brazil Luizao Goulart mengajukan undang-undang untuk melegalisasi pembayaran dengan aset kripto untuk membayar upah pekerja baik disektor publik maupun swasta.

Undang-undang yang diajukan tersebut akan memberi pilihan bagi pekerja untuk meminta upahnya dibayarkan dalam mata uang kripto, khususnya Bitcoin. Jika disetujui, Goulart akan membuat konsensus dengan para pekerja dan pemberi kerja untuk mengatur persentase upah dalam kripto dan fiat.

Komite Khusus Deputi Federal Brazil juga baru-baru ini telah mengesahkan undang-undang yang mengatur kejahatan terkait transaksi kripto. Aturan-aturan lain mengenai dunia decentralized finance di Brazil mendapat akomodasi yang memadai untuk melindungi warga Brazil yang mulai akrab dengan transaksi kripto.

Apa Implikasinya?

Jika beleid ini disetujui, pembayaran gaji pegawai dapat dikonversi dalam aset crypto tentu akan memengaruhi permintaan dan volume transaksi yang meningkat. Hal ini akan semakin memacu Bitcoin untuk memecahkan rekor-rekor tertinggi barunya di masa depan.

Sumber: Coin Telegraph, Reuters, Bisnis Indonesia, Antara, Bank Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img