Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Kabar: BI Siapkan Uang Digital, Aset Kripto Loncat di Malam Natal

Rangkuman kabar Jumat (24/12) mengulas berita domestik dan manca negara, salah satunya hadiah natal bagi para hodlers yang setia pada aset kripto dalam suka maupun duka.

Selamat Natal, Sobat Cuan!

Rangkuman Kabar Domestik

1. BI Siap Luncurkan Rupiah Digital Tahun Depan

Bank Indonesia siap meluncurkan Central Bank Digital Currency (CBDC) alias rupiah digital tahun depan. Saat ini, CBDC versi RI tersebut  dalam tahap finalisasi.

Rupiah digital merupakan salah satu komitmen BI dalam presidensi G20. Digitalisasi telah mendorong permintaan yang masif terhadap mata uang digital sehingga CBDC menjadi salah satu topik utama dalam acara akbar tersebut.

BI optimistis dalam waktu dekat dapat mengumumkan desain dan konsep rupiah digital sebelum resmi meluncurkannya. Masyarakat dapat menggunakan mata uang digital ini untuk memudahkan dalam bertransaksi digital.

Apa Implikasinya?

Rupiah digital akan membawa era baru dalam sepak terjang Bank Indonesia sebagai bank sentral yang selama ini meregulasi mata uang tradisional berupa kartal dan giral. Sikap bank sentral yang mulai merencanakan mata uang digital bisa menjadi sentimen positif bagi investor asing untuk melirik sektor ekonomi digital di Indonesia.

2. Perekonomian Masih Bergantung pada Ibu Kota

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan hingga saat ini ibu kota Jakarta masih jadi penyangga utama perekonomian. Kontribusi konsumsi rumah tangga Jakarta terhadap output wilayah lain mencapai 21%, diikuti oleh Bali-Nusa Tenggara 7% dan Kalimantan 6%.

Tak hanya berperan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi, simpanan masyarakat Jakarta mencapai 49% dari total simpanan nasional. Porsi penyaluran kredit di Jakarta pun mendominasi dibandingkan wilayah lain dengan persentase kontribusi sebesat 29%.

Karenanya, Perry mewanti agar herd immunity di Jakarta dapat diperkuat sehingga wilayah lokomotif utama pertumbuhan ekonomi ini dapat optimal menjaga momentum pemulihan di tengah ancaman varian baru COVID 19.

Apa Implikasinya?

Besarnya dominasi kontribusi DKI Jakarta terhadap pertumbuhan ekonomi mencerminkan pertumbuhan yang belum merata. Namun, pada situasi berisiko seperti saat ini, wilayah yang memiliki dampak signifikan perlu mendapat perhatian khusus agar tak berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Ekspor Bakal Surplus, Konsumsi AS Mulus

Rangkuman Kabar Mancanegara

1.  Kado Natal Buat Hodlers

Jelang natal, pasar cryptocurrency menghijau setelah Bitcoin dan Ethereum berhasil mendobrak resistennya masing-masing di level US$50.000 dan US$4000. Studi mengenai Omicron, varian baru Covid yang dinilai lebih ‘jinak’ membuat pasar kripto bergairah.

Kedua aset dengan market cap terbesar di kancah kripto itu diprediksi akan melanjutkan reli setelah musim liburan berakhir.

Apa Implikasinya?

Kembali hijaunya aset kripto yang diawali oleh Bitcoin season mengindikasikan selera risiko para investor yang kembali terdiversifikasi pada aset-aset dengan tingkat risiko tinggi seperti aset kripto.

Kondisi ini kerap berhubungan dengan persepsi yang lebih optimistis terhadap kinerja perekonomian sehingga mendorong investor lebih berani mengejar cuan dengan mempertimbangkan risiko lebih besar.

2. Strategi Jepang Tekan Inflasi Saat Harga Energi Melambung

Tingkat inflasi Jepang di bulan November kembali pada zona mendekati 0, yakni 0,6% secara tahunan. Padahal, harga energi di bulan yang sama terinflasi 16% secara tahunan dengan andil 1,1% terhadap keseluruhan tingkat inflasi negara sakura tersebut.

Namun, pemerintah Jepang berinisiatif memotong biaya komunikasi selular hingga 54% yang membuat indeks harga konsumen susut 1,5%. Berkat inisiatif ini, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) dapat terus mempertahankan pelonggaran moneter berikut stimulus dan operasi pasarnya guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menopang pemulihan pasca pandemi.

Kondisi ini juga membuat mata uang Jepang, yakni Yen melemah sehingga daya saing produk ekspornya meningkat. Di saat yang sama, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida mendorong kenaikan gaji para pekerja untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

Apa Implikasinya?

Menekan tingkat inflasi harga konsumen dengan mengompensasi kenaikan biaya energi dengan pemotongan biaya komunikasi memberikan ruang manuver moneter bagi BoJ untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa perlu mengkhawatirkan inflasi yang melambung.

Langkah ini membuat pemerintah dan bank sentral lebih leluasa berkolaborasi saat harga energi menekan negara-negara maju lainnya yang harus menekan insentif dan stimulusnya demi menekan inflasi.

Jika inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi dapat berpengaruh lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan alih-alih terkikis harga-harga yang melambung.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Investing, Antara, Bisnis

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img