Currently set to Index
Currently set to Follow

Rangkuman Pasar: IHSG Pingsan, Kripto Kebakaran. Happy Weekend!

Langit mendung memang selalu terlihat di masa-masa musim penghujan di November. Saking mendungnya, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar kripto pun ikutan galau hari ini.

Apa yang sebenarnya terjadi di kedua pasar tersebut hari ini? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Stagflasi Mengancam, IHSG Balik Badan

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan Jumat (12/11) di level 6.651,05 poin, atau amblas 0,6% dibanding sesi perdagangan sebelumnya.

Kekhawatiran pelaku pasar atas ancaman stagflasi di Amerika Serikat dan China bikin mereka menjauhi bursa saham Indonesia. Ya, pelaku pasar cemas bahwa inflasi yang terus meradang di China dan Amerika Serikat akan menghambat pertumbuhan ekonomi kedua negara. Ujungnya, pertumbuhan ekonomi global pun kena imbasnya. Maklum, kedua negara tersebut merupakan kontributor jumbo Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Alhasil, investor pun perlu mengatur ulang portofolionya investasinya dengan melakukan panic selling. Apalagi, IHSG pun sudah menguat dalam sepekan terakhir, sehingga aksi ambil untung memang rawan terjadi.

Sialnya, hanya indeks domestik saja yang ketiban sial di kawasan regional mengingat indeks saham Asia ternyata terlihat menghijau. Tengok saja nilai indeks Shanghai Composite Index, Nikkei 225, hingga KOSPI Korea Selatan yang masing-masing tumbuh 0,18%, 1,13%, dan 1,5% pada sesi perdagangan hari ini.

Saham Bank Jumbo Ikut Bikin IHSG Tekor

Sentimen yang datang dari China dan AS pun menyeret harga saham bank berkapitalisasi pasar jumbo.

Nilai saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), contohnya, rontok 173% ke level Rp7.100 per saham. Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga ikut luntur 1,78% ke level Rp6.900 per saham.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pun amblas 0,71% ke level Rp4.220 per saham. Terakhir, saham bank yang tergabung dalam grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), ikutan nyungsep 1,95% ke level Rp7.525 per saham.

Melorotnya harga saham bank jumbo langsung bikin pingsan IHSG. Maklum, bobot saham-saham tersebut mencapai lebih dari 10% dari indeks domestik.

Investor asing tampaknya sedang melancarkan strategi investasi jangka pendek. Pasalnya, saham bank jumbo yang biasanya diborong oleh mereka kini justru malah dilego.

Mereka lebih memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS) dengan nilai beli bersih masing-masing Rp93 miliar dan Rp31 Miliar. Meski demikian, aksi itu tak bisa mengungkit nilai transaksi investor asing, yang saat ini mencatat nilai jual bersih Rp341,97 miliar.

Baca juga: Biar Gak Ragu HODL Bitcoin, Ini Perusahaan yang “Nabung” Bitcoin Banyak Sejagat!

Pasar Kripto Merah-Merah bak Kebakaran

Nasib apes juga dialami aset kripto. Hampir semua aset kripto yang masuk dalam 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona merah.

Sampai dengan pukul 17:00, Bitcoin (BTC) terkoreksi 2,36% selama sehari. Kemudian, Binance Coin (BNB) dan Solana (SOL) juga harus pasrah melorot masing-masing 2,77% dan 7,12%.

Kondisi Cardano (ADA) juga tidak kalah mengenaskan setelah harganya luntur 5,77%. Nasib ADA diikuti XRP yang turun 5,47% dan Polkadot (DOT) yang amblas 8,53%.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img