Currently set to Index
Currently set to Follow

Waspada, Saatnya Melindungi Data Pribadi Anda

Bank dan hotel selalu meminjam KTP atau SIM kamu untuk mereka pindai. Prosesnya diawali tetap muka untuk permisi. Orang bank dan hotel akan mencocokkan data pribadi secara manual — biasanya bank lebih ketat, tak memeriksa sekilas.

Akan tetapi ketika kamu mendaftarkan nomor ponsel baru, tanpa tatap muka, dan memasukkan nomor KTP maupun KK secara ngawur, maka proses akan terhenti.

Hal sama berlaku saat kamu mengajukan pinjaman kepada perusahaan teknologi finansial (tekfin) melalui ponsel. Jangan sembarangan mengetikkan angka. Sistem mereka akan menolak. Apalagi mereka memintamu berswafoto sambil memegang KTP yang harus terbaca.

Data pribadi sebagai penduduk ada dalam sistem mereka, bahkan sebelum kamu mendaftar. Karena ada 1.227 lembaga yang dapat menggunakan data kependudukan dan pencatatan sipil atas konsesi Kementerian Dalam Negeri.

Baca: Wajib Dicatat! 4 Langkah Menjaga Kesehatan Finansial Pribadi

Jangan Berikan Data Pribadi ke Siapapun

Idealnya data pribadi tak diberikan pemerintah kepada siapa pun, apalagi ke swasta, tanpa persetujuan pemilik identitas.

Permasalahan terkait perlindungan data diri pribadi dalam pemberian akses kependudukan kepada sektor swasta di antaranya terkait sangat terbatasnya definisi dan ruang lingkup data pribadi dalam UU Adminduk dan PP No 40 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan UU Adminduk.

Dalam UU Adminduk, data diri pribadi didefinisikan sebagai “data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya”.

Ruang lingkup “data perseorangan tertentu” ini, tambahnya, mencakup keterangan tentang cacat fisik dan/atau mental, sidik jari, iris mata, tanda tangan, elemen data lainnya yang merupakan aib seseorang (Pasal 84 (1) UU Adminduk).

Baca: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

Sedangkan data perseorangan lainnya seperti tanggal lahir, alamat, nomor KK, NIK, nama dan NIK orang tua, tidak termasuk dalam ruang lingkup data pribadi yang harus dilindungi kerahasiaannya.

Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan banyak permasalahan ke depannya, mengingat penggunaan data perseorangan tersebut (nama ibu kandung misalnya) masih digunakan dalam proses validasi dalam dunia perbankan.

Saat ini data e-KTP dan nomor telepon seluler masyarakat itu sudah disebarluaskan sendiri saat membuka rekening bank, memilih asuransi, saat masuk hotel, jadi member golf, member fitness, saat buka kartu kredit, dan transaksi lainnya.

Banyaknya lembaga yang memanfaatkan data Dukcapil, merupakan bukti dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemberian akses kependudukan ini justru dapat mencegah fraud (kecurangan) hingga kejahatan pemalsuan dokumen.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik. Dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka. Sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Sumber: Lokadata.id

Baca juga:

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img