Currently set to Index
Currently set to Follow

Dirundung Sentimen Negatif, BTC dan Altcoin Masih Punya Celah Menguat Pekan Ini

Pekan lalu masih menjadi pekan yang suam-suam kuku bagi Bitcoin. Ternyata, sang raja aset kripto ini masih belum bisa menembus zona resistance terbarunya, seperti yang disebutkan di analisis harga Bitcoin pada pekan lalu.

Namun, kondisi berbeda ditunjukkan oleh altcoin. Terdapat beberapa koin alternatif yang bersinar pada pekan lalu, meski sang punggawa altcoin, Ether (ETH), terbilang redup sepanjang pekan lalu.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi sepanjang pekan lalu?

Baca juga: Harga Bitcoin Bersiap Lepas Landas Dekati US$40.000 Pekan Ini

Analisis Harga Bitcoin Pekan Lalu

Secara umum, pergerakan harga dan kapitalisasi pasar aset kripto sepekan lalu bisa terlihat di heatmap di bawah ini.

Analisis Harga Bitcoin
Heatmap Cryptocurrency sepekan lalu. Sumber: Coin360

Sentimen Positif

Seperti yang terlihat di atas, harga Bitcoin hanya tumbuh mendekati 1% selama sepekan lalu lantaran terhimpit baik sentimen negatif maupun positif.

Sisi positifnya adalah reaksi pelaku pasar terhadap adopsi Bitcoin. Utamanya, dari sisi korporasi.

Yang pertama adalah pengumuman perusahaan gerbang pembayaran Square besutan salah satu pentolan Twitter, Jack Dorsey. Pada Jumat (9/7), ia mengatakan bahwa Square kini sedang mengembangkan piranti keras dompet cryptocurrency yang bisa diakses oleh semua pengguna, alias mainstream.

Selain itu, pelaku pasar juga merespons baik langkah salah satu investment bank terkemuka AS, Bank of America, yang kini juga tengah mempersiapkan tim khusus untuk mengkaji soal aset digital.

Laporan Bloomberg mengatakan bahwa tim ini akan dipimpin oleh Alkesh Shah, ketua tim strategis aset kripto dan aset digital lembaga tersebut. Nantinya, tim ini akan melapor langsung ke Michael Maras, yang saat ini menjabat sebagai ketua fixed-income, mata uang, dan komoditas di Bank of America.

Baca juga: Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini

Sentimen Negatif

Meski demikian, optimisme pelaku pasar ini pun tertahan oleh kabar negatif tentang kelanjutan regulasi cryptocurrency. Hal ini pun sontak bikin pelaku pasar ragu-ragu membenamkan diri di pasar Bitcoin dan juga altcoin.

Kabar tak mengenakkan datang dari bank sentral China yang khawatir bahwa kehadiran stablecoin bisa memberikan dampak negatif terhadap sistem finansial global. Hal itu disampaikan oleh deputi gubernur bank sentral China Fan Yifei di dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Meski demikian, Fan tidak merinci alasan dibalik pernyataan yang bikin takut pelaku pasar tersebut.

Ucapan ini seolah mempertegas sikap China yang anti terhadap cryptocurrency. Sebelumnya, pemerintah China juga berupaya keras untuk menindak tegas penambangan Bitcoin dengan dalih bahwa aktivitas itu telah “mengonsumsi energi dalam jumlah besar”.

Sentimen negatif lainnya juga hadir beribu-ribu kilometer jauhnya dari China. Tepatnya, di El Salvador.

Negara Amerika Tengah ini belakangan menjadi buah bibir lantaran menjadi negara pertama yang melegalisasi Bitcoin sebagai nilai tukar. Sayangnya, tak semua pihak senang dengan langkah yang dikomandoi Presiden Nayib Bukele tersebut.

Pekan lalu, sebuah badan ekonomi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, The Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) mewanti-wanti bahwa kebijakan tersebut hanya akan membawa risiko keuangan sistemik. Bahkan, kebijakan itu pun dinilai bisa mendorong maraknya aksi pencucian uang menggunakan medium cryptocurrency tersebut.

Sekretaris Eksekutif ECLAC Alicia Barcena bahkan mengatakan, aksi tersebut bisa bikin satgas anti tindakan kejahatan finansial dunia (Financial Action Task Force/FATF) mengecam kebijakan El Salvador.

Dirundung Sentimen Negatif, BTC dan Altcoin Masih Punya Celah Menguat Pekan Ini, Pluang

Analisis Harga Altcoin Pekan Lalu

Secara umum, sentimen negatif yang melanda Bitcoin juga melanda pasar altcoin. Hal ini bisa terlihat dari nilai ETH yang turun 3,09%, ADA sebesar 4,36%, dan XRP yang turun 2,45%.

Reaksi pelaku pasar atas sentimen ini pun juga tercermin dari Fear and Greed Index yang mencapai angka 25, yakni level yang mencerminkan bahwa investor kini dilanda “ketakutan ekstrem” di pasar kripto.

Analisis Harga Bitcoin
Fear and Greed Index. Sumber: alternative.me

Biang keladi ketakutan investor atas altcoin pastinya adalah soal pernyataan bank sentral China soal Stablecoin di atas. Seolah menambah garam di atas luka, lembaga pemeringkat kredit dunia Fitch Rating juga menyebut bahwa penggunaan stablecoin bisa memicu ketidakstabilan di pasar kredit jangka pendek.

Kabar negatif tersebut tentu saja melukai kelompok altcoin. Terutama ETH yang saat ini harusnya mengalami reli jelang pemberlakuan hard fork London pada Agustus mendatang.

Namun, tak semua altcoin dirundung mendung. Sebab, masih ada Binance Coin (BNB) yang membukukan kenaikan nilai 6,88% sepanjang pekan lalu. Hal ini terjadi meski sang empunya koin, Binance, tengah dihantam regulator keuangan dunia. Utamanya, menyangkut soal dugaan peranan platform exchange ini di kancah transaksi ilegal.

Analisis Harga Bitcoin dan Altcoin Pekan Ini

Setelah mengalami pekan yang diselimuti sentimen negatif, bagaimana dengan analisis harga Bitcoin pekan ini?

Dari sisi teknikal, harga Bitcoin berada di rentang yang ketat antara US$31.000 hingga US$36.670 per keping dalam beberapa hari terakhir. Dilansir dari Cointelegraph, hal itu mencerminkan kebimbangan pelaku pasar dalam menerka arah Bitcoin ke depannya.

Oleh karenanya, harga Bitcoin harus bisa menembus titik US$36.670 per keping agar bisa reli hingga ke titik US$41.130 dan ke US$42.000. Namun di sisi lain, harga Bitcoin bisa saja menyentuh US$31.000 jika memang kaum bears yang menguasai pasar.

Maka dari itu, sang raja aset kripto tentu harus berharap dari penambahan adopsi dan akumulasi, utamanya dari investor kelas kakap, pada pekan ini.

Sementara itu, pergerakan altcoin tentu saja akan dimotori oleh optimisme pelaku pasar akan ETH.

Pada pekan ini, analis mengatakan bahwa harga ETH masih akan dibuai oleh antusiasme pelaku pasar soal hard fork London. Namun, secara teknikal, harga ETH nampaknya akan menemui momentum yang baik.

Pelaku pasar memperhatikan bahwa indikator Moving Average ETH lama 55 hari akan “bertabrakan” dengan Moving Average-nya selama 200 hari. Beberapa pelaku pasar mengatakan bahwa kondisi ini disebut sebagai golden cross, sehingga bisa memotivasi pelaku pasar kembali mengakumulasi ETH.

analisis harga bitcoin
MA 55 hari ETH (warna merah) akan bertemu dengan MA 200 harinya (warna hijau). Sumber: Tradingview

Baca juga: Di Tengah Harga Altcoin yang Lagi Melonjak, Kenapa Bitcoin Masih Lebih Baik?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img