Currently set to Index
Currently set to Follow

Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini

Harga Bitcoin kembali memasuki fase galau pada pekan lalu. Begitu pun dengan Ethereum, di mana harganya seolah-olah masih tak berdaya untuk kembali terangkat.

Seperti yang dijelaskan pada analisis harga Bitcoin dan Ethereum pekan lalu, harga Bitcoin dan ETH memang butuh sentimen kuat dalam bentuk adopsi penggunaan mata uang tersebut untuk kembali bangkit setelah keduanya terjerembab dalam sebulan terakhir.

Memang, sentimen itu hadir. Namun di sisi lain, harga keduanya juga harus tertahan oleh sentimen lainnya. Bagaimana kinerja dua aset kripto selama sepekan ke belakang?

Baca juga: BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’

Analisis Harga Bitcoin Pekan Lalu

Pergerakan harga Bitcoin pada pekan lalu ditunjukkan oleh grafik perdagangan selama dua jam di bawah ini.

Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini, Pluang
Sumber: Trading View

Seperti yang terlihat di atas, harga Bitcoin memang terjun bebas di awal pekan setelah pelaku pasar mencerna beberapa kondisi yang terjadi di pasar aset kripto.

Dikutip dari Cointelegraph, salah satu data tersebut dirilis oleh Coinshares yang menunjukkan bahwa investor institusi menarik Bitcoin senilai US$141 juta dari pasar Bitcoin pada pekan sebelumnya. Data lainnya ditunjukkan oleh analis kripto ngetop William Clemente III yang menunjukkan bahwa penambang Bitcoin juga melepas 5.000 keping BTC di waktu yang sama.

Investor dan trader membaca data tersebut sebagai sinyal bearish dari para penggenggam Bitcoin terbesar tersebut. Alhasil, data tersebut memicu aksi jual di kalangan pecinta aset kripto.

Namun, harga Bitcoin kembali bangkit di pertengahan pekan setelah investor kian optimistis dengan masa depan aset kripto. Hal itu dipicu oleh langkah pemerintah El Salvador yang akhirnya mengesahkan Bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran resmi di negara Amerika Tengah tersebut.

Penjelasan lebih lengkap mengenai niat El Salvador dalam mengadopsi Bitcoin bisa dibaca di artikel berikut.

Selain itu, Bitcoin juga mendapat angin segar dari India. Dikutip dari The New Indian Express, pemerintah negara tersebut berencana menganulir kebijakan pelarangan Bitcoin dan malah berniat mengklasifikasikan Bitcoin sebagai satu dari aset investasi alternatif.

Hanya saja, sentimen itu hanya berumur seumur jagung karena pelaku pasar juga mencerna sikap pemerintah China yang seolah-olah tengah berperang melawan Bitcoin. Dikutip dari Reuters, pemerintah China pekan lalu tengah menyelidiki penyalahgunaan tenaga listrik yang diduga untuk keperluan pertambangan Bitcoin di provinsi Yunnan.

Sebelum Yunan, pemerintah China sebelumnya sudah melarang kegiatan penambangan Bitcoin di wilayah lain, seperti Mongolia Dalam, Qinghai, Xinjiang, dan Sichuan.

Masalah regulasi juga mendera harga Ethereum pada pekan lalu, seperti terlihat di grafik harga Ethereum di bawah ini.

Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini, Pluang
Sumber: Trading View

Hanya saja, harga ETH seolah tak berdaya setelah firma analisis data, Genesis Volatility, memperlihatkan bahwa pasar derivatif ETH kian lesu. Sehingga, trader dan investor membaca hal tersebut sebagai sinyal bearish bagi ETH.

Baca juga: Punya 0,01 Bitcoin Bakal Bikin Kamu Masuk Jajaran Orang Kaya 10 Tahun Lagi?

Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini, Pluang

Analisis Harga Bitcoin Pekan Ini

Setelah mengalami pekan yang (lagi-lagi) kurang mujur, bagaimana nasib harga Bitcoin dan ETH pekan ini?

Secara teknikal, harga Bitcoin pekan lalu memang sudah menurun dari titik Exponential Moving Average (EMA) 20 harinya di angka US$36.586. Menurut analisis Cointelegraph, jika para bears membawa harga ini ke angka US$34.600, maka harga Bitcoin bisa saja kembali mengarah ke US$30.000 pekan ini.

Hanya saja, hari yang cerah sudah menanti Bitcoin di awal pekan ini. Pada Sabtu (12/6) lalu, analis Bloomberg Mike McGlone mengatakan bahwa anjloknya suplai Bitcoin masih akan menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin ke depan.

Selain itu, harga Bitcoin di awal pekan ini sudah kembali mengarah menuju US$40.000 per keping setelah para trader percaya bahwa Bitcoin sudah berada di level oversold yang amat jenuh. Hal ini disampaikan oleh analisis on-chain yang disusun oleh Decentrader.

Sementara itu dari sisi sentimen, harga Bitcoin pada pekan ini akan memiliki momentum menguat setelah Elon Musk mengatakan bahwa Telsa akan kembali mengadopsi Bitcoin sebagai alat transaksi Tesla. Asal, para penambang Bitcoin bisa memanfaatkan energi terbarukan untuk menyuplai 50% tenaga listrik yang dibutuhkan untuk pertambangan Bitcoin.

Selain itu, ada kemungkinan negara-negara lain juga akan merespons regulasi adopsi mata uang kripto setelah El Salvador menerima Bitcoin sebagai alat transaksi. Salah satunya adalah Tanzania, di mana sang presiden Samia Suluhu Hasan meminta bank sentral untuk mulai “mengkaji tentang penggunaan Bitcoin”.

Apakah sekarang saat yang tepat untuk kembali mengakumulasi Bitcoin?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Cointelegraph, Coindesk

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img