Currently set to Index
Currently set to Follow

Setelah Dihantam Badai, Harga Bitcoin dan Ethereum Mencoba Bangkit Lagi

Harga Bitcoin pada pekan lalu mencatat prestasi yang manis, namun harus menutup pekan lalu dengan catatan yang miris. Sebuah hal yang sudah diramal, pun tidak diprediksi, oleh analisis harga Bitcoin di pekan sebelumnya.

Harga Bitcoin sempat menyentuh titik tertingginya pada Rabu (14/4) di US$64.895 per keping. Moncernya harga Bitcoin disebabkan oleh tingginya minat investor institusi dalam menggenggam raja aset kripto tersebut sebagai alat pelindung nilai.

Sentimen itu kian menguat setelah platform exchange aset kripto Coinbase mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq di hari yang sama. Pencatatan saham dengan valuasi US$65 miliar itu membuat harga raja aset kripto tersebut melesat bak roket.

Namun, masa bulan madu itu harus berakhir di akhir pekan lalu. Harga Bitcoin tiba-tiba terjun ke kisaran US$51.000 per keping setelah pelaku pasar aset kripto melikuidasi US$9,26 miliar dalam sehari.

Terdapat dua penyebab utamanya. Pertama, hash rate, atau estimasi tenaga komputasi yang didedikasikan untuk menambang Bitcoin, ambruk mencapai setengahnya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya “mati lampu” massal di provinsi Xinjiang, tempat di mana sebagian besar penambang Bitcoin bermarkas, yang terjadi mulai dari Kamis (15/4).

Kedua, adalah rumor miring mengenai Bitcoin yang disebarkan oleh akun Twitter @FXHedge. Dalam cuitan tersebut, FXHedge mengaku mengutip sumber anonim bahwa Kementerian Keuangan AS akan menuntut secara hukum beberapa institusi finansial yang melakukan pencucian uang menggunakan aset kripto.

Banyak yang beranggapan bahwa cuitan yang validitasnya masih dipertanyakan tersebut telah menggoyahkan “iman” spekulator Bitcoin. Sementara itu, investor Bitcoin jangka panjang masih tetap kukuh menggenggam keping-keping Bitcoin (hodl).

Baca juga: Analisis: Harga Bitcoin Akan Bullish, Ethereum Akan Capai Rekor Tertinggi Pekan Ini

Analisis Harga Bitcoin: Nasib Serupa Dialami Ethereum

Nasib setali tiga uang juga dialami Ethereum. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar dunia ini juga mencapai titik tertingginya di US$2.488 per keping pada pekan lalu. Hal itu disebabkan oleh maraknya adopsi Decentralized Finance (DeFi) yang berjalan di atas sistem Ethereum serta antisipasi atas direct listing Coinbase di bursa Nasdaq.

Kemudian, meroketnya harga Ethereum juga disebabkan oleh antisipasi investor atas inflasi AS yang melonjak dalam jangka waktu dekat. Kekhawatiran ini muncul setelah data indeks harga konsumen AS pada Maret tercatat 2,6%, lebih tinggi dibanding target bank sentral AS The Fed yakni 2%.

Hanya saja, harga Ethereum juga ikut terjungkal beberapa hari setelahnya, mengikuti jejak harga Bitcoin.

Setelah Dihantam Badai, Harga Bitcoin dan Ethereum Mencoba Bangkit Lagi, Pluang

Analisis Harga Bitcoin: Investor Harap-Harap Cemas

Kemalangan harga Bitcoin di akhir pekan lalu tentu bikin investor bertanya-tanya mengenai arah harga Bitcoin di pekan ini.

Beberapa analisis harga Bitcoin mengatakan bahwa saat ini trader Bitcoin kembali menahan laju penurunan harga Bitcoin di bawah US$50.460 per keping. Kalau memang rebound berhasil, maka tren harga Bitcoin akan merangkak naik meski akan menghadapi titik resistance yang kokoh antara US$61.825 dan US$64.849 per keping.

Jika harga Bitcoin bisa menembus titik resisten ini, maka anjloknya harga Bitcoin pada akhir pekan lalu hanyalah aksi untuk melontarkan harga Bitcoin ke titik lebih jauh lagi.

Namun, jika harga Bitcoin gagal rebound dalam beberapa hari mendatang, maka aksi jual aset kripto secara besar-besaran bisa saja terjadi. Di mana, hal itu nantinya bisa mengarahkan harhga Bitcoin ke titik US$43.006.

Hanya saja, pelaku pasar boleh merasa optimistis dengan harga Bitcoin pekan ini. Sebab, secara permintaan, anjloknya harga Bitcoin selalu disertai dengan aksi beli para bandar aset kripto (whales) yang kerap dijuluki buy the dip. Biasanya, aksi beli ini nantinya bisa melontarkan harga Bitcoin kembali menuju tren meningkat.

Sementara itu, meski mengalami koreksi tajam kemarin, harga Ethereum sejatinya masih memperlihatkan tren bullish seperti di grafik di bawah ini.

Setelah Dihantam Badai, Harga Bitcoin dan Ethereum Mencoba Bangkit Lagi, Pluang
Sumber: Trading View, Cyrpto Potato

Dengan melihat tren seperti demikian, ada kemungkinan posisi support harga Bitcoin ada di antara angka US$1.758 hingga US$2.100, sementara posisi resistance-nya akan terdapat di posisi US$2.200 hingga US$2.600.

Baca juga: Harga Emas Mencoba Bangkit dari Serangan Dolar AS Pekan Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, Cointelegraph, Investing Cube

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img