Namun, harga Bitcoin mulai terjerembab tajam pada Jumat (21/5) setelah beberapa kantor berita ramai melaporkan bahwa tiga regulator keuangan China melarang institusi finansial dan perusahaan jasa pembayaran menyediakan jasa bagi transaksi kripto.

Hal ini sontak menimbulkan kepanikan di pasar. Namun, instruksi tersebut ternyata hanya “penegasan kembali” atas sikap pemerintah China terhadap aset kripto sejak 2017. Sehingga, pelaku pasar menduga ada motif penyebaran FUD dibalik tersebarnya kembali kabar tersebut.

Baca juga: BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’

Siap-Siap, Pekan Ini Akan Menjadi Masa Krusial bagi ETH dan BTC, Pluang

Ethereum pun Dilanda FUD

Ethereum pun tak luput dari gelombang FUD yang disebabkan oleh berita “daur ulang” tersebut. Pada Jumat (21/5), harga ETH melorot dari kisaran US$2.900 menuju US$2.100 per keping setelah FUD tersebut menyeruak.

Hal tersebut bisa diperhatikan di dalam grafik di bawah ini.

Siap-Siap, Pekan Ini Akan Menjadi Masa Krusial bagi ETH dan BTC, Pluang
Sumber: Tradingview

Namun, kabar basi bukan satu-satunya penyumbang FUD di pasar ETH. Para bandar ETH, atau biasa disebut whales, sempat bersiap melakukan aksi jual setelah terdapat informasi mengenai adanya “ancaman serius” terhadap sistem smart contract Ethereum setelah implementasi hard fork Berlin pada bulan lalu. Penjelasan lebih lanjut mengenai hard fork Berlin bisa dibaca di sini.

Ancaman itu membuat jaringan Ethereum rentan berisikan transaksi mencurigakan. Namun, Ethereum Foundation mengatakan sudah berhasil menuntaskan “ancaman” tersebut.

Analisis Harga Bitcoin Pekan ini

Setelah melalui pekan yang bikin jantung dag dig dug, lantas bagaimana performa Bitcoin pada pekan ini?

Melansir Cointelegraph, Bitcoin saat ini sudah terjun di bawah rerata pergerakan harganya dalam 200 hari terakhir (200-Day Simple Moving Average/SMA) yakni di angka US$40.235. Biasanya, pada level ini, investor institusi memilih diam dan tidak melakukan aksi beli. Kecuali, jika harga Bitcoin sudah kembali berhasil menembus level yang dimaksud.

Sebenarnya, trader dan investor sudah mengembalikan harga Bitcoin di atas SMA 200 hari pada Kamis (20/5). Hanya saja, hal itu tak berlangsung lama, sehingga mereka yang berpandangan bearish masih menguasai pasar.

Jika tren penurunan berlanjut hingga titik US$28.850 per keping, maka aksi jual diprediksi tak akan terbendung. Kondisi ini mungkin saja terjadi, apalagi setelah Relative Strength Index (RSI) mendukung sikap bearish karena sedang berada di posisi oversold. Penjelasan lebih lanjut mengenai indikator RSI bisa dibaca di sini.

Namun, jika harga Bitcoin berhasil bertahan di atas titik tersebut, maka bulls akan mencoba kembali mengembalikan harga Bitcoin di atas titik SMA 200 hari tersebut.

Tak Hanya Bitcoin, Ethereum Juga Masih Berjuang Bangkit Pekan Ini

ETH kini sudah berada di bawah titik SMA 50 hari yakni US$2.776 per keping. Hal ini menunjukkan bahwa trader dan investor masih berada dalam aksi jual secara besar-besaran.

Jika harga bergerak ke bawah US$1.801,6, hal itu disinyalir akan menimbulkan kepanikan dan menyeret harga ETH ke US$1.289,09. Namun, jika harga bertahan di atas level tersebut, bukan tidak mungkin ETH akan kembali reli menuju titik US$3.000 per keping.

Di tengah seluruh kondisi yang ada, saat ini bukanlah saat yang tepat untuk panik. Jangan bersikap dilandasi emosi berlebihan.

Ketahuilah bahwa fluktuasi harga aset kripto jangka pendek memang sangat kencang. Sehingga, ada baiknya trader dan investor wajib memperhatikan fundamental aset kripto dan prediksi jangka panjangnya sebelum menentukan langkah berikutnya.

Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber:  Cointelegraph, CryptoPotato