Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Bitcoin Bersiap Lepas Landas Dekati US$40.000 Pekan Ini

Harga Bitcoin masih adem ayem memasuki pekan keempat Juni. Tidak heran, sebab banyak sekali sentimen positif dan negatif yang mengerubungi sang raja aset kripto ini di pekan lalu.

Memang, uluran tangan para whales yang disebutkan pada analisis harga Bitcoin minggu kemarin urung terjadi. Tapi, bukan berarti hal tersebut melemahkan daya Bitcoin di pekan lalu. Lantas, seperti apa pergerakannya?

Analisis Harga Bitcoin Pekan Lalu

Analisis harga bitcoin
Sumber: Trading View

Berikut adalah grafik perdagangan dua jam Bitcoin terhadap USDT sepanjang pekan lalu. Gambar tersebut memperlihatkan bahwa harga Bitcoin terjun bebas di awal pekan, bahkan hingga berada di bawah US$30.000 per keping. Meski demikian, harga Bitcoin kemudian menanjak kembali, dan bahkan hampir menembus kembali level US$35.000, di akhir pekan.

Baca juga: Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini

Sentimen Negatif

Harga Bitcoin yang amblas di awal pekan disebabkan oleh reaksi pelaku pasar atas ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (Fear, Uncertainty, and Doubt) yang terjadi di pasar Bitcoin. Apalagi, setelah China kembali menggaungkan sentimen anti Bitcoin teranyarnya.

Di awal pekan, pelaku pasar berdesakan keluar pasar Bitcoin setelah mereka tak yakin dengan masa depan sang raja aset kripto itu. Terutama setelah pemerintah China kembali menginvestigasi penyalahgunaan tenaga listrik yang diduga digunakan untuk pertambangan Bitcoin di provinsi Sichuan.

Pemerintahan China memang tengah getol-getolnya membunyikan “genderang perang” melawan aktivitas pertambangan Bitcoin. Sebelum Sichuan, pemerintah China juga sudah menginvestigasi aktivitas pertambangan Bitcoin di provinsi Mongolia Dalam, Xinjiang, Qinghai, dan Yunnan.

Namun, FUD baru di pasar Bitcoin muncul setelah bank terbesar ketiga di China, the Agricultural Bank of China, mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam transaksi dan aktivitas yang berhubungan dengan mata uang virtual. Salinan mengenai pengumuman tersebut, yang tentu saja berbahasa mandarin, akhirnya menghebohkan pasar Bitcoin di awal pekan lalu.

Selain itu, pelaku pasar nampaknya juga masih berupaya keluar dari pasar aset berisiko, salah satunya Bitcoin, gara-gara pengumuman bank sentral AS The Fed. Dua pekan lalu, otoritas moneter itu mengatakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada 2023 mendatang.

Harga Bitcoin Bersiap Lepas Landas Dekati US$40.000 Pekan Ini, Pluang

Sentimen Positif

Meski dihujani sentimen negatif, Bitcoin untungnya masih didorong beberapa angin segar. Lebih mujur lagi, beberapa kabar ini pun bikin harga sang raja aset kripto gagal terjerembab parah di pekan lalu.

Adapun penguatan harga Bitcoin didorong oleh sentimen beberapa pemerintah global tentang adopsi Bitcoin.

Pada Kamis (24/6), harga Bitcoin sempat melambung setelah dewan legislatif di Paraguay memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berniat mengesahkan Bitcoin sebagai salah satu alat transaksi yang sah di negara tersebut. Langkah itu mengikuti jejak El Salvador, yang sudah mengesahkan UU adopsi Bitcoin pada awal bulan ini.

Nah, negara yang disebutkan belakangan ini pun tak kalah mengembuskan angin segar.

Harga Bitcoin pun semakin terdongkrak setelah Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan bahwa warga El Salvador masing-masing akan mendapatkan Bitcoin gratis senilai US$30 begitu mendaftar ke platform e-wallet Chivo. Pengumuman itu ia sampaikan dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi nasional setempat.

Di kesempatan yang sama, Bukele juga menyebut bahwa UU yang mengatur legalitas Bitcoin akan berlaku 7 September mendatang.

Baca juga: Kebijakan Suku Bunga The Fed Masih Hantui Harga Emas Pekan ini

Analisis Harga Bitcoin Pekan Ini

Lantas, bagaimana analisis harga Bitcoin pekan ini setelah berada di tengah tarik tambang antara sentimen negatif dan positif pekan lalu.

Dilansir dari Cointelegraph, titik support Bitcoin secara teknikal di akhir pekan lalu berada di angka US$28.000 hingga US$31.000. Namun, jika melihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang melebihi angka 50 di akhir pekan lalu, maka ada indikasi bahwa trader sedang melakukan akumulasi Bitcoin. Hal ini pun sejatinya bisa berujung menjadi momen bullish bagi Bitcoin.

Setelahnya, Bitcoin hanya perlu mendorong harga ke atas garis Exponential Moving Average (EMA) dalam 20 harinya di angka US$35.148 agar aksi jual dapat diredam. Langkah tersebut akan membuka jalan bagi Bitcoin untuk menembus zona resistance di antara US$40.000 hingga US$42.452,67 per keping.

Sementara itu, dari sisi fundamental, pelaku pasar nampaknya masih akan terus memantau langkah The Fed berikutnya terhadap rencana pengetatan kebijakan moneternya. Apalagi, The Fed sendiri seolah-olah belum tahu keinginannya dengan pasti terkait kebijakan tersebut.

Pada pekan lalu, ketua The Fed Jerome Powell memberikna keterangan di depan Kongres AS bahwa lembaganya tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat berdasarkan data-data inflasi terbaru. Selain itu, Powell menyebut The Fed masih akan memberlakukan kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi dan mendukung pemulihan pasar tenaga kerja.

Hanya saja, dua pejabat The Fed malah mengatakan bahwa inflasi di AS mungkin akan terjadi lebih lama dari perkiraan. Sehingga, hal ini harus diantisipasi dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan di akhir 2022 mendatang.

Nah, sekarang tinggal bagaimana pelaku pasar bereaksi terhadap sikap The Fed tersebut. Jika memang ketakutan terhadap inflasi kian kentara, maka pelaku pasar mungkin akan fokus mempertimbangkan Bitcoin sebagai lindung nilai.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img