Currently set to Index
Currently set to Follow

Bitcoin dan ETH Kompak Berjuang Menembus Zona Resistance Baru Pekan Ini

Bitcoin lagi-lagi bersikap “pemberi harapan palsu” kepada pelaku pasar pada pekan lalu.

Sesuai analisis harga Bitcoin sebelumnya, sang raja aset kripto tampak siap kembali lagi menuju titik US$40.000 per keping. Momentum itu pun memang berlangsung di awal pekan, di mana harga Bitcoin berhasil tembus titik US$36.000. Hanya saja, harga Bitcoin kembali terkoreksi di paruh kedua pekan lalu.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Bitcoin pekan lalu?

Baca juga: Apa Itu Proof of Work?

Analisis Bitcoin Minggu Lalu

Sentimen Positif

Pergerakan harga Bitcoin selama sepekan terakhir bisa terlihat di grafik perdagangan dalam rentang dua jam berikut.

Analisis Harga Bitcoin
Pergerakan Harga Bitcoin Pekan Lalu. Sumber: Tradingview

Seperti yang terlihat pada grafik di atas, harga Bitcoin menanjak di akhir juni dan bahkan mendekati US$37.000. Hal ini disebabkan karena aksi beli terjadi ketika pelaku pasar melihat Bitcoin menembus level psikologis resistance di angka US$35.000. Harapannya, tentu saja, agar harga bisa segera menembus ke level US$40.000 per keping.

Hal ini terjadi karena reaksi investor atas beberapa hal.

Yang pertama, adalah menurunnya tingkat kesulitan penambangan Bitcoin. Pada 28 Juni, Cointelegraph melansir bahwa tingkat hash rate penambangan Bitcoin turun menjadi 19,93 Tera Hash atau turun drastis dibanding akhir Mei yang mencapai 25,04 Tera Hash.

Menurunnya tingkat hash rate ini akan membuat proses penambangan menjadi lebih murah. Sehingga, pelaku pasar percaya bahwa menurunnya ongkos pertambangan akan memperderas likuiditas di pasar Bitcoin. Hal tersebut bisa terjadi lantaran pasar kripto masih percaya dengan teori “price follows hash rate” (harga Bitcoin akan mengikuti hash rate).

Penurunan hash rate itu diduga disebabkan oleh banyaknya penambang aset kripto yang “rehat” sejenak. Utamanya, penambang yang bermarkas di China, mengingat negara itu saat ini sedang menindak tegas penambangan aset kripto. Kurangnya jumlah penambang akan membuat kompetisi berkurang, dan ujungnya mengurangi tingkat kesulitan mining Bitcoin.

Selain masalah penurunan hash rate, harga Bitcoin pun berkibar akibat reaksi investor atas rencana adopsi Bitcoin oleh pemerintahan global. Setelah El Salvador melegalkan Bitcoin sebagai nilai tukar, negara seperti Paraguay pun sudah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Adopsi Bitcoin pada Kamis (24/6).

Bitcoin dan ETH Kompak Berjuang Menembus Zona Resistance Baru Pekan Ini, Pluang

Sentimen Negatif

Hanya saja, harga Bitcoin kemudian ambrol di awal Juli setelah rasa-rasanya akan mencetak performa mumpuni. Melansir Cointelegraph, harga Bitcoin lunglai pasca aksi jual pelaku pasar dengan motif “balik modal”. Hal itu dirasa lumrah, mengingat harga Bitcoin tiarap terus dalam dua bulan terakhir.

Pelaku pasar juga masih mencerna beberapa sikap pemerintahan global yang mulai “mencekik” ruang gerak platform exchange cryptocurrency.

Otoritas Jasa Keuangan Jepang (FSA), misalnya, menuduh Binance beroperasi secara ilegal di negeri matahari terbit tersebut.

Selain itu, otoritas jasa keuangan Inggris pun meminta Binance untuk menghentikan operasinya di negara tersebut. Bahkan, menurut beberapa pengguna Binance, kini transaksi menggunakan denominasi Poundsterling pun sudah dilarang di platform tersebut.

Baca Juga: Marak Sentimen Positif, Harga Bitcoin Diramal Menguat di Pekan Ini

Analisis Harga Bitcoin Pekan Ini

Setelah mengalami pekan yang choppy di pekan lalu, lantas seperti apa analisis harga Bitcoin pekan ini?

Dari sisi teknikal, harga Bitcoin selama beberapa hari terakhir berkonsolidasi di rentang antara US$31.000 hingga US$42.451 per keping. Di mana, pelaku pasar sudah berhasil membawa harga Bitcoin terbang menembus level Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di angka US$34.993.

Pekan ini, para bulls diharapkan akan berupaya keras mengerek harga Bitcoin ke atas level Simple Moving Average (SMA) 50 hari di angka US$36.597 per keping. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin harga Bitcoin akan menyentuh zona resistance di titik antara US$41.330 hingga US$42.451,67 per keping.

Namun, jika Bitcoin gagal menembus level tersebut, maka pelaku pasar harus berharap adanya kembali aksi jual dan bikin sang raja aset kripto menembus ke bawah US$32.700.

Hanya saja, hal itu akan lebih mudah terjadi jika para bandar Bitcoin, atau biasa disebut whales, juga tergerak memborong Bitcoin.

Memang, data dari Coinbase terakhir menunjukkan bahwa investor institusi enggan melakukan strategi buy the dip saat harga Bitcoin 50% lebih rendah dari rekor tertingginya pada April lalu.

Namun, tindakan pemerintah China yang “mencengkeram” penambang kripto gagal membawa harga Bitcoin amblas lebih dalam. Hal ini tetap mengindikasikan bahwa para smart money tidak panik saat sentimen negatif mengelilingi Bitcoin.

Baca juga: Nabung di Bank vs Dompet Kripto. Mana yang Lebih Untung?

Analisis Harga Ethereum

Setelah menengok Bitcoin, kini saatnya melihat bagaimana performa sepekan terakhir dan kemungkinan pergerakan Ethereum selama sepekan ke depan.

Analisis Harga Bitcoin
Pergerakan Harga ETH Pekan Lalu. Sumber: Tradingview

Secara garis besar, sisi sentimen di pasar Ethereum hampir sama dengan Bitcoin. Utamanya, dari sisi sentimen negatifnya, di mana regulasi ketat dari pemerintah global pun mempengaruhi reaksi investor.

Hanya saja, sentimen positifnya berbeda. Kini, investor mulai mengantisipasi impelementasi pembaruan sistem Ethereum Hard Fork London, di mana proposal pembaruan sistem Ethereum EIP-1559 akan berlaku di bulan ini.

Sentimen tersebut pun sudah mempengaruhi gerak-gerik investor di awal pekan ini. Pada Senin pagi, harga ETH sempat menyentuh US$2.370 per keping, atau posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir. Apakah Ethereum bisa mempertahankan momentum penguatan tersebut?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img