Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Pekan Ini Akan Menguat, Meski Diterpa Sentimen Negatif Berat

Pergerakan harga emas terlihat berjaya di pekan kemarin. Di awal pekan lalu, emas masih berdiam di level US$1.680 per ons-nya. Namun, harga logam mulia ini kembali ngegas ke kisaran US$1.720 per ons di akhir pekan. Kondisi tersebut sesuai dengan beberapa analisis prediksi harga emas yang disusun pekan sebelumnya.

Keperkasaan emas pun berlanjut hingga awal pekan ini. Harga emas di pasar spot pada Senin (15/3) naik 0,3% menjadi US$ 1.732,02 per ons di pagi hari. Untuk perdagangan emas berjangka AS waktu pengiriman April, angkanya naik 0,7% menjadi US$ 1.730,90 per ons.

Penguatan harga emas utamanya didorong oleh pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) paket ekonomi jumbo sebesar US$1,9 triliun, atau sekitar Rp26.600 triliun. Kebijakan yang dirilis pemerintahan AS di bawah Presiden AS Joe Biden dalam rangka percepatan ekonomi itu akhirnya dirilis dua pekan lalu.

Kondisi tersebut tentu membawa keberkahan bagi emas. Sebab, harganya telah mendekati level tertingginya sejak 10 tahun lalu. Lantas, mengapa stimulus fiskal AS menjadi angin segar bagi harga emas?

Perlu diketahui bahwa belanja jumbo tersebut merupakan subsidi atau bantuan langsung tunai, yang dialokasikan bagi keluarga berpenghasilan dibawah US$200 ribu per tahun dan pengangguran. Bantuan tersebut juga menyasar mereka yang kelaparan, kesulitan membayar sewa rumah atau hipotek, dan tidak bisa membiayai pendidikan.

Dengan demikian, ada harapan bahwa stimulus tersebut bisa memperbaiki daya beli kelompok masyarakat yang dimaksud. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka kenaikan daya beli tentu akan menciptakan inflasi di masyarakat.

Meski dianggap indikator ekonomi yang baik, inflasi sayangnya menjadi kekhawatiran bagi investor. Ini lantaran nilai aset yang mereka genggam saat ini bisa tergerus inflasi di masa depan.

Akibatnya, mereka berbondong-bondong memborong emas untuk melindungi kekayaannya dari gerusan inflasi. Kondisi itu pun alhasil mengerek harga emas ke posisi yang lebih tinggi.

Keoptimisan investor atas pemulihan ekonomi AS juga tercermin dari klaim pengangguran di Amerika Serikat. Pada pekan lalu, Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat ada 712 ribu pengangguran yang mengajukan bantuan pengangguran pada pekan lalu, atau angka terendah sejak November tahun lalu.

Baca juga: Harga Emas Pekan Ini Akan Berkibar Ditopang Stimulus Fiskal AS

Harga Emas Pekan Ini Akan Menguat, Meski Diterpa Sentimen Negatif Berat, Pluang

Analisis Harga Emas: Koreksi di Depan Mata Meski Dikelilingi Aroma Positif

Investor tampaknya bisa mulai memperhatikan data perdagangan emas sejak minggu lalu. Pasalnya, sudah beberapa hari ini salah satu komoditas yang menjadi idola bagi banyak orang ini berada dalam pola yang cukup menarik.

Harga komoditas emas sudah siap-siap untuk bangkit dari batas area support. Namun itu semua tergantung dari tren perdagangan pada hari ini. Jika pasar berhasil merespon upaya emas untuk keluar dari area break out, bisa jadi hasilnya akan menarik.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, harga emas diperkirakan masih akan terkoreksi seiring dengan optimisme stimulus di ASmenambah  konsumsi dan geliat manufaktur global.

Emas sebagai aset yang aman akan menurun dengan proyeksi bottom di harga Rp700.000-720.000 per gram. Oleh karena itu Investor akan lebih berani masuk ke aset yang berisiko seperti saham.

“Hal ini mulai terlihat dari indeks Dow Jones yang naik 3% dalam sepekan terakhir ke level 32.778 dan SP500 rally 3,19%. Tapi perlu dicatat, potensi pembalikan harga emas masih bisa terjadi apabila tappering off atau normalisasi neraca bank sentral AS terjadi lebih cepat dari proyeksi,” katanya kepada Pluang (15/3).

Lebih lanjut dirinya mengatakan pembalikan modal dari negara berkembang ke negara maju juga akan memicu naiknya harga emas lagi. Jad,  bagi investor disarankan sekarang momentum yang tepat untuk beli emas.

Sampai dengan akhir tahun ini, harga emas diproyeksikan akan mencapai level Rp750.000 sampai Rp800.000 per gram. Adanya indikasi pemulihan ekonomi global yang positif, dan vaksinasi yang mulai berjalan optimal akan menjadi katalis positif dalam pergerakan harga emas sepanjang tahun ini.

Direktur Mega Investama, Hans Kwee menambahkan paket stimulus Fiskal yang baru saja ditandatangani Biden bisa menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan di awal pekan tetapi stimulus juga berpotensi mendorong Yield obligasi pemerintah USA bergerak naik.

Dampak dari kebijakan strategis tersebut juga bisa membuat ekonomi Amerika Serikat bertumbuh lebih dari 5%, atau lebih mantap dari proyeksi awal yang hanya 4% secara tahunan.

Pemulihan ekonomi yang cepat tentu akan mendorong inflasi lebih tinggi dan pada akhirnya menaikan suku bunga. Selain itu, pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat dari negara lain berpotensi menaikkan minat pelaku pasar akan aset berisiko di USA dan menyebabkan dolar AS menguat.

“Tetapi, stimulus akan menyebakan likuditas dolar AS yang longgar di pasar keuangan dalam jangka pendek. Sehingga, berpotensi memperlemah USD terhadap mata uang negara lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, nampaknya investor masih perlu mewaspadai kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Pada akhir pekan lalu (12/3), tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencetak titik tertingginya tahun ini yakni 1,62%. Padahal, imbal hasil obligasi AS terbilang adem ayem di posisi 1,5% dalam sepekan terakhir. Secara analisis fundamental, hal ini bisa menjadi momok bagi harga emas.

Sejak akhir Februari, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi menjadi ancaman bagi harga emas. Sebab, investor tentu akan lebih tertarik berinvestasi di aset yang punya imbal hasil tinggi ketimbang menggenggam emas, sebuah aset yang memang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Baca juga: Harga Emas Pekan Ini Dibayangi Harap-Harap Cemas Stimulus Fiskal AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img