Currently set to Index
Currently set to Follow

Kebijakan Suku Bunga The Fed Masih Hantui Harga Emas Pekan ini

Setelah melalui pekan-pekan penuh bulan madu beberapa pekan lalu, harga emas sayangnya harus anjlok parah di pekan kemarin. Seperti yang dibahas pada analisis harga emas sebelumnya, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, The Fed.

Lantas, separah apa dampak pengumuman The Fed terhadap harga emas pekan lalu?

Baca juga: Pengen Tajir? Nilai S&P 500 Diramal Naik 100% 10 Tahun Lagi, Lho

Analisis Harga Emas Pekan Lalu

Pergerakan harga emas selama minggu lalu bisa terlihat pada grafik di bawah ini.

Analisis harga emas
Sumber: Trading View

Grafik di atas memperlihatkan bahwa harga emas memang sudah bergejolak di awal pekan. Bahkan, pergerakannya sudah di kisaran US$1.800 per ons. Padahal, harga emas pekan sebelumnya masih berada di kisaran US$1.900 per ons.

Hal tersebut terjadi lantaran pelaku pasar sudah mengantisipasi keputusan The Fed soal perubahan suku bunga acuan. Keyakinan investor semakin kuat setelah melihat data inflasi Mei di angka 5% secara tahunan, atau kian kencang dibanding posisi April yakni 4,2%. Alhasil, investor mulai mengalihkan perhatiannya ke obligasi pemerintah AS.

Akhirnya, ekspektasi investor terkabul. Dalam rapat bulanan The Fed yang berlangsung Rabu (16/6), otoritas moneter itu mengumumkan telah merevisi proyeksi suku bunga acuannya dari 0,1% menjadi 0,6% di 2023. Dengan kata lain, terdapat peluang The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% sebanyak dua kali di tahun itu.

Sontak, investor pun panik dan mengalihkan uangnya ke instrumen yang mendulang cuan saat rezim suku bunga tinggi, utamanya Surat Berharga Negara (SBN) bertenor jangka pendek.

Harga emas pun kian terpukul dan mundur ke kisaran US$1.700 per ons setelah Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, mengatakan bahwa laju tingkat inflasi ternyata lebih kencang dari perkiraan. Sehingga, The Fed perlu mengantisipasinya dengan pengetatan kebijakan moneter.

Padahal, sebulan sebelumnya, The Fed mengatakan bahwa laju inflasi yang kencang itu hanya bersifat sementara. Otoritas moneter tersebut baru akan mengubah suku bunga acuan kalau ekonomi memang “benar-benar sudah menunjukkan pemulihan”.

Baca juga: Apa Itu Inverted Yield Curve?

Kebijakan Suku Bunga The Fed Masih Hantui Harga Emas Pekan ini, Pluang

Analisis Harga Emas Pekan Ini

Setelah terombang-ambing gara-gara The Fed, lantas bagaimana dengan analisis harga emas di minggu ke-empat Juni?

Adapun beberapa analisis mengatakan bahwa harga emas selama sepekan ke depan tampaknya masih akan dihantui oleh sentimen kebijakan moneter The Fed. Hanya saja, kini sentimen tersebut tidak akan merusak kilau harga sang logam mulia seperti pekan kemarin.

Faktor pertama adalah penurunan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun, yang selama ini menjadi musuh bebuyutan emas. Pada Senin (21/6) yield obligasi AS dengan tenor 10 tahun berada di angka 1,41% atau melemah dibanding akhir pekan lalu 1,5%. Nah, melorotnya nilai ini diprediksi akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

Salah satu penyebabnya adalah sikap investor yang nampaknya cemas bahwa kenaikan suku bunga acuan bakal memangkas laju pertumbuhan ekonomi AS di jangka panjang. Sehingga, mereka memilih berinvestasi di instrumen SBN bertenor pendek.

Alhasil, kini yield obligasi pemerintah AS jangka pendek memiliki gap yang sangat besar dibanding bertenor jangka panjang. Adapun perbandingan yield obligasi pemerintah AS bertenor jangka pendek dan jangka panjang bisa dilihat di grafik berikut

Kebijakan Suku Bunga The Fed Masih Hantui Harga Emas Pekan ini, Pluang
Obligasi AS bertenor 2 tahun (garis oranye) vs obligasi AS bertenor 10 tahun (biru). Sumber: Trading View

Sementara itu, The Fed sendiri nampaknya juga tidak satu suara terkait pengetatan kebijakan moneter.

Hal ini tercermin dari ucapan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashakari, yang cenderung menginginkan otoritas moneter untuk mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek mendekati nol sampai akhir tahun 2023. Hal ini, sebutnya, harus dilakukan agar pasar tenaga kerja di AS kembali pulih.

Baca juga: Di Tengah Gempuran Investasi Viral, Kenapa Kamu Masih Perlu Punya Emas?

Emas Bersiap untuk Pemulihan

Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, beberapa analis mulai dari Goldman Sachs dan juga Commerzbank mengatakan bahwa emas tengah bersiap untuk pemulihan harga.

Mereka mengatakan bahwa tekanan harga emas yang saat ini terjadi merupakan tekanan jangka pendek. Namun, hal itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk berburu barang murah untuk kemudian menikmati cuan yang lebih lebar lagi.

Optimisme itu disandarkan pada kenaikan inflasi yang saat ini sedang terjadi dan bakal bertambah tinggi, sehingga bukan tidak mungkin harga logam mulia menjadi bullish. Hal tersebut secara historis sudah dibuktikan oleh emas dalam beberapa waktu yang lalu.

Bahkan Commerzbank tetap mempertahankan harga emas di akhir tahun tetap dengan prediksi awal, yang mencapai US$2.000 per ons.

Analis ED&F Man Capital juga mengatakan bahwa aksi jual emas yang dilakukan oleh pelaku pasar saat ini merupakan reaksi berlebihan para pelaku pasar. Pasalnya, lingkungan inflasi saat ini mendukung kenaikan harga emas untuk segera pulih.

Ditambah, kenaikan suku bunga yang rencananya dilakukan oleh The Fed diduga baru akan terjadi 18 bulan lagi. “Setelah mengalami sedikit pelemahan, emas akan kembali dan mendorong ke angka yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Baca juga: Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img