Currently set to Index
Currently set to Follow

Rapat The Fed Akan Tentukan Nasib Harga Emas Pekan Ini

Harga emas terlihat lunglai sepanjang pekan lalu. Meski analisis harga emas pekan lalu memberi sinyal bahwa harga sang logam mulia akan kinclong berkat ketakutan investor atas COVID-19 varian Delta, namun nyatanya harga emas masih terlihat terseok-seok.

Kondisi tersebut bisa terlihat dari grafik harga emas di bawah ini.

Analisis harga emas
Pergerakan harga emas selama sepekan terakhir. Sumber: Tradingview

Harga emas terbilang stagnan sepanjang minggu lalu. Mengawali pekan di level US$1.806 per ons, ternyata sang logam mulia juga harus finish di level US$1.807 per ons sepekan kemudian. Padahal, sentimen positif sejatinya tengah mengerubungi emas di pekan lalu.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dengan logam mulia?

Analisis Harga Emas Pekan Lalu

Awalnya, nilai sang logam mulia terbilang positif di awal pekan. Penyebabnya, adalah reaksi investor atas penyebaran COVID-19 Delta yang disinyalir bikin kegiatan ekonomi tutup.

Situasi ekonomi yang gonjang-ganjing memang menjadi sentimen positif bagi harga emas. Maklum, emas memang menjadi tempat penyimpan kekayaan yang aman (safe haven) kala situasi ekonomi sedang mendung.

Sayangnya, sentimen tersebut hanya bertahan sementara. Sebab, harga emas akhirnya keok di pertengahan pekan. Hal itu disebabkan oleh kinclongnya hasil pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan AS (earning season) dan mengakibatkan tiga indeks saham utama AS menghijau pekan lalu.

Sontak, peristiwa tersebut pun bikin investor lebih bergairah menggenggam instrumen saham AS ketimbang emas.

Sementara itu, permintaan emas fisik di India minggu lalu lesu karena investor menunda pembelian lantaran adanya volatilitas harga. Mau tidak mau, dealer melakukan peningkatan diskon ke level tertingginya guna mendorong pembelian.

Satu-satunya katalis positif harga emas pekan lalu adalah sinyal bahwa pemulihan ekonomi AS mungkin tidak sekencang yang diharapkan. Hal itu tercermin dari data Ketenagakerjaan AS bahwa terdapat 419.000 pengangguran yang mengajukan bantuan tunakarya pada pekan lalu. Angka ini terbilang melonjak 51.000 dibanding pekan lalu.

Kendati demikian, tidak ada satupun pengungkit yang bisa mengeluarkan emas dari jeratan level psikologis US$1.800 per ons.

Baca juga: Di Tengah Gempuran Investasi Viral, Kenapa Kamu Masih Perlu Punya Emas?

Rapat The Fed Akan Tentukan Nasib Harga Emas Pekan Ini, Pluang

Analisis Harga Emas Pekan Ini

Setelah melalui pekan yang “suam-suam kuku”, lantas bagaimana analisis harga emas untuk pekan ini?

Beberapa analis mengingatkan bahwa investor kemungkinan masih belum punya selera untuk bergerak ke emas. Sebab, mereka masih mewanti-wanti kinerja saham AS pada earning season lanjutan di pekan ini. Apalagi, perusahaan-perusahaan tersebut adalah korporasi berkapitalisasi pasar jumbo mulai dari Facebook hingga Apple.

Selain itu, investor juga masih melihat pengaruh kenaikan nilai dolar AS dalam sepekan ke depan. Terlebih, indeks dolar AS sejak tiga bulan ke belakang terus menunjukkan keperkasaannya. Kini, indeks dolar AS sudah bertengger di angka 93 meski pada Maret lalu masih di level 90,86.

Perlu diingat bahwa penguatan nilai dolar AS akan membuat harga emas kian mahal bagi mereka yang jarang menggenggam logam mulia. Sehingga, permintaan emas akan melandai dan mengerek harga emas turun.

Hanya saja, seluruh sentimen itu bukan berarti menutup jalan emas untuk melesat.

Perlu diingat bahwa saat ini tingkat inflasi AS terbilang tinggi, bahkan menyentuh 5,4% pada Juni. Situasi itu tentu akan jadi katalis positif yang mendorong harga logam mulia.

Selain itu, beberapa analis juga memprediksi bahwa bank sentral AS The Fed masih akan menahan hasratnya untuk menaikkan suku bunga acuan.

Nah, kebijakan suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sebuah instrumen yang tidak memberikan imbal hasil tetap. Sehingga, emas layak untuk dikoleksi secara jangka panjang.

Namun, langkah itu tergantung dengan hasil keputusan rapat tingkat pejabat The Fed, atau biasa disebut FOMC, yang rencananya akan dihelat Rabu dan Kamis pekan ini. Sehingga pertanyaan yang perlu diajukan adalah, “Apakah The Fed benar-benar akan menahan suku bunga acuannya?”.

Baca juga: Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Goldprice

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img